Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN BREBES

PENGOLAHAN TANAH YANG BAIK PADA TANAMAN BAWANG MERAH

Sumber Gambar:

Tanah merupakan tempat tumbuhnya suatu tanaman, termasuk pada tanaman bawang merah perlu pengelolaan / pengolahan yang baik. Perlu persiapan khusus karena dalam budidaya untuk tanaman bawang merah begitu intensif terutama perlakuan pupuk kimia, sementara bagi petani untuk pupuk organik agak diabaikan yang mana dapat mengurangi kesuburan tanah.
Bawang merah sebagai kelompok tanaman yang dipanen pada bagian umbi memerlukan media tanah yang gembur, agar pertumbuhan dan pembentukan umbi umbi lebih optimal. Bawang merah termasuk tanaman yang rentan terhadap genangan air maka drainase harus lebih baik. Pengolahan tanah dilakukan sekaligus untuk membentuk pola drainase agar pergerakan air mudah dikendalikan.
Beberapa tahap pengolahan tanah untuk budidaya bawang merah yang baik, antara lain :
(1) Pembuatan Bedengan
Pembuatan bedengan bertujuan sebagai tempat tumbuh tanaman dan mengatur jalannya air (agar tanaman tidak terendam). Dengan bedengan jumlah tanaman bisa dikontrol dan pemeliharaan lebih mudah. Kemiringan lahan perlu dijadikan acuan dalam menentukan arah bedengan, hal ini bertujuan agar drainase bisa lancar.
Dalam pembuatan bedengan ini sekaligus dibuat parit-parit atau selokan. Parit atau selokan berfungsi untuk menampung air saat agar saat hujan tidak kebanjiran sekaligus dijadikan sebagai tempat cadangan air untuk penyiraman.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bedengan lahan antara lain :
• Lebar bedengan minimal 120-200 cm. Panjang bedengan menyesuaikan lahan.
• Jarak antar bedengan 40-50 cm dengan kedalaman minimal 30 cm.
• Kedalaman selokan harus mempertimbangkan ketinggian permukaan maksimal air. Ketinggian air yang tertampung harus lebih rendah dari kedalaman akar.
• Pada saat pembuatan bedengan sekaligus dapat dilakukan pengapuran dan penambahan pupuk organik ( kompos ) yang telah terfermentasi dengan takaran 5 kg/m2.

(2) Pembalikan Tanah
Pembalikan tanah dengan tujuan untuk memecah kapiler tanah dan memperbaiki aerasi udara. Pencangkulan akan mengubah struktur tanah yang tadinya padat atau keras menjadi gembur atau remah sehingga akar tanaman dapat dengan mudah menembus tanah untuk mengambil zat makanan.
Tanah yang sudah dibalik sebaiknya dibiarkan agar terkena sinar matahari selama kurang lebih 2 minggu supaya terjadi pertukaran udara dan bibit penyakit atau hama yang berada di dalam tanah hilang.
Setelah tanah dibalik dilanjutkan dengan pengaplikasian mikroba dekomposer. Tujuan dari aplikasi mikroba dekomposer adalah sebagai berikut :
• Mempercepat dekomposisi bahan organik tanah yang tertimbun dalam tanah seperti jerami, rumput kering, atau dedaunan lainnya
• Melarutkan sisa-sisa pupuk anorganik (terutama P) yang terserap dalam tanah
• Meningkatkan porositas tanah
• Meningkatkan penyerapan hara tanah oleh tanaman
• Dosis : 5 liter/ha

(3) Penggemburan

Penggemburan bertujuan meremahkan tanah supaya akar berkembang maksimal, semakin gembur tanah akan mendukung pertumbuhan awal tanaman (perkecambahan ataupun pertumbuhan tanaman muda). Dengan penggemburan ini struktur tanah menjadi remah dan permukaan tanah menjadi rata.

Tanggal Artikel : 09-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait