Materi Lokalita >> KALIMANTAN BARAT >> KABUPATEN KETAPANG >> BP3K Simpang Hulu

MANFAAT GEDEBOK PISANG SEBAGAI BIOSTARTER

Pisang adalah kata yang begitu akrab di telinga kita dengan segudang manfaat. Seluruh bagian dari pisang mulai dari daun, jantung (ontong), buah, bonggol, kulit sampai dengan batang pohonnya bisa dimanfaatkan. Khusus untuk batang pisang, pemanfaatannya telah lumayan dikenal di kalangan peternak ruminansia (sapi, kambing dsb). Namun pemanfaatan untuk pembuatan mikro organisme lokal atau lelih dikenal dengan istilah MOL jarang sekali dilirik. Gedebog pisang yang selama ini tidak dimanfaatkan ternyata dapat digunakan untuk mempercepat proses pembusukan dengan metode yang mudah dan murah.

Alat – Alat yang diperlukan :
1. Panci untuk memasak
2. Kompor / tungku
3. Drum Plastik / Bak / ember tertutup.

Bahan – Bahan yang diperlukan :
1. Gedebog pisang dari hasil pohon pisang yang sudah berbuah.
2. Terasi dapur ¼ kg
3. Tetes tebu 2 Liter / 3 Ons
4. Ragi tapai 2 butir
5. Air Sumur kapasitas 25 - 30 liter
6. Air Rendaman Beras (Leri) 10 liter

Cara Membuat :
1. Batang gedebog dipotong-potong dan direndam dalam air dan ditutup rapat. Diamkan selama 1 sampai 2 minggu.
2. Setelah satu minggu batang pisang diperas sampai mengeluarkan lendir dan dipisahkan antara air perasannya dan sisa gedebok.
3. Rebus terasi dalam 1 liter air sampai mendidih dan didiamkan sampai dingin.
4. Air rendaman perasan gedebog dicampur dengan Tetes tebu/Gula merah.
5. Tambahkan Rebusan Terasi, Leri, terakhir ragi tape yang dihaluskan dan diaduk-aduk.
6. Kemudian didiamkan selama 2 minggu dalam keadaan wadah (Drum) tertutup rapat.
7. Setiap 3 hari sekali dilakukan pengadukan secara rutin/ berkala. Tujuan dari Pengadukan untuk menambah sirkulasi dari oksigen dari udara yang masuk.

Tanda - tanda aktivator gedebog pisang yang sudah jadi dan dapat digunakan :
1. Ada buih – buih dilapisan permukaan.
2. Aromanya segar cenderung kecut karena proses fermentasi.
3. Keruh dan banyak gelembung – gelembung.

Cara penggunaan :
1. Untuk bibit / bieng mikrobia: 1 liter dekomposer dijadikan 10 liter( ditambah 9 liter air ) dan didamkan satu minggu dengan pengadukan setiap 2 hari sekali. Dosis ini dapat disiramkan lingsung ke sawah.
2. Untuk membuat kompos: 1 liter dekomposer dicairkan menjadi 5 liter ( tambah 4 liter air ) disiramkan / disemprotkan pada bahan yang akan dikomposkan sampai lembab.

Manfaat :
a. Untuk pupuk daun MOL diencerkan dengan perbandingan 1:1000.
Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman di pagi hari atau sore hari.
b. Untuk mempercepat pengomposan.
c. Untuk memperbaiki kondisi tanah dengan disiramkan langsung.
d. Untuk mengurangi bau dari kotoran peternakan, kotoran rumah tangga, bau got dan lain – lain.

 

Tanggal Artikel : 11-01-2019

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait