Materi Lokalita >> JAMBI >> KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT >> BP3K Kuala Betara

MODEL PENGELOLAAN AIR DILAHAN PASANG SURUT

Sumber Gambar: Ir. sixnoseptriadi

Lahan rawa adalah lahan yang sering tergenang terus menerus akibat drainase buruk. Sedangkan lahan rawa pasang surut adalah lahan yang dipengaruhi pasang surut air laut
Peran lahan rawa pasang surut sangatlah penting dan strategis dalam peningkatan produksi pertanian kedepan, mengingat semakin berkurangnya lahan untuk pertanian akibat konversi lahan pertanian, pertumbuhan penduduk serta fragmentasi kepemilikan lahan usaha tani. Lahan rawa pasang surut dapat dibagi atas 4 type al:
1. Type A : Lahan yang selalu diluapi air pasang, baik pasang besar maupun kecil.
2. Type B : Lahan yang hanya diluapi pasang kecil
3. Type C : Lahan tidak terluapi air pasang tetapi kedalaman air tanah < 50 cm.
4. Type D : Lahan tidak terluapi air pasang tetapi kedalaman air tanah > 50 cm.
Pengelolaan air di lahan pasang surut tidak lah cukup mengandalkan pergerakan air pasang, tetapi memerlukan teknologi untuk meningkatkan efesiensi kualitas tanah dan produktivitas pelindian dan memperbaiki kualitas tanah sehingga produktivitas lahan menjadi lebih baik
Kearifan local petani lahan rawa dapat dimanfaatkan untuk memperkaya teknologi pengelolaan air sehingga dapat dapat meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani dengan memperhatikan dinamika tanah, biodiversitas dan kelestarian lingkungan. Kearifan local petani dilahan rawa pasang surut dengan cara :
1. Petani menggunakan paralon pada tempat keluar masuknya air (pintu airnya)
2. Pada ujung paralon dibagian luar lahan dipasangkan terpal yang dibuat seperti tabung (ujung dan pangkalnya bolong).
3. Pada kondisi air pasang maka terpal yang terpasang diujung paralon akan melipat sehingga menutup air memasuki paralon.
4. Akan tetapi apabila air surut maka air yang berada dalam saluran akan terdorong keluar lahan.
Dengan system buka tutup secara otomatis akibat air pasang ini pada prinsipnya merupakan system drainase semi satu arah, yakni air pasang tidak dapat masuk kelahan disaat air pasang akan tetapi air dalam lahan keluar disaat air pasang diluar lahan surut. Sehingga pencucian akan terjadi seiring keluarnya air dalan lahan / saluran tersebut.

Penulis : Ir. SIXNOSEPTIARDY
Penyuluh THL-TBPP WKPP Kel. Betara Kiri dan Desa Dataran Pinang
Kecamatan Kuala Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi

Tanggal Artikel : 06-12-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait