Materi Lokalita >> JAWA TIMUR >> KABUPATEN MAGETAN

MENGAWINKAN BUNGA SALAK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BUAH

Sumber Gambar:

Tanaman salak dapat hanya berbunga betina, jantan atau sempurna. Tanaman yang hanya berbunga jantan atau betina perlu dikawinkan agar menghasilkan buah. Perkawinan dapat dibantu manusia atau serangga.


Salak merupakan salah satu buah tropis asli In-donesia. Di Indonesia dijumpai kurang lebih 13 je-nis (spesies) salak dan kerabatnya karena negara kita merupakan pusat asal tanaman salak.
Berdasarkan tipe pembungaan, tanaman salak terbagi dalam tiga jenis, yaitu tanaman dengan bu-nga jantan, betina dan sempurna. Tanaman jantan hanya mengasilkan bungan jantan, tanaman betina hanya mengasilkan bunga betina, dan tanaman sempurna dapat menghasilkan bunga jantan dan betina.
Pada tanaman salak yang hanya berbunga jan-tan atau betina, tanaman perlu dikawinkan yang di kenal dengan nama penyerbukan silang. Bila tidak dilakukan penyerbukan silang, maka bunga menja-di kering dan tidak terbentuk buah. Hal ini tentu akan merugikan petani, karena tanaman yang seha-rusnya berbuah menjadi mandul.
Penyerbukan salak dilakukan dengan bantuan angin, serangga atau manusia. Penyerbukan de-ngan bantuan angin hasilnya lebih rendah diban-ding dengan penyerbukan dengan bantuan manusia atau serangga. Hal ini karena benangsari bunga sa-lak bersifat lengket sehingga sulit diterbangkan angin.
Penyerbukan dengan Bantuan Manusia
Penyerbukan dengan bantuan manusia dapat di lakukan dengan beterapa cara. Cara pertama yaitu meletakkan satu malai bunga jantan yang telah me-kar diatas bunga sempurna atau bunga betina yang sudah mekar, lalu diketuk – ketukkan agar kuntum bunga salak yang dibuahi lebih banyak. Cara ke-dua, adalah dengan menaburkan/ mengoleskan ser-buk sari bunga jantan pada bunga betina. Caranya : seludung bunga salak yang telah mekar dibersih-kan kemudian putik diolesi dengan serbuk sari menggunakan kuas kecil. Penyerbukan sebaiknya dilakukan 2 hari setelah mekar, pada pagi hari pu-kul 07.00 – 11.00. agar tidak terkena hujan, sinar matahari atau angin, bunga yang telah diserbuki di sungkup dengan pucuk daun salak.
Penyerbukan dengan bantuan manusia dapat dilakukan setiap saat asalkan tersedia serbuk sari yang masih segar. Bila penyerbukan dilakukan se-cara teliti dengan menggunakan bunga jantan yang masih segar, persentase keberhasilan rata-rata men-capai 90%. Satu minggu setelah penyerbukan akan terbentuk calon buah yang berwarna hitan dengan tangkai bunga hijau dan tidak kering. Penyerbukan dengan bantuan manusia memerlukan tambahan biaya untuk upah tenaga kerja.
Penyebukan dengan Serangga Curculionidae
Serangga yang membantu penyerbukan tanam-an salak adalah Curculionidae (kumbang kecil)..... Tubuh serangga tersebut berbulu sehingga dapat terselimuti oleh tepung sari. Kumbang tersebut se-lalu berputar – putar keluar masuk malai bunga be-tina sehinbgga tepung sari pada tubuh serangga ter-sebut dapat terjatuh dan menempel pada putik. Se-rangga penyerbuk dapat dilepas ke pertanaman sa-lak 1 – 3 hari setelah bunga mekar. Jumlah serang-ga penyerbuk yang disebar minimal 5 ekor/tandan.
Serangga penyerbuk berkembang biak pada dasar bunga jantan, setelah menjadi kumbang ter-bang kebunga betina. Pada kebun yang baru, untuk menyebarkan serangga tersebut diperlukan keterse-diaan bunga jantan dan bunga betina yang siap me-kar sebagai tempat tinggal dan sumber makanan. Bila kumbang sudah berkembang biak dan jumlah-nya mencukupi, penyerbukan dengan bantuan ma-nusia tidak diperlukan lagi. Penyerbukan dengan bantuan serangga lebih murah dibanding dengan bantuan manusia, karena tidak perlu biaya untuk upah tenaga kerja.
Penyerbukan dengan bantuan serangga hasil-nya akan lebih baik, asalkan syaratnya terpenuhi, jumlah tanaman salak jantan dalam suatu kebun sesuai dengan jumlah tanaman salak betina, yaitu 1 : 10. Dapat pula tanaman salak jantan digunakan sebagai pagar.
Cara Mengawetkan Serbuk Sari
Saat terbaik serbuk sari digunakan untuk pe-nyerbukan yaitu ketika bunga jantan mekar dan mengeluarkan serbuk berwarna kuning. Biasanya bunga berbau harum yang khas dan dapat tercium dari jarak yang agak jauh. Apabila persediaan bung jantan sedikit maka serbuk sari perlu diawetkan. Caranya : tongkol bunga jantan yang telah mekar diambil lalu diketuk – ketukkan pada kertas. Ko-toran yang ad lalu dibersihkan lalu serbuk sari di-simpan dalam lemari pendingin (suhu 5-100C). Dengan cara ini serbuk sari dapat dipertahankan kualitasnya sekitar 1 – 3 bulan, dan dapat diguna-kan untuk mengawinkan bunga betina dengan ke-berhasilan hampir 85%.
Mengawinkan bunga salak dengan bantuan se-rangga atau manusia dapat meningkatkan persenta-se bunga yang menjadi buah hingga 90%. Dengan makin banyaknya jumlah bunga yang menjadi bu-ah maka produksi buah salak pun akan meningkat-kan dan diharapkan bertambah pula pendapatan pe-tani.
Sumber : Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika

Supriyanto

Koord. PPL Kecamatan Lembeyan

Tanggal Artikel : 11-10-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait