Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

POTENSI DAN PROSPEK TANAMAN SIRSAK

Sumber Gambar: google.com

Indonesia mempunyai potensi dan prospek cerah untuk membangun dan mengembangkan usaha budi daya tanaman buah-buahan berpola komersil (agribisnis), mengingat berbagai jenis buah tropis yang ada di wilayah nusantara banyak digemari oleh konsumen (pasar), baik di dalam negeri maupun luar negeri. Permintaan pasar luar negeri terhadap buah-buahan tropis cenderung terus meningkat dari tahun ketahun. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak negara pengimpor buah-buahan tropis segar dan olahan (kering). Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha budidaya tanaman buah-buahan di Indonesia, selain memenuhi segmen pasar dalam negeri (domestic), juga dapat diarahkan untuk dijadikan komoditas ekspor. Salah satu komoditas buah-buahan tropis yang memiliki potensi dan prospek cerah, dikembangkan pada skala kecil melalui pemanfaatan pekarangan hingga skala perkebunan secara komersil adalah sirsak. Potensi sumber daya alam Indonesia untuk pengembangan budi daya tanaman sirsak tersedia memadai, baik factor sumberdaya plasma nutfah jenis sirsak maupun kesesuaian agroekologi dan tersedianya sumberdaya lahan yang masih luas di berbagai wilayah.
Manfaat dan Khasiat Sirsak
Hampir semua bagian tanaman buah sirsak bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan hidup. Multi manfaat tanaman sirsak antara lain :
1. Tanaman Pengasil Pangan
Tanaman sirsak sangat potensi dijadikan salah satu pengisi tanaman pekarangan sebagai penghasil pangan bergizi dalam Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). Produk utama dari tanaman sirsak adalah buahnya. Buah sirsak selain dikonsumsi sebagai buah segar dan dijadikan bahan baku industri konsentrat sirsak, juga dapat diolah menjadi aneka produk makanan dan minuman yang diproduksi pada skala rumah tangga hingga skala industri pabrikasi. Berbagai produk industri berbahan baku sirsak yang telah diproduksi seperti dodol, jelly, selai, jus, dan lain-lain. Buah sirsak memiliki rasa khas yang manis dan masam menyegarkan, juga mengandung gizi (nutrisi) yang ckup tinggi, sehingga penting artinya bagi penganeka ragaman (diversifikasi) bahan pangan dan kecukupan gizi bagi penduduk.
2. Tanaman Konserasi
Tanaman sirsak bersama buah-buahan tropis lainnya banyak tumbuh di daratan rendah, dataran medium sampai pegunungan dengan tingkat kemiringan lereng lebih dari 15%. Hal tersebut menunjukkan bahwa usaha budidaya tanaman sirsak mempunyai peranan sebagai tanaman konservasi. Di lahan pekarangan tanaman sirsak dapat dijakdikan sebagai tanaman konservasi sekaligus sebagai pengindah halaman rumah untuk memelihara ekosistem mikro sekitar hunian, yang berfungsi sebagai stabilisator dan pemeloihara lingkungan. Sementara di lahan-lahan pertanian luas, tanaman sirsak selaian sebagai tanaman konservasi dalam bentuk kultur perkebunan juga berfungsi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan kecukupan bahan pangan bergizi bagi penduduk.
Praktik pertanian yang baik dalam bentuk kultur perkebunan sirsak dapat memberikan keuntungan langsung dan menghasilkan berbagai jasa yang dibutuhlan masyarakat pada umumnya, antara lain sebagai objek wisata agro, penyedia lapangan kerja, dan penggalang ketahanan pangan. Disamping itu bentuk kultur perkebunan sirsak juga bermanfaat sebagai pengendali erosi dan longsor, penghasil oksigen, dan pengatur tata air Daerah Aliran Sungai (DAS).
3. Tanaman Obat
Tanaman sirsak memiliki nilai ekonomi dan sosial yang cukup tinggi. Ditinjau dari aspek ekonomi, tanaman sirsak sebagai bahan obat untuk kesehatan dapat dijadikan sumber usaha baru secara komersial untuk memasok kebutuhan bahan baku pabrik-pabrik jamu, herbal, obat tradisonal, dan bahan baku obat modern. Hal ini akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan devisa negara. Hampir semua bagian tanaman sirsak dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional, khasiatnya antara lain :
a. Buah sirsak, buah sirsak selain mengandung gizi, juga kaya akan senyawa-senyawa fotokimia, seperti annonain, acetaldehyde, muricine, tannin, ananol. Berbagai kandungan kimia buah sirsak dapat mengobati penyakit seperti osteoporosis, asam urat, demam, diabetes dan batu empedu.
b. Daun sirsak, daun sirsak mengandung senayawa seperti acetogenins, annocatin, annocatalin, annohexocin, genticid acid, gigantetronin, linoleid dan muricapentosin. Senyaea tersebut berkahasiat untuk mengobati berbagai penyakit seperti lever, kejang, batuk, rematik, radang sendi, rasa nyeri pada syaraf (neuralgia).
c. Biji sirsak, biji sirsak mengandung senyawa alkaloid. Senyawa ini biasa digunakan sebagai bahan pestisida nabati. Sebagaian masyrakat memanfaatkan untuk membunuh kecoa dan anti cacing.
d. Akar sirsak, akar sirsak mengandung senyawa annonain, tannin dan alkaloid. Akar tanaman sirsak dikonsumsi dalam bentuk teh sebagai obat penenang, anti kejang, antidiabetes dan menurunkan tekanan darah.
e. Bunga sirsak, bagi masyarakat Brazil bunga dari tanaman sirsak digunakan untuk pengobatan penyakit saluran pernapasan (bronkitis) dan batuk.
Dalam perkembangan selanjutnya, akhir-akhir ini ditemukan beberapa manfaat tanaman sirsak yang menakjubkan untuk pengobatan berbagai jenis penyakit.
(Ir. Edizal, MM – Pusat Penyuluhan Pertanian)
Sumber bacaan : H. Rahmat Rukmana, Untung berlipat dari budidaya sirsak tanaman multi manfaat. 2015

Tanggal Artikel Diupload : 08-10-2018
Tanggal Cetak : 12-12-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386