Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

DINAMIKA KELOMPOK

Sumber Gambar:

Petani, adalah Pengelola Usahatani baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan, yang meliputi petani, pekebun, peternak dan nelayan.
Kelompok Tani, adalah Kumpulan petani/peternak/pekebun yang tumbuh/atau dibentuk berdasarkan kesamaan kepentingan dan keakraban serta keserasian, dalam memanfaatkan sumber daya pertanian untuk bekerja sama meningkatkan produktivitas usahatani dan mengembangkan usaha dan kesejahteraan anggotanya.
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), adalah Kumpulan dari beberapa kelompok tani yang mempunyai kepentingan yang sama dalam pengembangan komoditas usaha tani tertentu untuk menggalang kepentingan bersama, atau merupakan suatu wadah kerjasama antar kelompok tani dalam upaya pengembangan usaha yang lebih besar.

FUNGSI KELOMPOK TANI
Kelembagaan petani (kelompok tani) mempunyai fungsi : sebagai wadah proses pembelajaran, wahana kerja sama, unit penyedia sarana dan prasarana produksi, unit produksi, unit pengolahan dan pemasaran, serta unit jasa penunjang.
1. Kelas Belajar, wadah belajar mengajar bagi anggotanya guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) serta tumbuh dan berkembangnya kemandirian dalam berusaha tani sehingga produktivitasnya meningkat, pendapatannya bertambah serta kehidupan yang lebih sejahtera.
2. Wahana Kerjasama, untuk memperkuat kerjasama diantara sesama petani dalam kelompoktani dan antar kelompoktani serta dengan pihak lain. sehingga usaha taninya akan lebih efisien serta lebih mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan,
3. Unit Produksi, Usahatani yang dilaksanakan secara keseluruhan harus dipandang sebagai satu kesatuan usaha yang dapat dikembangkan untuk mencapai skala ekonomi, baik dari segi kuantitas, kualitas maupun kontinuitas.

KEUNTUNGAN DARI PEMBENTUKAN KELOMPOK TANI
Beberapa keuntungan dari pembentukan kelompok tani itu, antara lain sebagai berikut :
1. Semakin eratnya interaksi dalam kelompok dan semakin terbinanya kepemimpinan kelompok.
2. Semakin terarahnya peningkatan secara cepat tentang jiwa kerjasama antar petani.
3. Semakin cepatnya proses difusi penerapan inovasi atau teknologi baru.
4. Semakin naiknya kemampuan rata-rata pengembalian hutang petani.
5. Semakin meningkatnya orientasi pasar, baik yang berkaitan dengan masukan (input) atau produk yang dihasilkannya.
6. Semakin dapat membantu efesiensi pembagian air irigasi serta pengawasannya oleh petani sendiri.

Sedangkan alasan utama dibentuknya kelompok tani adalah :
1. Untuk memanfaatkan secara lebih baik (optimal) semua sumber daya yang tersedia.
2. Dikembangkan oleh Pemerintah sebagai alat pembangunan.
3. Adanya alasan ideologis yang "mewajibkan" para petani untuk terikat oleh suatu amanat suci yang harus mereka amalkan melalui kelompok taninya

Penumbuhan Kelompok Tani
a. Upaya penumbuhan kelompok tani diarahkan pada tumbuhnya suatu kerjasama yang bersumber dari kesadaran petani dengan cara bergabung dalam kelompok untuk meningkatkan taraf hidupnya. Kelompok tani berfungsi sebagai wadah belajar, unit produksi, wahana kerjasama dan sebagai wadah pembinaan petani. Penumbuhan kelompok tani dilaksanakan oleh dan untuk kepentingan petani sendiri.
b. Penumbuhan kelompok tani dapat berdasarkan hamparan usaha tani, domisili petani atau jenis usaha tani tergantung kesepakatan para petani anggota kelompok.
Proses Penumbuhan Kelompok Tani
•Pendataan Lapangan dan Motivasi Petani Pada tahap awal diperlukan pengumpulan data lapangan dan memberikan motivasi melalui penyelenggaraan penyuluhan kepada petani. Pada pelaksanaan pendataan lapangan ini dilakukan pertemuan untuk memberikan informasi dan motivasi tentang tujuan adanya kelompok tani, manfaat kelompok tani, proses musyawarah untuk menumbuhkan kelompok, cara kerja kelompok, pentingnya kerjasama diantara anggota kelompok atau kerjasama antar kelompok serta informasi lain dalam upaya memotivasi petani untuk menjadi kelompok tani.
•Penumbuhan Kelompok Tani Penumbuhan kelompok tani ini dilakukan dalam pertemuan/ musyawarah petani yang dihadiri oleh para petani, tokoh masyarakat, pamong desa, petugas/penyuluh dan instansi terkait. Susunan kepengurusan kelompok tani minimal terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara serta dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan kelompok. Timbulnya kelompok tani baru dinyatakan dalam berita acara hasil musyawarah yang diketahui oleh Kepala Desa/Kampung. Dalam upaya pengembangan kelompok tani yang ingin dicapai adalah terwujudnya kelompok tani yang dinamis, dimana para petani mempunyai disiplin, tanggung jawab dan terampil dalam kerjasama mengelola kegiatan usaha taninya, serta dalam upaya meningkatkan skala usaha dan peningkatan usaha kearah yang lebih besar dan bersifat komersial, kelompok tani dapat. (Iwan M).
Sumber:
portalgaruda.org/article.php?article=333246&val=7803&title

 

Tanggal Artikel Diupload : 18-12-2017
Tanggal Cetak : 16-08-2018

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386