Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

Pengolahan Beras Aruk (Beras Analog dari Singkong)

Sumber Gambar: Badan Litbangtan 2015

Beras merupakan makanan pokok penduduk di beberapa bagian dunia seperti Asia
Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur. Indonesia yang berada di kawasan Asia
Tenggara juga mengandalkan beras sebagai makanan utama dengan tingkat konsumsi 139 kg/kapita/tahun. Angka ini sangat tinggi bila dibandingkan negara-negara lain seperti Jepang 45 kg/kapita/tahun, Malaysia 80 kg/kapita/tahun dan Thailand 90 kg/kapita/tahun (Briawan, 2004).

Data ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat bergantung pada salah satu bahan pangan ini. Hal ini sangat mengkhawatirkan dan menimbulkan faktor resiko yang tinggi, bila suatu saat terjadi gangguan pasokan akibat adanya bencana alam atau gagal panen maka dapat menimbulkan permasalahan ketahanan pangan. Permasalahan ketahanan pangan ini bisa meluas ke permasalahan ekonomi dan keamanan.

Strategi yang bisa dilakukan untuk untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah program diversifikasi pangan. Selain beras Indonesia juga memiliki sumber pangan lokal lain seperti jagung, sorgum, ubi kayu, ubi jalar, sagu dan lain-lain. Namun bahan pangan non beras tersebut kalah populer dengan beras dan konsumsinya pun semakin menurun akibat kebijakan swasembada beras yang dilakukan oleh pemerintah pada tiga dekade yang lalu..

Dalam rangka diversikasi pangan khusus untuk mensubtitusi beras, yaitu dengan mengolah ubi kayu menjadi bera s analog, Hal; ini sangat dimungkinkan karena: 1) Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak ditanam petani Indonesia; 2) ubi kayu lebih mudah ditanam dan murah dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya. .

Tahapan pembuatan beras arug analog dari ubi kayu
.1. Pengupasan
. Ubi kayu dikupas …
2. Perendaman
Proses perendaman dalam karung selama 3 hari. Alsin yang digunakan adalah karung plastik
Bila proses perendaman kurang dari 3 hari, proses fermentasi tidak maksimum menyebabkan tekstur beras aruk tidak mengembang.

3. Penirisan
4. Pembuangan serat
5. Penghancuran dalam air mengalir
6. Penumbukan
7. Pengepresan
8. pengayakan
9. Penyangraian
10. Penjemuran 12 jam
11. Beras Aruk dan pengemasan

 

 

Penulis: Ir. Marwati (Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian-Badan Penyuluhan dan PSDM Pertanian-Kementrian Pertanian
Sumber: 1) Inovasi Teknologi pasca panen Pertanian bioindustri, Badan Litbangtan 2015; 2) http://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/572-beras-aruk-pangan-lokal-bangka-belitung; 3) Sumber pendukung lainnya
Sumber gambar: Inovasi Teknologi Pasca Panen Pertanian Bioindustri, Badan Litbangtan 2015

Tanggal Artikel Diupload : 19-12-2017
Tanggal Cetak : 21-01-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386