Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

PEMBERIAN PAKAN SERAT KASAR TINGGI PRODUK SAMPING PERTANIAN PADA TERNAK SAPI

Sumber Gambar: Spanish.alibaba.com

Ternak ruminansia mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena kemampuannya dalam mengubah biomassa yang kaya akan serat menjadi sumber protein pangan yang berkualitas tinggi (daging dan susu) untuk konsumsi manusia. Aktivitas pemanfaatan sumber serat terjadi di dalam rumen melalui proses fermentasi yang dilakukan oleh mikroba dalam rumen. Dalam proses fermentasi CH4 (gas metana) merupakan produk akhir dari fermentasi karbohidrat di dalam rumen. Pembentukan metana merupakan cara yang utama dalam mengeliminasi hidrogen melalui persamaan:
Ruminansia menghasilkan gas metana dalam rangka untuk mempertahankan kondisi rumen tetap normal. Gas metana diproduksi oleh bakteri methanogen dalam rangka menghindari akumulasi ion hidrogen agar pH rumen tidak menurun, karena dengan keasaman yang tinggi bakteri akan mati. Melalui proses metanogenesis oleh bakteri metanogenik tersebut, CO2 direduksi dengan H2 membentuk CH4. Gas metana yang terbentuk selanjutnya dikeluarkan melalui eruktasi (sekitar 83%), pernapasan (sekitar 16%) dan anus (sekitar 1%) (Vlaming 2008). Bila dipandang dari sisi bakteri, produksi gas metana memiliki nilai kehidupan, sedangkan dipandang dari sisi efisiensi penggunaan energi produksi gas metana merupakan pemborosan dan merugikan bagi ternak tersebut karena merupakan salah satu bentuk kehilangan energi dari pakan yang dikonsumsi. Proporsi energi bruto pakan yang dikonversikan menjadi gas metana adalah sebesar 6-12% (Immig 1996; McCrabb dan Hunter 1999). Semakin besar gas metana yang dihasilkan dalam proses pencernaan maka semakin besar energi yang hilang
Peningkatan proporsi konsentrat dapat menurunkan pH rumen dan populasi mikroba rumen serta merubah profil volatile fatty acid (VFA), VFA (rasio asetat dan propionat menurun) yang pada akhirnya menghasilkan rendahnya emisi metana. Suplementasi sumber karbohidrat terfermentasi pada pakan jerami padi mampu meningkatkan konsumsi pakan yang kemungkinan disebabkan oleh peningkatan kecernaan pakan, namun demikian perhitungan prediksi gas metana hanya berubah sedikit. Monteny et al. (2006), menyebutkan tiga faktor paling penting dalam produksi metana adalah: (1) Fermentasi bahan organik; (2) Jenis VFA yang dihasilkan, yang sangat menentukan kelebihan hidrogen (H) yang dihasilkan di dalam saluran pencernaan dan kebutuhan produksi metana sebagai pembuangan kelebihan hidrogen; dan (3) Effisiensi sintesis mikroba. Fermentasi bahan organik sangat dipengaruhi oleh tingkat konsumsi dan karakteristik degradasi dari fraksi karbohidrat.
Seperti dilaporkan oleh Mills et al. (2003), pada pemberian pakan sapi dengan rasio hijauan konsentrat 1:1, dengan adanya peningkatan pemberian konsentrat dari 10 kg menjadi 25 kg/hari terjadi peningkatan konsumsi yang dibarengi dengan peningkatan produksi metana, namun demikian fraksi energi yang dikonsumsi yang hilang sebagai CH4 berkurang. Sehingga dalam hal ini penghitungan produksi metana setidaknya perlu diukur dari produksi VFA parsial untuk mendapatkan hasil produksi metana yang lebih teliti. Peningkatan pemberian konsentrat dari 50 menjadi 70% menghasilkan peningkatan produktivitas namun produksi metana juga diprediksikan meningkat.

Jenis VFA yang dihasilkan dipengaruhi oleh substrat yang difermentasi di dalam rumen. Penggantian gula dengan pati dalam pakan konsentrat dapat menurunkan produksi CH4, dan merubah proporsi VFA dimana produksi propionat meningkat. Sebagai akibat dari peningkatan propionat maka produksi CH4 menurun karena pembentukan propionat diperlukan unsur hidrogen sebagai akibatnya produksi metana menurun per unit bahan organik yang difermentasi. Sintesis mikroba rumen dipengaruhi oleh kondisi rumen yang dapat berlaku sebagai pembuangan hidrogen. Namun demikian sintesis ini bergantung pada ketersedian amonia atau asam amino sebagai sumber nitrogen, yang pada gilirannya berpengaruh pada keseimbangan hidrogen di dalam rumen dan tipe VFA yang dihasilkan serta jumlah bahan organik yang diubah menjadi VFA. (Suwarna _ BPPSDMP)

 

Sumber : Balai Penelitian Ternak- Bogor

Tanggal Artikel Diupload : 18-12-2017
Tanggal Cetak : 18-02-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386