Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

MENGENALI HAMA UTAMA KELAPA SAWIT

Sumber Gambar: www.google.com

Kelapa sawit saat ini menjadi primadona terutama karena minyak yang dihasilkan selain dapat dipergunakan sebagai bahan untuk mengolah makanan juga dapat sebagai sumber energy terbarukan. Tahun 2017 kelapa sawit digolongkan sebagai komoditi strategi nasional karena selain mempunyai nilai ekonomis tinggi juga sebagai sumber devisa negara Indonesia saat menduduki peringkat satu didunia sebagai penghasil kelapa sawit, mempunyai kebun sawit yang paling luas yang tersebar di beberapa propinsi, dengan produksi mencapai 31,10 Juta ton. Untuk mendapatkan produksi yang optimal, tanaman sawit harus dipelihara dengan baik dan hindari serangan berbagai hama. Kita mengenal banyak hama yang menyerang tanaman sawit diantaranya adalah hama ulat api, ulat kantong, kumbang nyiur dan tikus.

Ulat api
Dari beberapa jenis ulat api kita kenal ulat api Setora nitens dan ulat api Setothosea asigna yang masing-masing mempunyai cirri sebagai berikut:1) ulat api Setora nitens, mempunyai telur pipih dan bening, telur terletak di permukaan bawah daun dalam 3-5 deret atau bahkan sampai 20 deret. Larva berwarna hijau kekuningan dengan panjang 40 mm dan mempunyai dua rumpun bulu kasar di kepala dan dua rumpun dibagian ekor. Bila jumlah ulat mencapai 5-10 ekor per pelepah, segera dikendalikan karena merupakan populasi kritis. Kepompong berbentuk bulat berwarna cokelat, imago berwarna cokelat kelabu dengan garis hitam pada tepi sayapdepan. Gejala serangan dimulai dari daun bagian bawah dimana helaian daun berlubang bahkan habis sama sekali hingga hanya tinggal tulang daunnya saja. Pada serangan berat tanaman akan kehilangan daun sekitar 90%. pada tahun pertama setelah serangan produksi turun hingga sekitar 69% dan pada tahun kedua sekitar 27%: dan 2) Ulat api Setothosea asigna. Telur diletakkan berderet 3-4 baris pada permukaan daun, warna larva hijau kekuningan dengan bercak-bercak di punggungnya. Seekorlarva mampu memakan 300---500 cm2 daun dan umumnya pupa berada sedikit dibawah permukaan daun.

Ulat kantong
Dua jenis ulat kantong yang menyerang tanaman sawit yaitu Mahasena corbetti dan Metisa plana masing-masing dengan cirri sebagai berikut: 1) Mahasena corbetti telur diletakkan dalam kantong dengan jumlah berkisar 2.000-3.000 butir. Larva hidup dalam kantong yang terbuat dari potongan dedauanan diikat dengan benang-benang dari air liunya warna larva cokelat kemerahan. Larva muda berada di permukaan atas daun dan merambat kepermukaan bawah daun. Ulat menyerang bagian atas daun, yang betina berbentuk ulat dan tidak pernah meninggalkan kantongnya sedang yang jantan berupa kupu-kupu berwarna cokelat.Tingkat populasi kritis untuk dilakukan pengendalian bilajumlah populasi 4-5 ekor per pelepah; dan 2) Metisa plana, ulat ini salah satu ulat pemakan daun yang sangat merugikan. Panjang larva12 mm berwarna cokelat kemerahan,hidup dalam kantong yang menggantung pada permukaan bawah daun. Imago jantan berupa kupu-kupu dengan antenna panjang dan berbulu pada ujungnya, sayap berwarna cokelat kehitaman. Imago betina berbentuk seperti ulat. Tingkat populasikritis untuk segera dilakukan pengendalian uyaitu bila ada sekitar 20-30 ekor ada di pelepah. Gejala serangan ulat kantong yaitu daun sudah tidak utuh lagi, rusak dan berlubang-lubang. Kerusakan helaian daun dimulai dari lapiasan epidermisnya. Selanjutnya daun mongering yang menyebabkan tajuk bagian bawah berwarna abu-abu dan hanya daun muda yang masih berwarna hijau. Ulat kantong dapat menimbulkan produksi turun sekitar 40%

Kumbang nyiur
Kumbang nyiur dikenal dalam bahasa latin Oryctes rhinoceros, Kumbang nyiur mempunyai empat stadia dalam kehidupannya yaitu telur, larva, pupa dan imago. Telu berbentuk lonjong berwarna putih. Telur biasanya dijumpai pada sampah-sampah/bahan organic yang sedang membusuk juga pada luka-luka tanaman sedang membusuk. Larva yang baru keluar berwarna putih, bagian mulut berwarnamerah kecokelatan. Bentuk badan larva membengkok, bagian ujung abdomen membentuk kantong. Larva ditumbuhi rambut pendek dan biasanya ditemui ditumpukan serasah sisa tanaman. Pupa berwarna cokelat, pupa terdapat dalam kokon yang dibuat dari tanahatau sisa-sisa serat tanaman.Imago berwarna cokelat kehitaman dengan ukuran 40-50 mm Pada perut betina terdapat bulu-bulu halus
Gejala serangan tampak guntingan/potongan pada daun yang baru terbuka seperti huruf V, hal ini karena kumbang menyerang pucuk dan pangkal daun muda yang belum membuka dan merusak jaringan aktif untuk pertumbuhan. Serangan dilakukan baik oleh kumbang jantan maupun betina. Bila kumbang menyerang titik tumbuh maka pohon sawit akan mati;

Tikus
Tikus yang sering dijumpai di perkebunan kelapa sawit adalahtikus belukan (rattus tiomanicus). Hama tikus termasuk mamalia , yang menyerang tanaman pada semua umur mulai dari pembibitan sampai tanaman menghasilkan. Adapun gejala serangan tikus pada areal pembenihan kelapa sawit, tikus menyerang bagian pucuk daun benih. Pada tanaman belum menghasilkan, tikus memakan pelepaah daun, sedangkan pada tanaman menghasilkan tikus menyerang titik tumbuh yang menyebabkan kematian tanaman. Kerugian karena serangan tikus antara lain menyebabkan kematian tanaman muda 20%,kehilangan produksi 20% dari total produksi, menyebabkab turunnya kualitas minyak sawit karena gigitan/keratin tikus pada buah kelapa sawitdan turunnya populasi serangga penyerbuk (Elaeidobius kamerunicus)

oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com
Sumber : Dihimpun dari beberapa sumber

Tanggal Artikel Diupload : 11-09-2017
Tanggal Cetak : 18-11-2017

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386