Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN BREBES

Prinsip–prinsip Pengendalian OPT pada Tanaman Bawang Merah

Sumber Gambar:

Pengendalian OPT dilakukan dengan sistem PHT, melalui kegiatan pemantauan dan pengamatan, pengambilan keputusan, dan tindakan pengendalian dengan memperhatikan keamanan bagi manusia serta lingkungan hidup secara berkesinambungan.
Pemantauan dan pengamatan dilakukan terhadap perkembangan OPT dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Pengambikan keputusan dilakukan berdasarkan hasil analisis data pemantauan dan pengamatan. Keputusan dapat berupa : diteruskannya pemantauan dan pengamatan, atau tindakan pengendalian. Pemantauan dan pengamatan dilanjutkan jika populasi dan atau tingkat serangan OPT tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis. Pengendalian dilakukan jika populasi dan atau tingkat serangan OPT dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis

1. Pemasangan perangkap :

Perangkap feromonoid seks dipasang sebanyak 50 buah/ha untuk menangkap ngengat S. exigua (Gambar 14). Perangkap likat warna kuning dapat digunakan untuk menekan serangan lalat pengorok daun L. chinensis, dipasang segera setelah tanaman bawang merah tumbuh. Jumlah perangkap yang dibutuhkan adalah sebanyak 40 buah/ ha. Perangkap likat warna putih atau biru untuk T. tabaci sebanyak 50 buah/ha

2. Pemasangan perangkap lampu

Perangkap lampu neon (TL 10 watt) dengan waktu nyala mulai pukul 18.00 sampai dengan 24.00 paling efisien dan efektif untuk menangkap imago dan menekan serangan S. exigua pada bawang merah. Daya penekanan terhadap tingkat kerusakan mencapai 74 – 81%.
Jika imago betina mempunyai kemampuan bertelur sebanyak 600 butir dengan daya tetas 30-40%, dan diasumsikan perbandingan jantan-betina 50% dari imago yang tertangkap, maka dapat dikatakan bahwa perangkap lampu neon (TL 10 watt) dapat menekan populasi larva S. exigua sebanyak 124,53/2 x 600 x 35% = 1.075,65 larva/minggu. Penerapan penggunaan lampu perangkap di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada luasan 1 ha digunakan 30 titik lampu dengan jarak pemasangan 20 m x 15 m. Waktu pemasangan dan penyalaan lampu 1 minggu sebelum tanam sampai dengan menjelang panen (60 hari). Lampu dinyalakan mulai pukul 17.00 – 06.00 WIB. Tinggi pemasangan lampu antara 10 – 15 cm di atas bak perangkap, sedangkan mulut bak perangkap tidak boleh lebih dari 40 cm di atas pucuk tanaman bawang merah.

 3. Penggunaan sungkup

Penggunaan sungkup kain kasa dapat menekan populasi telur dan larva serta intensitas kerusakan tanaman serta secara tidak langsung juga mampu meningkatkan jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah umbi bawang merah. Kelambu kasa plastik tahan sampai dengan 6 – 8 musim tanam.

4. Pengendalian secara mekanik

Pengendalian secara mekanik dilakukan dengan cara mengumpulkan kelompok telur dan larva S. exigua (nguler) lalu memusnahkannya. Pengendalian secara mekanik dilakukan pada umur tanaman bawang merah 7 - 35 hari setelah tanam (Setiawati 1997).

Ambang Pengendalian (AP)

a. Hama

Pada musim kemarau, AP S. exigua adalah paket telur 0,1 per tanaman contoh atau kerusakan daun sebesar 5% per tanaman contoh. Pada musim hujan AP S. exigua adalah paket telur 0,3 per tanaman contoh atau kerusakan daun sebesar 10% per tanaman contoh.

b. Penyakit :

AP penyakit bercak ungu (trotol) adalah kerusakan daun sebesar 10% per tanaman contoh. AP penyakit antraknose adalah kerusakan daun sebesar 10% per petak contoh.

 KEPUTUSAN PENGENDALIAN

a. Hama
Jika jumlah telur S. exigua atau kerusakan tanaman mencapai ambang pengendalian, dilakukan penyemprotan insektisida yang efektif dan dianjurkan. Penyemprotan dilakukan pada sore hari.

b. Penyakit :

Jika ambang pengendalian penyakit bercak ungu atau antraknose telah tercapai, dilakukan penyemprotan dengan fungisida yang efektif dan dianjurkan. Penyemprotan dilakukan pada sore hari.

Tanggal Artikel : 09-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait