Materi Lokalita >> JAWA TIMUR >> KABUPATEN BOJONEGORO >> BP3K Purwosari

Pemanfaatan Pekarangan Dengan Tanaman Buah Naga oleh Petani Desa Pojok Kecamatan Purwosari Bojonegoro Jatim

Sumber Gambar: Dokumen dinas

Berawal dari Hobby dan keuletan salah seorang petani bernama Sugianto desa pojok kecamatan purwosari mulai memanfaatkan tanah pekarangannya untuk budidaya tanaman buah, tanaman buah yang dipilih adalah tanaman buah naga karena memiliki manfaat yang cukup banyak untuk kesehatan diantaranya untuk mencegah kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tinggi serat, mengontrol diabetes, Kaya akan Magnesium dan Vitamin B, Kaya Zat Besi dan Mencegah Anemia, dan masih banyak lagi manfaat dari buah naga. Tanaman buah naga sangat cocok ditanam didataran rendah, dan cukup sinar matahari, kecamatan purwosari termasuk dataran rendah pada ketinggian 24 m sampai dengan 45 m dari permukaan air laut.
Pengembangan buah naga dikecamatan purwosari ini sebagian besar dengan menggunakan Cara vegetatif karena lebih mudah dan lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Penyetekkan buah naga dapat dilakukan dengan cara memilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman. Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit. Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.
Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisa pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm. Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Di ujung bagian atas diberikan penopang dari ban motor bekas Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.
Perawatan tanaman sangatlah diperlukan untuk tumbuh kembang tanaman, Pemupukan dengan pupuk kompos dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam, pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50-20 gram perlubang tanam, pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati dan hormone perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil. Penyiraman yang dilakukan masih menggunakan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter, frekuensi penyiraman 3 kali sehari dimusim kering atau sesuai kondisi tanah. Selain pemupukan dan penyiraman, petani didesa pojok tersebut melakukan pemangkasan pada tanaman buah naga, pemangkasan yang dilakukan adalah pemangkasan peremajaan terhadap cabang produksi yang kurang produktif, biasanya sudah pernah berbuah, hasil pemangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit.
Tanaman buah naga berumur panjang, siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun, budidaya buah naga didesa pojok ini mulai berbuah untuk pertama kalinya pada bulan ke-10 hingga 12 terhitung setelah tanam, produktivitas pada panen pertama tidak langsung optimal, dan hasil panen lebih banyak pada panen kedua. Ciri- ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap, jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang, mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput, ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram. Tanaman buah naga didesa pojok berbuah setahun sekali dan berbuah selama tiga bulan berturut-turut, dalam satu tiang beton biasanya menghasilkan 10-15 buah. Sementara ini untuk hasil panen masih dipasarkan secara lokal dan dikonsumsi sendiri serta dikonsumsi warga setempat. Petani bersama- sama dengan petugas penyuluh lapang desa pojok mensosialisasikan untuk pemanfaatan pekarangan baik untuk tanaman buah maupun tanaman sayuran, harapan kedepannya setiap warga didesa pojok bisa dan mau memanfaatkan lahan pekarangannya untuk tanaman buah, selain bermanfaat untuk diri sendiri juga bisa bermanfaat untuk menambah penghasilan keluarga. Semoga menginspirasi dan selamat berkebun…
(Oleh Lian Dwi Parhana S. SP, PPL Kec. Purwosari)

Tanggal Artikel : 11-01-2019

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait