Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

PISANG KEPOK TANJUNG, VARIETAS UNGGUL TAHAN PENYAKIT LAYU

Sumber Gambar: Google.com

Kepok Tanjung merupakan jenis tanaman pisang yang tidak memiliki bunga jantan atau jantung, atau singkatan dari tanpa jantung. Salah satu keunggulan pisang ini adalah tidak mempunyai jantung, dengan demikian tidak diperlukan lagi pekerjaan membuang jantung seperti pada tanaman pisang pada umumnya. Pembuangan jantung dilakukan untuk mencegah penularan penyakit layu bakteri secara alami yang disebarkan oleh serangga.
Keunggulan lainnya, tidak seperti pisang kepok lainnya yang terasa asam, varietas ini manis dengan kandungan total padatan terlarut (TSS) sebesar 2930% Brix. Inilah, salah satu bukti, bahwa Indonesia adalah negara mega diversity untuk buah-buahan tropika. Cirinya mirip yang dengannya pisang kepok kuning, bentuknya agak kotak yang dengannya sudut menebal, namun berukuran lebih besar serta panjang. Kulit buah tebal berwarna hijau kekuningan yng terasa halus disaat matang
Varietas Kepok Tanjung berasal dari Pulau Seram, tepatnya di Desa Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Bobot buah pertandan 15-25 kg, jumlah sisir per tandan -17 dengan jumlah buah per sisir 13-18. Buah per tandan 150-250, panjang buah 10-17 cm, diameter buah 3,0-5,0 cm, warna kulit buah matang kuning, warna daging buah matang kuning orange, tekstur buah kenyal, bobot satu buah 125-170 g. Pisang ini memiliki cita rasa daging buah manis (pisang olah) serta daya simpan pada suhu kamar 15-21 hari, dan potensi hasil per ha/tahun 20-30 ton.
Keunggulan Varietas Pisang Kepok Tanjung
Varietas pisang kepok tanpa jantung ini kedepannya akan terus dikembangkan dan diharapkan penemuan varietas pisang unggul ini mampu menjawab tantangan untuk menjadikan Indonesia swasembada pisang dan sentra penghasil pisang kepok. Dengan penemuan pisang kepok tanjung ini petani tidak lagi risau dengan penyakit layu yang dapat menyebabkan kegagalan panen. Penelitian yang telah lama dilakukan Kementrian Pertanian melalui Balitbangtan menunjukkan varietas ini memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan jenis pisang kepok lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, pada tahun 2009 yang lalu Kementan melepas pisang Kepok Tanjung sebagai varietas unggul dan diharapkan dapat dikembangkan diseluruh wilayah di Indonesia. Berikut ini beberapa keunggulan yang dimiliki varietas Pisang Kepok Tanjung :
1. Varietas Pisang Kepok Tanjung tahan terhadap serangan penyakit layu fusarium
2. Varietas Pisang Kepok Tanjung tahan terhadap serangan penyakit layu bakteri
3. Varietas ini adalah jenis pisang kepok yang tidak memiliki jantung sehingga akan
mengurangi secara alami penularan penyakit layu bakteri yang disebarkan oleh serangga
4. Daging buahnya berwarna kuning oranye dan rasanya lebih manis jika dibandingkan dengan jenis pisang kepok lainnya
5. Memiliki adaptasi yang baik di dataran rendah hingga menengah
6. Produksi tinggi, mampu menghasilkan buah pisang 20 hingga 30 ton dalam 1 hektar
7. Daya simpan buah lebih lama, yaitu mampu bertahan 15 hingga 21 hari setelah panen
8. Hemat waktu dan tenaga perawatan karena tidak memerlukan pembuangan jantung

Pisang Kepok Tanjung yang tanpa jantung membuat tanaman anggota famili Musaceae itu terhindar serangan layu bakteri serta penyakit darah yng ditularkan serangga pengunjung bunga. Pada kepok biasa bunga jantan menjadi tempat paling disukai serangga lantaran nektar bunganya paling manis di antara pisang lain. Penularan penyakit terlaksana disaat serangga yng hinggap di pisang terinfeksi Pseudomonas solanacearum datang ke bunga tanaman pisang yang sehat.
Masalah yang dihadapi dalam budidaya pisang kepok saat ini adalah penyakit layu bakteri atau dikenal juga sebagai penyakit darah. Ciri-cirinya terlihat dari adanya cairan coklat kemerahan pada bagian tandan dan buah pisang. Penyakit layu bakteri sangat cepat menyebar dan menimbulkan kegagalan produksi. Bakteri yang menimbulkan penyakit ini disebarkan oleh serangga yang hinggap di jantung pisang. Penyakit ini sukar diobati selain melakukan pembasmian pada tanaman yang terserang.
Kebiasaan petani untuk memotong jantung, tandan atau memapas daun dengan menggunakan pisau yang sama dapat mempercepat penularan penyakit. Penyakit ini dalam waktu yang relatif singkat bisa menghabiskan tanaman pisang dalam areal yang luas.


Sumber : 1. http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/2580/Pisang Kepok Tanjung, Varietas
Unggul Tanpa Jantung.
2. https://alamtani.com/berita/pisang-kepok-tahan-layu-bakteri/
3 http://www.trubus-online.co.id. Mengenal Pisang Kepok Tanjung.2012

Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id

Tanggal Artikel Diupload : 06-11-2018
Tanggal Cetak : 15-11-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386