Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

RUMPUT GAJAH UNTUK PAKAN TERNAK SAPI

Sumber Gambar: http://tipspetani.blogspot.com

Sukses tidaknya sebuah usaha peternakan sangat tergantung pada beberapa faktor produksi. Salah satu diantaranya, yang memiliki peranan sangat penting adalah pakan. Pakan yang cukup baik kuantitas maupun kualitas, diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok ternak, pertumbuhan, produksi maupun sebagai sumber tenaga.
Pakan utama ternak ruminansia khususnya sapi potong adalah berupa hijauan. Hijauan di daerah tropis pada umumnya cepat tumbuh. Namun, mutu lebih rendah dibanding hijauan yang tumbuh di daerah-daerah subtropis. Oleh karena itu untuk ternak pedaging seperti sapi potong, harus memperoleh konsentrat disamping pemberian hijauan agar tercapai pertumbuhan ternak sapi potong lebih cepat dan baik. Kendati demikian, mutu konsentrat yang dibutuhkan ternak ruminansia untuk produksi daging tidak perlu setinggi konsentrat ternak ruminansia yang diperuntukan sebagai penghasil susu.
Pemberian hijauan merupakan bagian terbesar dari pakan ternak ruminansia, sedangkan pemberian konsentrat dan zat lainnya sebagai tambahan. Hijauan rumput yang diberikan pada ternak sapi potong sebaiknya dalam bentuk cacahan sepanjang 10 cm. Rumput bentuk cacahan ini lebih disukai ternak sapi potong. Sedangkan legum (kacang-kacangan) sebaiknya diberikan tidak dalam bentuk segar, tetapi harus dilayukan terlebih dahulu. mengurangi racun seperti Mimosin pada Leucaena.
Agar kebutuhan pakan hijauan ternak sapi potong dapat terpenuhi secara baik, salah satu alternatifnya dengan memanfaatkan Rumput Gajah. Rumput gajah, yang dalam bahasa latin dikenal dengan Pennisetum purpureum adalah rumput berukuran besar bernutrisi tinggi yang biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi. Kelebihan Rumput Gajah dibanding tanaman sejenis lainnya adalah tahan terhadap cuaca panas.
Rumput Gajah membutuhkan waktu 60 hari agar bisa dipanen dan dijadikan pakan ternak sapi. Waktu sekitar dua bulan tersebut akan efektif jika rumput gajah cukup air dan hara. Jika tersedia lahan yang kurang produktif, rumput gajah bisa dijadikan alternatif agar lahan yang tidak produktif tersebut menjadi produktif. Rumput Gajah membutuhkan sinar matahari penuh atau minimal 40%. Rumput ini dapat tumbuh di daerah dengan miskin nutrisi.
Morfologi rumput gajah sebagai berikut : Rumput Gajah tumbuh tegak lurus, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan berbunga seperti es lilin. Kandungan gizi Rumput Gajah terdiri dari 19,9% bahan kering; 10,2 % protein kasar; 1,6% lemak; 34%,2 serat kasar; 11,7% abu. Kandungan ini akan sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia seperti sapi atau kerbau.
Adapun cara budidaya Rumput Gajah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
Pengolahan Tanah. Untuk Rumput Gajah, pengolahan tanah sebaiknya dilakukan menjelang atau pada awal musim hujan. Tanah yang sudah bersih dan bebas dari tumbuhan liar khususnya semak-semak berkayu dibajak atau dicangkul untuk membalikan tanah dan diratakan. Setelah tanah rata, dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm (biasanya selebar mata cangkul) dengan kedalaman sekitar 20-25 cm. Setelah lubang tanam siap, masukkan pupuk kandang ke dalam lubang sekitar 0,5 kg. Campurkan dengan tanah sehingga lubang tanam terisi penuh. Pada tanah masam (pH 4-5,5) perlu dilakukan pengapuran yaitu dengan menggunakan kapur pertanian (kaptan). Takarannya sesuaikan dengan kemasaman tanahnya.
Penanaman. Rumput Gajah dapat ditanam dengan dua cara yaitu stek dan anakan. Cara stek yaitu menanam batang yang tidak terlalu muda. Potong-potong terlebih dahulu sepanjang 20-30 cm, sehingga terdapat 2 sampai 3 buku (ruas) setiap potongannya. Stek batang ditanam miring dengan posisi 30-40 derajat dengan 1-2 buku masuk ke dalam tanah dan satu buku ada di atas permukan tanah. Setiap satu lubang tanam ditanami dua stek. Setelah penanaman, usahakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan pada hari yang sama. Apabila tidak turun hujan harus disiram setiap hari sampai daunnya tumbuh.
Pada cara penanaman dengan anakan, sebelum ditanam pilih anakan yang tidak terlalu muda dan rumpun yang pertumbuhannnya bagus. Untuk setiap lubang tanam, sebaiknya anakan terdiri dari 2-3 batang. Usahakan akarnya masih dalam keadaaan baik. Potong bagian atas anakan sehingga tersisa kurang lebih 30 cm.
Anakan ditanam pada lubang tanam yang sudah diberi pupuk kandang, kemudian tanah agak dipadatkan agar tanaman tidak goyah. Usahakan agar rumput yang baru ditanam mendapat pengairan pada hari yang sama. Kalau tidak tanaman harus disulam.
Panen. Pada musim penghujan secara umum Rumput Gajah sudah dapat dipanen pada usia 40 – 45 hari. Sedangkan pada musim kemarau berkisar 50 – 60 hari. Lebih dari waktu tersebut, kandungan nutrisi semakin turun dan batang semakin keras sehingga bahan yang terbuang (tidak dimakan oleh ternak) semakin banyak. Selain itu, apabila panen dilakukan terlalu awal, tunas yang tumbuh kemudian tidak sebaik yang di panen lebih dari usia 2 bulan. Panen selanjutnya 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi pemotongan dari permukaan tanah kira-kira 10–15 cm. Produksi hijauan Rumput Gajah antara 100-200 ton rumput segar per hektar per tahun. Peremajaan tanaman tua dilakukan setelah 4-6 tahun untuk diganti dengan tanaman yang baru. (Inang Sariati)
Sumber :
1)https://www.google.co.id/search?q=rumput+gajah
2)http://tipspetani.blogspot.com/2015/04/cara-budidaya-rumput-gajah-untuk-pakan.html
3) https://www.google.co.id/search?q=rumput+gajah+pakan+ternak

Tanggal Artikel Diupload : 08-10-2018
Tanggal Cetak : 12-12-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386