Materi Lokalita >> SUMATERA BARAT >> KABUPATEN TANAH DATAR >> BP3K BPP Tanjung Emas

YUK...BERTANAM KEDELAI

Sumber Gambar: documentasi admin

Kedelai merupakan bahan pokok pembuatan tahu dan tempe yang menjadi lauk pauk utama masyarakat Indonesia. Hampir setiap tahun indonesia mengimpor puluhan ribu ton kedelai, padahal potensi alam indonesia juga cukup prospek untuk dilakukan budidaya kedelai secara massif. Untuk memperbesar peluang keberhasilan, didaerah-daerah yang belum ditanami kedelai perlu diinokulasi dengan bakteri RHIZOBIUM. Berikut ini adalah cara budidaya bertanam kedelai yang baik :
a. Syarat Tumbuh
Tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik pada jenis tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol, atau andosol. Pertumbuhan tanaman kedelai kurang baik pada tanah pasir, dan pH tanah yang baik untuk pertumbuhan kedelai adalah 6 - 6,5 dan dapat tumbuh baik di antara garis lintang 0º-52º , dengan curah hujan diatas 500 mm setahun, suhu optimal 25º-30º C dengan penyinaran penuh minimal 10 jam perhari, kelembaban rata-rata 65%.
b. Benih
Agar diperoleh tanaman yang seragam dengan populasi optimal harus menggunakan benih yang bermutu tinggi. Sifat-sifat benih kedelai yang bermutu tinggi adalah sebagai berikut : a. Daya kecambah tinggi yaitu 80% b. Mempunyai vigor yang baik(benih tumbuh serentak cepat dan sehat) c. Murni, bersih, sehat, bernas, tidak keriput, atau luka bekas serangga d. Benih baru
kebutuhan benih sekitar 50 kg/ha biji kecil (±600.000 butir) dan 80 kg/ha untuk biji besar (±600.000 butir). Varietas umur genjah (70-80 hari), varietas sedang berumur >80-90 hari dan varietas dalam berumur > 90 hari. Benih yang dipakai petani saat ini adalah varietas anjasmoro.
c. Pengolahan tanah
Tanaman kedelai sangat peka terhadap kandungan air sehingga harus memperhatikan daerah tanam dan macam lahan yang di tanam. Lahan cukup dibersihkan dan dibuat saluran drainase dengan jarak 3 meter untuk menghindari genangan air. Pada lahan tegal diolah hingga gembur (olah tanah sempurna), dibuat bedengan 2-3 meter atau teras dengan batas pematang.
d. Tanam
Pada saat tanam tiba, hendaknya tanah cukup lembab agar benih cepat tumbuh. Penanaman optimal 7 hari setelah dilakukan persiapan lahan dan pengolahan tanah, dengan perlakuan benih seed treatment antara lain dengan 10 gram Marshal/kg benih untuk pencegahan hama lalat kacang. Jarak tanam 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm, jumlah benih 2-3 biji/lubang. Jumlah lubang 250.000/ha, populasi optimal 450.000 tanaman/ha.
e. Pemupukkan
Untuk produksi yang tinggi dianjurkan memupuk sebagai berikut: 1. Pupuk dasar Diberikan pada saat tanam atau sehari sebelum tanam, Dosisnya yaitu 24,5-48,9 kg urea, 97,8kg TSP dan 49,9kg Kcl per hektar 2. Pupuk susulan 1 Diberikan pada saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam( menjelang tanaman berbunga) dosisnya hanya urea saja sebanyak 48,9kg per hektar.
f. Penyiangan
Tanpa penyiangan penurunan hasil dapat mencapai 10-50%. Penyiangan pertama dilakukan ± 3 minggu setelah tanam dan kedua ± 6 minggu setelah tanam, pada daerah yang sukar tenaga dapat digunakan herbisda pra tumbuh.
g. Panen
Panen terlalu awal mengakibatkan banyaknya biji muda yang akan menjadi butir keriput dalam kondisi kering, dan kurang tahan jika disimpan. Sedangkan panen terlambat dapat menimbulkan kecambah, berjamur, busuk, dan berkutu serta kehilangan biji yang disebabkan polong pecah. Umur kedelai berkisar antara 72-90 hari tergantung varietas. Pada saat panen ditandai dengan daun berwarna kuning kecoklatan hitaman dan rontok serta batang bawah kering, kondisi normal kadar air berkisar 20-24%. Panen dilakukan dengan cara memotong batang dengan sabit bergerigi. Baiknya tanaman tidak tercabut agar bintil akar Rhizobium tetap dalam tanah sebagai pupuk.
Jika prosedur budidaya kedelai tersebut dilakukan dengan benar bisa menghasilkan potensi ekonomi yang menggiurkan. Sebab pangsa pasar untuk kedelai sangat terbuka luas.

Lampiran :

Tanggal Artikel : 09-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait