Materi Lokalita >> ACEH >> KABUPATEN ACEH BARAT DAYA >> BP3K Kuala Batee

SELEKSI BENIH PADI MENGGUNAKAN LARUTAN ZA

Sumber Gambar: BP3K KUALA BATEE

 

SELEKSI BENIH PADI DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN ZA

DISUSUN OLEH : M.SYARIF

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan terhadap produksi,arena mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan produksi padi sampai 40%. Atas dasar hal tersebut sebelum benih disemaikan , agar tanaman tumbuhnya baik, berproduksi tinggi sesuai harapan hendaknya dimulai dari pemilihan varietas, dan seleksi benih padi.Bagian Utama
Penyediaan benih tidak dapat dipandang hal yang mudah,karena seberapa maksimumnya pengelolaan unsur lain tanpa ditunjang dengan penyediaan benih unggul bermutu,sulit diperoleh hasil yang optimum. Seleksi benih dilakukan dalam rangka untuk memperoleh benih unggul bermutu yaitu benih yang mempunyai sifat tingkat potensi hasil yang tinggi, tingkat keseragaman, kemurniaan dan adaptasi yang luas serta daya tumbuh tinggi dan tahan terhadap hama penyakit. Benih dikatakan baik karena memiliki tiga kriteria yaitu baik secara genetik,fisik dan fisiologis.


Adapun langkah-langkah penyeleksian benih padi dengan menggunakan larutan ZA adalah sebagai berikut:
Alat dan Bahan:

1. Pupuk ZA secukupnya2. Benih 1 Kg
3. Air
4. Satu butir telur
5. Ember/wadah
6. Pengaduk

Langkah-langkah seleksi adalah sebagai berikut :

1. Masukkan telur ke dalam yang berisi air2. Masukkan Pupuk ZA wadah tersebut dan diaduk rata sampai telur mengapung
3. Keluarkan telur dari wadah tersebut
4. Masukkan benih kedalam wadah yang berisi larutan pupuk ZA dan diaduk hingga merata
5. Benih yang terapung dibuang sedangkan benih yang tenggelam digunakan
6. Angkat benih yang terendam kemudian dicuci dengan air sampai bersih
7. Benih yang telah dicuci siap untuk direndam, diperam sampai berkecambah dan benih siap untuk disemaikan

Kesimpulan
Untuk mendapatkan benih yang berkualitas bagus dapat dilakukan melalui usaha penyeleksian benih dengan larutan Pupuk ZA yang bertujuan untuk memisahkan antara benih yang bernas (berisi) dengan benih yang hampa (Kosong) sehingga nantinya akan menghasilkan tanaman yang sehat serta bersifat unggul.

 

Tanggal Artikel : 09-11-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani