Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN CILACAP

Pengendalian Hama Utama Tanaman Kedelai

Sumber Gambar: BP Kecamatan Sidareja

Pengendalian Hama Utama Tanaman Kedelai

 

Produksi kedelai dihadapkan pada permasalahan hama. Serangan hama akan mempengaruhi kedelai dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Hama pada tanaman kedelai cukup banyak jumlahnya. Namun ada beberapa yang menjadi hama utama yang biasa menyerang pertanaman kedelai. Keberadaan hama tersebut harus diwaspadai untuk menghindari jika terjadi serangan yang akan merugikan secara ekonomi.

Sebagai dasar pengendalian hama penting mengetahui nilai ambang kendali hama karena salah satunya sebagai acuan penentuan pestisida. Ambang kendali didasarkan pada perhitungan kerusakan yang ditimbulkan berbanding dengan nilai ekonomi dari kerusakan yang ditimbulkan.


Untuk memudahkan cara pengendalian hama, pada tanaman kedelai hama dikelompokan sebagai berikut :
a. Hama perusak bibit, meliputi ; lalat kacang, penggerek pucuk kedelai, dan penggerek batang kedelai.
b. Hama perusak daun, meliputi ; kumbang daun kedelai, ulat grayak, ulat jengkal, dan ulat penggulung daun.
c. Hama perusak polong, meliputi ; penggerek polong, penghisap polong, dan kepik hijau.
d. Hama penyebab penyakit(vektor virus); kutu hijau dan kutu kebul.

Berikut cara2 mengendalikan hama utama tanaman kedelai sesuai prinsip PHT:
1. Lalat kacang,
Ambang kendali : 1 imago/ 50 rpn,
Pengendalian : Varietas toleran (Tidar dan Galunggung), Mulsa jerami 5-10 t/ha, Perlakuan benih (Marshal 25 ST) Insektisida bahan aktif Fipronil
2. Ulat jengkal Penggulung daun dan Ulat grayak,
Ambang kendali : daun rusak 12,5% pada umur 20 HST dan 20% umur >20HST,
Pengendalian : Insektisida bahan aktif dekamitrin, sihalotrin, permetrin, Penyemprotan NPV (dari 25 ulat yang sakit dilarutkan dalam air 500 lt untuk 1 ha), Serbuk biji Mimba 10 gr/lt
3. Kumbang kedelai
Ambang kendali : Daun rusak >12,5% 1 ekor/4 tan
Pengendalian : manual dengan dibunuh, Insektisida bahan aktif dekamitrin dan permitrin
4. Penggerek polong
Ambang kendali : 2 ekor/rpn Umur > 45 HST
Pengendalian : Tanaman perangkap jagung, Penyemprotan NPV (dari 25 ulat yang sakit dilarutkan dalam air 500 lt)
5. Penghisap polong
Ambang kendali : Kerusakan> 2% 1 pasang imago/20 tanaman
Pengendalian : Tanaman perangkap Sesbania rostrata, Insektisida bahan aktif klorfluazuron, sipemetrin, dekamitrin
6. Pengisap daun Kepik hijau dan Kutu kebul
Ambang kendali : Daun keriting Populasi tinggi
Pengendalian : Insektisida bahan aktif klorfluazuron, dekamitri


Eti Solikhatun YK, S.P., Penyuluh Pertanian BP Kec. Sidareja Kab. Cilacap
Sumber :
http://sumut.litbang.pertanian.go.id/ind/images/DokumenPdf/Brosur/SLPTT%20kedelai,%20brosur%20buku.pdf

 

Tanggal Artikel : 12-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani