Published on Cyber Extension - Pusluhtan Kementan
(http://cybex.pertanian.go.id)
email sekretariat : cyberextension@gmail.com

IDENTIFIKASI PENYAKIT UTAMA KELAPA SAWIT SECARA SEDERHANA

Sumber Gambar: www.google.com

Penyakit tanaman dapat dilihat dengan mata telanjang jika dilihat dari gejala yang timbul. Gejala yang disebabkan penyakit dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu bercak, keriput dan bengkak. Gejala bercak dapat berupa hawar (bercak yang meluas), menguning, kelayuan, mati pucuk (dieback), busuk, kanker, dan rebah. Gejala keriput dapat berupa kerdil, klorosis, mozaik dan albinasi. Sedangkan gejala bengkak dapat berupa gigantisme, kudis, kalus dan fasikulasi. Penyebab penyakit utama pada tanaman dibedakan menjadi empat yaitu bkteri, jamur, virus dan nematode.
Identifikasi penyakit pada tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara sederhana dengan mengenali gejala serangan yang ditimbulkan dan melihat organisme menyerang. Dengan cara sedehana ini memudahkan petani kelapa sawit untuk melakukan pencegahan maupun pengendaliannya. Beberapa penyakit yang menyerang tanaman sawit antara lain: Penyakit busuk akar, antraknosa, bercak atau hawar daun, busuk daun, busuk pangkal pupus, busuk pangkal batang dan busuk tandan dengan gejala dan penyebab penyakit sebagai berikut:
1. Busuk akar
Penyebab busuk akar yaitu beberapa jenisjamur yaitu Rhizoctonia, Phytium dan Fusarium. Gejala: 1) pada daun terlihat kusam, warna hijau pucat kemudian layu. Selanjautnya mulai dari ujung daun menguning akhirnya warna menjadi cokelat gelap; 2) pada akar terjadi pembusukan pada jaringan kortikal, selanjutnya jaringan didalam akar busuk , berwarna kuning kecokelatan. Penyakit menyerang benih sawit, pada serangan berat menyebabkan kematian benih.
2. Antraknosa
Penyakit disebabkan jamur Botryodiplodia spp, melaconium elaeidis dan Gromerella cingulata. Gejala penyakit terutama dijumpai pada bibit sawit umur > 2 bulan, pada bagian tengah atau ujung daun berupa bintik terang yang kemudian melebar dan daun menjadikuning dan cokelat gelap, jaringan yang terserang luka selanjutnya tanaman mati;
3. Bercak atau hawar daun
Penyebab penyakit adalah jamur Curvularia eragrostidis, jamur ini menyerang daun pupus yang belum membuka. Gejala timbul bercak bulat kecil berwarna kuning tembus cahaya dan dapat dilihat di kedua permukaan daun, Bercak membesar bentuknya tetap bulat warna sedikit demi sedikit berubah menjadi cokelat muda dan pucat. Kemudian bercak berubah menjadi cokelat tua dan umumnya dikelilingi oleh halo jingga kekuningan. Pada serangan berat, daun yang tua mongering, mengeriting dan menjadi rapuh
4. Busuk daun
Penyebabnya jamur Corticium solani. Gejala yang pertama kali diserang adalah daun-daun tombak disusul daun-daun yang tua, Bentuk luka tidak teratur, pucat dan dikelilingizona ungu cokelat, kemudian luka menjadi membesar, warna cokelat.
5. Karat daun
Penyebab penyakit adalah ganggang Cephaleuros virescens. Gejala serangan Penyakit karat umumnya menyerang daun tua, permukaan daun yang terserang tampak tidak mengkilat, kotor dan berwarna kemerahan. Karat muda berwarna hijau kelabu sedang yang tua merah bata. Koloni ganggang biasanya menyatu menutupi sebagian besar permukaan helaian daun dan menyebar terutama pada anak-anak daun ditengah pelepah;
6. Busuk pangkal pupus
Penyebab penyakit adalah gabungan dari beberapa mikroba yaitu Erwinia, Penilillium, Phytophtora, Marasmius, Pestalotiopsis, Fusarium dan Curvularia. Gejala awal daun pupus sekitar 8 pelepah menguning kemudian mongering dan berwarna cokelat. Semula bagian pangkal pupusberdiri tegak, makin lama makin condong dan akhirnya pangkalnya patah. Jaringan di pangkal pupus membusuk, berair dan berbau busuk. Pembusukan berlanjut ke sekitar titik tumbuh. Pada seranganberat pembusukan mengarah ke jaringan dibagian tengah batang yag berakibat hancurnya seluruh jaringan dan akhirnya hamper seluruh sisa pelepah mongering..
7. Busuk pangkal batang
Penyebab penyakit Ganoderma boninense. Gejala pada tanaman yang belum menghasilkan yaitu daun kuning kemudian mongering, terjadi pembusukan pada pangkal batang, tanaman mongering dan mati. Gejala serangan pada tanaman menghasilkan yaitu daun menguning diikuti dengan akumulasi daun tombak, pelepah bagianbawah daun menggantung pada pangkal batang atau bagian tengah tanaman kelapa sawit mengalami pembusukan yang diikuti tumbuhnya tubuh buah Ganoderma dan tanaman tiba-tiba tumbang karena bagian bawah batang telah membusuk.
8. Busuk tandan
Penyebabnya jamur Marasmius palmivorus. Gejala awal ditandai dengan adanya rizomoerf jamur berwarna putih pada permukaan buah terutama dibagian pangkal, mula-mula pada tandan terbawah. Penyakit biasanya mulaimenyerang buah berumur 2-4bulan, namun kadang-kadang tandan dan bungapun terserang. Tandan yang terserang menjadi rusak sebagian atau seluruhnya menjadi busuk, perikarp menjadi lembek berwarna cokelat, kemudian menghitam yang menyebabkan naiknya kadar asam lemak bebas dalam minyak yang dihasilkan.

oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com
Sumber : 1) Pedoman Identifikasi Organisme Pengganggu tumbuhan (OPT) Perkebunan,2009, Ditlin Perkebunan, Ditjen Perkebunan, dan 2) Dihimpun dari beberapa sumber

Tanggal Artikel Diupload : 11-09-2017
Tanggal Cetak : 18-11-2017

Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Jl. Harsono RM No.3 Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Telp/Fax. 021-7804386