Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN CILACAP

Persiapan Lahan Untuk Tanam Kedelai

Sumber Gambar: BP Kecamatan Sidareja

Persiapan Lahan Untuk Tanam Kedelai

 

Tanam kedelai harus memperhatikan benar kondisi lahan yang akan ditanami, hal ini menyangkut tentang bagaimana cara mengolah lahannya. Karena ada beberapa tipe lahan yang perlu pengolahan maupun yang tidak perlu pengolahan. Persiapan lahan yang tepat akan mendukung tanaman kedelai tumbuh dengan baik.

Sebelum melaksanakan persiapan lahan perlu diketahui faktor kesuburan fisik dan kimia tanah yang akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman kedelai yaitu :o Tekstur dan struktur tanah
o Pengelolaan drainase
o Kedalaman lapisan olah
o Kandungan hara dan kandungan bahan organik
o Kandungan pH tanah
o Kemampuan tanah menyimpan kelembapan

Tanaman kedelai termasuk tanaman yang tidak tahan genangan air, cocok pada tanah yang agak lembab dengan kadar kelembaban 70-80% kapasitas lapang, tanah berdrainase baik tetapi memiliki kemampuan menyimpan air yang baik.

Berdasarkan faktor terebut adapun syarat lahan yang ideal untuk ditanami kedelai yaitu :1. Tanah bertekstur liat berpasir, liat berdebu-berpasir, debu berpasir, drainase sedang-baik, mampu menahan kelembaban tanah, dan tidak mudah tergenang. Kandungan bahan organik tanah sedang-tinggi (3-4%), sangat ideal untuk tanam kedelai
2. Tanah bertekstur lempung berstruktur berat dengan berdrainase buruk, dan tanah berpasir berstruktur ringan, sangat porus tidak baik untuk tanam kedelai
3. Ketinggian lahan 1 – 1000 meter di atas permukaan laut
4. Kemiringan lahan yang diperbolehkan tidak lebih dari 8%
5. Lahan tidak boleh tergenang air, harus ada pengelolaan drainase yang baik
6. Tanah dengan pH sedikit masam sampai mendekati netral yaitu pH 5,5-7,0 (pH optimal 6,0-6,5)
7. Lahan harus terkena sinar matahari secara penuh

Pengolahan tanah sebelum tanam kedelai dapat dilakukan, tergantung dari tipe lahan dan juga kandungan air tanahnya. Berdasarkan penelitian pengolahan lahan untuk tanam kedelai lebih ditunjukan untuk membersihkan gulma. Pengolahan lahan akan berbeda tergantung jenis lahannya.

a. Di lahan sawahPenanaman kedelai di lahan sawah umumnya dilakukan setelah panen padi pada MT III yang kering sehingga tidak perlu dilakukan pengolahan tanah. Persiapan lahan cukup dengan membabat jerami dekat permukaan tanah. Potongan jerami dikumpulkan dan digunakan untuk mulsa setelah benih ditanam.


b. Di lahan lahan kering

Pengolahan tanah di daerah kemiringan 3-15% yaitu dengan minimum tillage. Pada tanah datar tanah diolah hingga gembur, dibajak 2 kali, digaru 1 kali dan diratakan. Jika jumlah air banyak saat curah hujan tinggi maka buat parit-parit drainase setiap 4 m, sedalam 20-25 cm, sepanjang petakan.
Pada lahan tanpa pengairan di musim kemarau dan juga pada tanah tegalan yang bertekstur berat pada awal musim penghujan perlu dilakukan pengolahan tanah. Lapisan olah tanah cukup 40 cm atau lebih.


Eti Solikhatun YK, S.P., Penyuluh Pertanian BP Kec. Sidareja Kab. Cilacap
Sumber :
1. Sumarno, Ahmad Ghozi Manshuri, http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2016/03/dele_4.sumarno-1.pdf
2. http://dasar-pertanian.blogspot.com/2017/11/inilah-jenis-lahan-yang-cocok-untuk.html

Tanggal Artikel : 12-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani