Materi Lokalita >> SULAWESI TENGGARA >> KABUPATEN KOLAKA >> BP3K Samaturu

TIPS BERTANAM CABE DI LAHAN BERPASIR

Sumber Gambar: Dok. Pribadi (Popalayah)

Desa Wowa Tamboli, merupakan salah satu desa yang terletak dipesisir pantai di wilayah utara Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara. Umumnya kondisi tanah diwilayah ini merupakan tanah berpasir, sehingga untuk menanam berbagai jenis tanaman dibutuhkan trik agar tanaman dapat tumbuh subur. Kelompok wanita tani yang berada di desa ini bersama penyuluh pertanian, mencoba memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman cabe rawit dilahan yang berpasir. Bibit yang digunakan adalah Dewata F1, pembibitan dilakukan secara sederhana didalam gelas aqua bekas selama kurang lebih 3-4 minggu.

Persiapan lahanPersiapan lahan diawali dengan pembersihan gulma secara manual dan selektif, kemudian dicangkul, dengan kedalaman 20-30 cm. Selanjutnya, pemberian kapur dolomit khusus untuk tanah yang bertujuan untuk menetralkan pH tanah, membuat tanah menjadi semakin gembur. Pemberian kapur dengan cara ditaburkan tipis-tipis kesemua permukaan tanah secara merata, keesokan harinya lakukan pengomposan dengan menggunakan pupuk kandang, pupuk kandang ini dapat mempertahankan kelembaban tanah lebih lama, terutama tanaman cabai dengan fase pertumbuhan yang cukup panjang. Berdasarkan hasil penelitian Saffana (2017), rerata dosis pupuk kandang optimal yang dibutuhkan petani sebanyak 5,02 kg/m2. Selanjutnya kurang lebih satu minggu menjelang tanam kembali dilakukan olah tanah dengan mencangkul atau ditraktor lalu ditaburi lagi pupuk kandang. Kemudian diatas pupuk kandang bisa juga ditambahkan pupuk urea secara tipis yang bertujuan sebagai pendukung manfaat dari pupuk kandang tersebut agar lahan didalam tanah bedengan tetap subur sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Setelah masa pengolahan tanah, bedengan yang telah dibuat ditutupi dengan plastik mulsa, hal ini untuk menjaga kelembapan tanah, mencegah gulma dan tentunya mengurangi resiko terkena penyakit.

Penanaman dan Perawatan
Bibit yang telah berumur 3-4 minggu segera dipindahkan kelahan yang telah tersedia, dengan Jarak tanam antar lubang sekitar 20 cm. Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari., dan lakukan penyiraman secara rutin. Perlu diperhatikan, apabila malam hari turun hujan paginya harus tetap dilakukan penyiraman agar percikan pasir yang menempel di batang bisa jatuh, apabila pasir tetap menempel bisa berakibat fatal. pasir yang kena panas akan menghanguskan lapisan kulit batang, sehingga kambium menjadi kering dan tanaman bisa mati. Penyiraman juga berfungsi menghilangkan kandungan garam (salin) di tanah dan tanaman agar tidak menghambat pertumbuhan akibat kemampuan penyerapan air terhalangi. Pemupukan lanjutan dilakukan 2 minggu setelah tanam, dengan menggunakan pupuk kompos cair yang disemprotkan di sekitar lubang tanaman.

Penulis : Popalayah, S.Pt.,M.Sc (BPP Samaturu)

Tanggal Artikel : 14-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani