Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN CILACAP

Penggunaan Bakteri Rhizobium Pada Tanaman Kedelai

Sumber Gambar: BP Kecamatan Sidareja

Penggunaan Bakteri Rhizobium Pada Tanaman Kedelai

 

Tanaman kedelai merupakan tanaman yang cukup unik jika dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan lainannya karena tidak bisa ditanam di sembarang lahan. Tanaman kedelai tidak akan berproduksi baik jika ditanam pada lahan yang belum pernah ditanami kedelai sebab kedelai membutuhkan bakteri rhizobium untuk membentuk bintil akar. Hanya di tanah yang telah ditanami tanaman kacang-kacangan atau kedelai yang mengandung bakteri rhizobium. Jadi penambahan bakteri rhizobium cukup sekali dilakukan di awal penanaman kedelai pada lahan yang belum pernah ditanami kedelai sebelumnya.

Nitrogen adalah unsur hara yang ada di dalam tanah yang kandungannya semakin berkurang. Untuk itu perlu adanya penambahan pupuk buatan atau kimia. Pupuk yang banyak mengandung nitrogen yaitu pada pupuk urea. Dan pada tanaman kacang-kacangan khususnya kedelai, bakteri rhizobium ini mampu menyediakan pupuk nitrogen berkisar 80% dari total kebutuhan nitrogen melalui aktivitas di bintil akar. Untuk itulah bakteri rhizobium memiliki banyak manfaat bagi tanaman kedelai.


Bakteri rhizobium adalah bakteri penambat nitrogen yang terdapat didalam akar kacang-kacangan. Jenis bakteri ini masuk melalui rambut-rambut akar dan menetap dalam akar tersebut sehingga membentuk bintil pada akar yang bersifat khas pada kacang-kacangan. Jenisnya yaitu bakteri Rhizobium leguminosarum. Rhizobium berasal dari dua kata rhizo artinya akar dan bios artinya hidup.


Proses terbentuknya bintil akar:
Proses terbentuknya bintil akar pada tanaman kedelai yaitu bakteri rhizobium menempel pada rambut akar. Bakteri rhizobium terjebak di dalam lekukan lipatan rambut akar kemudian menginfeksi masuk ke akar dan mengakibatkan luka pada akar dan selanjutnya membentuk bintil akar di dalamnya. Akar menyediakan karbohidrat dan senyawa lain untuk bakteri. Bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah. Dengan demikian maka kandungan nitrogen dalam tanah akan bertambah yang berart kesuburan tanah makin meningkat.


Adapun manfaat rhizobium pada tanaman kedelai yaitu :
o Mengurangi penggunaan pupuk kimia (urea) karena mampu menambat nitrogen dari udara bebas dan mengubahnya menjadi unsur hara yang diserap tanaman melalui aktivitas di bintil akar
o Rhizobium mampu menghasilkan hormon pertumbuhan berupa IAA dan giberellin yang dapat memacu pertumbuhan rambut akar, percabangan akar yang memperluas jangkauan akar.
o Rhizobium mampu meningkatkan penyerapan fosfat. Fosfat merupakan hara utama dalam perkembangan akar dan pembentukan polong kedelai.
o Penggunaan bakteri ini aman bagi kesehatan dan lingkungan serta tidak membuat pencemaran tanah .
o Aplikasi penggunaan Rhizobium ini membutuhkan biaya yang relatif murah karena penerapannya cukup sekali pada awal tanam. Dan apabila lahan tersebut akan ditanami lagi dengan tanaman kedelai, lahan tersebut tidak perlu penambahan rhizobium lagi karena sudah tersedia di tanah dari bekas tanaman sebelumnya.


Cara memberikan bakteri rhizobium pada benih kedelai :


a. Dari inokulan bakteri rhizobium
Saat ini inokulan bakteri rhizobium bisa didapatkan di pasaran dengan merk dagang yang bermacam-macam. Cara mengunakan inokulan yaitu,
? Dosis inokulan yaitu 50 grm /10 kg benih kedelai
? Benih dibasahi air sampai lembab
? Air dicampur zat perekat misal gula 1%
? Campurkan benih dengan inokulan bakteri rhizobium secara merata
? Pencampuran lakukan di tempat yang teduh karena inokulan bisa mati jika terkena panas matahari.
? Keringanginkan benih sebelum ditanam. Benih harus segera ditanam jangan lebih dari 6 jam


b.Dari tanah bekas pertanaman kedelai
Apabila kesulitan mendapatkan inokulan di pasaran kita bisa menggunakan bakteri rhizobium yang telah ada di bekas tanah yang biasa ditanami kedelai. Caranya yaitu tanah bekas tanaman kedelai dikeringkan lalu dihaluskan. Penggunaanya yaitu tanah tersebut dicampurkan pada benih kedelai yang akan ditanam.


Eti Solikhatun YK, S.P., Penyuluh Pertanian BP Kec. Sidareja Kab. Cilacap
Sumber :
1. http://agrokomplekskita.com/peranan-rhizobium-pada-kedelai/
2. http://sumut.litbang.pertanian.go.id/ind/images/DokumenPdf/Brosur/SLPTT%20kedelai,%20brosur%20buku.pdf
3. http://bakteri-rhizobium-leguminosarum.blogspot.com/?m=1

 

Tanggal Artikel : 12-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani