Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Cara Produksi Benih Kedelai Bermutu

Sumber Gambar: SENTRA TANI .COM

Benih bermutu dari varitas unggulan merupakan salah satu penentu produksi kedelai. Selama ini banyak petani belum memahami hal tersebut. Mereka masih banyak menggunakan benih seadanya, sehingga produksi belum optimal. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam produksi benih kedelai, mulai pra panen (perawatan tanaman) sampai pasca panen (saat panen prosesing, penyimpanan), juga pertimbangan ekonomis, harus memenuhi prinsip 6 tepat (waktu, tempat, jenis, jumlah, harga dan mutu).
Dalam memproduksi benih kedelai yang bermutu, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan kan antara lain terkait teknik budidaya : penyiapan lahan, isolasi, penanaman, pemeliharaan, seleksi, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). adapun penjelasannya sebagai berikut:
1. Penyiapan Lahan: untuk lahan sawah setelah panen padi tidak perlu dilakukan pengolahan tanah lain halnya lahan tegalan, pada lahan dengan kemiringan lebih besar 3%, dilakukan pengolahan tanah secara dangkal dan dibuat sengketan, sedangkan pada lahan datar, pengolahan tanah dilakukan hingga gembur dan bersih dari gulma.
2. Isolasi: tujuannya untuk menghindari kemungkinan terjadinya penyerbukan silang dengan varitas lain. Isolasiini dibedakan menjadi 2 yaitu isolasi waktu: waktu tanam berbeda, masa berbunga berbeda pula, dan isolasi jarak: dapat berupa tanah kosong atau pertanaman jenis lain. Isolasi jarak minimal 8 meter.
3. Penanaman, dalam penanaman ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain Benih: Daya tumbuh diatas 80%,asal benih jelas dan diketahui asal usulnya,varitas unggul dengan syarat mutu yang ideal dan sehat tidak terkontaminasi penyakit terbawa benih.Selain benih juga jarak tanam terbaik musim penghujan (MP) 45 x 20 cm2, musim kemarau (MK) 40 x 15 cm2 dengan jumlah benih 2 – 3 butir per lubang, tanam menggunakan tugal sedalam 3 – 5 cm. Ditanam ± 3 hari setelah panen padi sawah pada MK II atau di tegal pada awal MP.
4. Pemeliharaan meliputi penyulaman dan penyiangan. Penyulaman dilakukan sampai umur 4 (empat) hari setelah tanam dan Penyiangan yang terbagi dalam 2 tahapan yaitu Penyiangan I 10 s/d 15 hari setelah tanam dan penyiangan II 30 hari setelah tanam atau tanaman sebelum berbunga.
Pada waktu tanaman sedang berbunga tidak boleh dilakukan penyiangan, sebab hal tersebut akan merontokkan bunga.
Pengairan, diperlukan jika ketersediaan air terbatas, tanaman perlu diairi sampai tanah cukup lembab, terutama saat masa vegetatif, pembungaan dan pengisian polong. Bila keadaan air berlebihan, maka harus dibuatkan drainase.
Untuk mempermudah pengairan dan pengeringan di sawah dibuat saluran keliling dan di tengah petakan (ukuran 30 x 20 cm). saluran dibuat pada saat akan panen padi atau secepatnya sesudah panen padi, jerami dihamparkan sebagai mulsa.
Pemupukan, diberikan pada saat tanam atau pada saat umur 10 (sepuluh) hari sesudah tanam dengan dosis sesuai dengan anjuran pupuk urea 50 kg, pupuk TSP 100 – 150 kg, pupuk KCL 50 kg
5. Seleksi, bertujuan untuk menjaga kemurnian benih. Seleksi dilaksanakan sebanyak 3 kali, yaitu: pada saat tanaman berumur 2 minggu, pada saat tanaman awal berbunga, dan pada saat tanaman menjelang panen. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam seleksi warna hipokotil warna bunga, warna dan bentuk daun warna batang bentuk percabangan bulu pada batang, daun, dan polong waktu berbunga, warna polong
6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Pengendalian OPT pada tanaman kedelai dilaksanakan dengan menggunakan cara Pengendalian Hama Terpadu (OPT). Hama yang bisa menyerang yaitu Lalat bibit/lalat kacang, Penghisap daun, Penghisap polong, Penggerek polong, Penggerek biji. Sedangkan penyakit yang sering menyerang:Penyakit virus, Penyakit sapu setan dan Penyakit karat daun.
Selain teknik budidaya masih ada lagi yaitu Pemeriksaan Lapangan, Perlakuan pasca panen dan proses sertifikasi. Untuk pemeriksaan lapangan memang sangat diperlukan mengingat munculnya penyimpangan morfologi tanaman tidak bersamaan, maka pemeriksaan lapangan dilakukan minimal 3 kali, pertama pemeriksaan lapangan pendahuluan, dilakukan sebelum pengolahan tanah, dilanjutkan pada saat sebelum tanam. Pemeriksaan lapangan pertama dilakukan pada fase vegetatif/12 hst. Diberi kesempatan mengulang satu kali. Pemeriksaan lapangan kedua dilakukan pada fase berbunga, diberi kesempatan mengulang satu kali, dan ketiga pemeriksaan lapangan ketiga dilakukan pada fase masak.
Perlakuan panen, saatnya harus tepat (cukup tua), dipanen pagi hari, pangkal batang dipotong rendah. Sedangkan perlakuan pasca panen yang perlu diperhatikan antara lain: brangkasan kedelai disusun tegak, dijemur 2-3 hari kemudian dihamparkan sampai kering. Pembijian dilakukan dengan alat perontok/thresher sampai biji terpisah dari polongnya. Penggunaan mesin perontok yang perlu diperhatikan kadar air biji 14 – 17 % dengan kecepatan silinder mesin 350 – 400 RPM. Biji ditampi, digrider diseleksi atas dasar ukuran biji, warna kulit, keutuhan biji, besar biji, kemudian dijemur sampai kadar air 8 – 11%. Pengeringan harus dilakukan secepatnya untuk mempertahankan daya tumbuh. Cara menjemur calon benih di atas lantai beralas terpal atau karung plastik, dengan ketebalan tumpukan biji calon benih 3 sampai 5 cm. Pengepakan/pengantongannya: dimasukkan kantong plastik, namun yang perlu diingat, harus segera disortasi dijemur sampai kadar air 10-11%. Untuk keperluan jangka waktu 6 bulan disortasi, dijemur lagi sampai kadar air diuji 8-9%, kemudian disimpan di tempat aman. Untuk keperluan jangka panjang/lebih dari 8 bulan disortasi, dijemur sampai kadar air 8-9%, diuji dimasukkan kantong plastik atau kantong plastik yang bagian dalam dilapisi kertas semen 1 (satu) lembar, disimpan di tempat yang aman.
Proses Sertifikasi benih, tahapannya: permohonan sertifikasi 10 hari sebelum tanam; Permohonan pemeriksaan lapangan 4 (Kali) kali sebelum pelaksanaan pertanaman. Kalau pemeriksaan lapangan III dinyatakan lulus, diadakan uji laboratorium; Setiap kelompok benih (10-20 ton) diambil 1 kg contoh benih untuk diuji laboratorium. Pengambilan contoh benih dilakukan oleh petugas BPSB/Satgas BPSB setempat; Apabila hasil pengujian diterima dan calon benih dinyatakan lulus sebagai benih, maka diberikan label untuk setiap kantong benih (5 – 10 kg) dengan warna sesuai kelas benih.
Demikian gambaran cara memproduksi benih kedelai bermutu. Semoga banyak petani yang dapat mencoba menjadi penangkar benih kedelai.

Penyunting: Yulia Tri S
Email : yuliatrisedyowati@gmail.com
Sumber: :
1. Pedoman umum produksi benih sumber Kedelai, 2017 Pusat Penelitian dan pengembangan Tanaman pangan
2. Balai besar Pelatihan (BBPP)Ketindan

Tanggal Artikel Diupload : 10-07-2018
Tanggal Cetak : 14-11-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386