Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

MENGENAL PENYAKIT SPECKLE PADA DAUN PISANG

Sumber Gambar: Google.com

Penyakit speckle pada daun pisang yang disebabkan oleh cendawan Cladosporium musae Mason, merupakan salah satu penyakit bercak daun pisang yang telah tersebar di seluruh pertanaman pisang di dunia. Laporan menyebutkan bahwa penyakit speckle biasanya ditemukan pada daun-daun pertanaman pisang yang sudah tua yang ditanam di daerah tropika basah dan lembab.

Penyebaran Penyakit
Cara penyebaran penyakit speckle secara lokal ditularkan oleh konidia dengan batuan angin. Sementara itu penyebaran dalam jarak jauh diduga melalui bahan tanaman dan angin yang membawa konidia penyakit. Suatu hal yang sulit melakukan pengendalian penyakit speckle daun pisang. Hal ini dikarenakan penularan penyakit ini bisa melalui udara dimana sumber inokulum selalu tersedia di udara baik yang berasal dari kebun di dekatnya ataupun yang relatif jauh letaknya. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan baik secara kuratif maupun preventif,

Gejala penyakit
Gejala daun pisang terserang penyakit speckle pertama-tama adalah munculnya bintik-bintik kecil berukuran 0.3 x 1.5 mm berwarna coklat pucat pada permukaan daun atas yang terserang. Bintik-bintik kecil ini akan tampak jelas jika dilihat di bawah sinar matahari. Lama-kelamaan bintik-bintik ini membentuk garis yang akan bergabung membentuk luka-luka nekrotik berukuran 15 mm x 30 mm. Luka-luka nekrotik ini akan bergabung satu sama lain membentuk becak-becak berwarna kuning kecoklatan yang akhirnya akan berubah menjadi caklat tua kehitaman.

Cara Pengendalian
Di pasaran banyak tersedia berbagai jenis fungisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit becak daun pisang. Fungisida yang digunakan untuk mengendalikan penyakit becak daun Sigatoka kuning dan Sigatoka hitam dipercaya dapat digunakan juga untuk mengendalikan penyakit speckle daun pisang.
Di Indonesia dimana kondisi pertanaman pisangnya masih belum dikelola secara intensif yang biasanya ditanam secara polyculture baik dari segi jenis maupun varietasnya sehingga sedikit banyak dapat menekan tingkat serangan suatu penyakit. Selain itu, hanya beberapa varietas pisang saja terutama Barangan dan Mas yang sangat peka terhadap penyakit speckle daun pisang ini sehingga jika dikebunkan dalam skala luas akan menghadapi resiko kegagalan akibat serangan penyakit ini. Karena dianggap sebagai penyakit kurang penting (minor diseases).
Namun demikian harus diingat bahwa penyemprotan fungisida untuk mengendalikan penyakit becak daun secara ekonomis tidak menguntungkan dilakukan pada pertanaman pisang skala petani yang pada umumnya diusahakan pada luasan yang sempit. Lebih dari itu bahwa penggunaan fungisida dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan serta dapat menyebabkan terjadinya gangguan ekosistem lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan kultivar pisang yang tahan akan dapat mengurangi resiko di atas serta dapat menekan terjadinya serangan penyakit becak daun pada tanaman pisang.

Metode Pengendalian Penyakit
Terdapat 2 metode pengendalian penyaki, yaitu :
A. Dengan cara Kuratif yaitu dengan fungisida kontak misalnya Chlorothalonil dan Mancozeb, masing-masing dengan dosis 1.38 l dan 4 l per ha, yang dikombinasikan dengan fungisida sistemik misalnya Tridemorph, Propiconazole, dan Bitertanol masing-masing dengan dosis 0.6 l, 0.4 l dan 0.5 l per ha.
B. Dengan metode Preventif yaitu menggunakan varietas yang tahan misalnya kelompok pisang olah seperti tanduk, kapok atau batu, siem/awak/kedah dan raja. Kultur teknis yang meliputi sanitasi kebun, yaitu membersihkan gulma dan memotong dan membuang daun-daun yang terserang.

Penggunaan fungisida untuk pengendalian penyakit ini harus didasarkan atas pertimbangan ekonomis serta kapan penyemprotan dilakukan (sebelum jantung keluar atau buah sudah ada dan mendekati masak) serta dampak negatif fungisida terhadapat lingkungan dan manusia. Di samping itu untuk skala kecil tidak akan menguntungkan mengingat mahalnya harga fungisida serta peralatan yang akan digunakan.(Ind)


Sumber :
1. Buku Teknologi Budidaya Pisang – Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2008
2. https://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/1188-penyakit-speckle-daun-pisang.
3. http://www.potretpertanian.com/2018/09/penyakit-speckle-pada-daun-pisang.html

Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id

 

 

 

Tanggal Artikel Diupload : 06-11-2018
Tanggal Cetak : 15-11-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386