Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN BANJARNEGARA >> BP3K Mandiraja

Hama Pada Tanaman Kedelai

Sumber Gambar:

 A. Latar Belakang

Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai (Glycinemax (L)),berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia, dibudidayakan mulai abad ke -17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau.

B. Hama Pada Tanaman Kedelai

Ada beberapa hama yang sering menyerang tanaman kedelai, antara lain:

1. Aphis spp (Aphis Glycine), kutu dewasa ukuran 1 - 1.5 mm,berwarna hitam,ada yang bersayap dan tidak. Dapat menularkan virus SMV (soyabean mosaik virus),menyerang pada awal pertumbuhan bunga dan polong. Gejala: layu,pertumbuhan terhambat. Pengendalian : menanam kedelai pada waktunya,mengolah lahan dengan baik,bersi,tidak ditumbuhi tanaman inang seperti,terung-terungan,kacang-kacangan.

2. Kumbang Daun Tembukur (Phaedonia Inclusa), bertubuh kecil,hitam bergaris kuning,bertelur pada permukaan daun. Gejala : larva dan kumbang memakan daun,bunga,pucuk,polong muda, bahkan seluru tanaman. Pengendalian : penyemprotan insektisida/pestisida sesuai anjuran.

3. Cantalan (Epilachana Soyae),Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri,pemakan daun dan merusak bunga. Pengendalian : sama dengan terhadap kumbang daun tembukur.

4. Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah, setelah menetas, ulat masuk ke dalam buah sampai besar, memakan buah muda. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Waktu buah masih hijau, polong bagian luar berubah warna, di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya.Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi), sebelum ulat berkembang biak; (2) penyemprotan Insektisida/Pestisida sesuai anjuran sampai 15 hari sebelum panen.

5. Kepala polong (Riptortis Lincearis), Gejala : polong bercak-bercak hitam dan menjadi hampa. Pengendalian : penyemprotan insektisida/pestisida sesuai anjuran.

6. Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli), menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian : saat benih di tanam ,tanah di beri Furadan 36, kemudian setelah benih di tanam, tanah di tutup dengan jerami. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah di lakukan penyemprotan dengan insektisida/pestisida sesuai anjuran. Penyemprotan di ulang sampai waktu kedelai umur 1 bulan.

7. Ulat Grayak (Prodenia Litura), serangan mendadak dan dlam jumlah besar,bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan,panjang 2 cm dan sayapnya 3 - 5 cm, bertelur di permukaan daun. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. Gejala : kerusakan pada daun,ulat idup bergerombol,memakan daun dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian : dengan cara sanitasi, disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman)dengan beberapa insektisida/pestisida sesuai anjuran.

Tanggal Artikel : 12-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait