Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN PATI >> BP3K Tlogowungu

PENINGKATAN PRODUKSI KACANG TANAH DENGAN JARAK TANAM 10 X 40 CM

Sumber Gambar: Dokumentasi pribadi

Salah satu potensi komoditas tanaman pangan di Kecamatan Tlogowungu adalah kacang tanah. Kacang tanah merupakan salah satu sumber protein nabati yang bermanfaat bagi tubuh kita. Beberapa desa di Kecamatan Tlogowungu menanam komoditas kacang tanah pada Musim Tanam III. Di lahan sawah penanaman dilakukan di awal musim kemarau sedangkan untuk lahan kering umumnya penanaman dilakukan di awal musim hujan sekitar bulan Mei sampai bulan Agustus. Untuk di lahan sawah tanaman kacang tanah di tanam sesudah padi yang jatuh pada musim kemarau untuk itu perlu pengairan dan irigasi.
Varietas yang digunakan adalah benih yang berasal dari varietas lokal jepara. Pemilihan varietas sebaiknya selain memperhatikan produksinya dan adaptasinya terhadap lingkungan juga memperhatikan kebutuhan pasar. Selain itu pemilihan biji dan bentuk polong yang bagus, untuk kebutuhan benih 20 kg ose/ ha, dengan daya tumbuh benih lebih 80 %.
• Penyiapan Lahan
1. Tanah dibajak 2 kali sedalam 15-20 cm, lalu digaru, dan diratakan, dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma dan dibuat bedengan selebar 3-4 meter.
2. Antar bedengan dibuat saluran drainase dalam 30 cm dan lebar 20 cm yang berfungsi sebagai saluran irigasi pada saat kering.

• Penanaman
1. Penanaman dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 40 x 10 cm, satu biji per lubang sehingga populasi tanaman sekitar 250.000 tanaman.
2. Penanamanjugadapatdilakukan secara baris ganda (50 cm x 30 cm) x 15 cm, satu biji per lubang.
3. Penanaman dengan cara ditugal, kedalaman lubang tanam 3-5 cm. Lubang tanam ditutup dengan tanah.

• Pemupukan
1. Dosis pupuk per hektar secara umum dapat diberikan 50 kg Urea, NPK 200 kg, 125 gr pupuk bio (rhizonut), dan pupuk organik secukupnya
2. Waktu Pemberian pupuk, terdiri atas pupuk dasar : semua pupuk bio (rhizonat) saat tanam dan ½ bagian Urea, untuk NPK semua diberikan padasaat tanam, pupuk susulan : 1/2 bagian urea pada saat umur tanaman 21-24 HST
3. Cara Pemupukan: pupuk bio (rhizonat) dicampur dengan benih dan disemprot dengan air sebelum ditanam, pupuk dasar disebar merata saat pengolahan tanah akhir, pupuk susulan ditugal kiri kanan barisan tanaman sedalam 5-7 cm atau dengan sistem garit.
4. Pada tanah yang yang bersifat masam atau pH tanahnya rendah , diberikan dolomit sebanyak 300-500 kg/ha dengan cara ditaburkan merata pada saat pengolahan tanah akhir.

• Penyiangan dan pembumbunan
1. Penyiangan gulma dilakukan 2 kali selama pertumbuhan tanaman. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 15 HST sebelum tanaman berbunga atau tergantung populasi gulma. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara menggunakan kored atau pancong. Penyiangan kedua dilakukan pada 45 HST setelah ginofor masuk ke dalam tanah. Penyiangan tidak boleh dilakukan saat pembentukan polong karena dapat menyebabkan kegagalan pembentukan polong
2. Pembumbunan dilakukan bersamaan penyiangan.

• Pengendalian Hama dan Penyakit
1. Pengendalian Hama dan penyakit dilakukan secara bijaksana yang diawali dengan pemilihan benih varietas kacang tanah yang resisten atau toleran hama penyakit pada daerah setempat.
2. Apabila hama tetap menyerang dilakukan pencegahan secara mekanis dengan memungut hama secara manual atau bila serangan di atas ambang ekonomi dilakukan penyemprotan dengan pestisida.
3. Hama utama pada kacang tanah antara lain sebagai berikut Wereng kacang tanah (Empoasca fasialin), pengerek daun (Stmopteryx subsecivella), ulat jengkal (Plusia Chalcites) dan ulat grayak (Prodenia litura ), ulat penggulung daun (Lamprosema indicata), hama teresbut dapat dikendalikan dengan insektisida Untuk pencegahan, pestisida tersebut dapat diaplikasikan pada umur 25,35 dan 45 HST.
4. Penyakit utama kacang tanah antara lain layu bakteri (Pseudomonas solanacearum), bercak daun (Cercospora sp.)penyakit karat (Puccinia arachidis). Pengendalian dapat dilakukan dengan penanaman varietas tahan atau menggunakan fungisida. Untuk pencegahan fungisida tersebut dapat diaplikasikan pada umur 35-45 dan 60 HST

• Pengairan
Pengairan diperlukan jika kacang tanah ditanam pada musim kemarau. Priode kritis tanaman terhadap air adalah periode pertumbuhan awal (umur hingga 15 hari), umur 25 hari (awal berbunga), umur 50 hari (pembentukan dan pengisian polong), dan umur 75 hari (pemasakan).

• Panen dan Pasca Panen
Umur panen tergantung varietas dan musim tanam. Rata- rata umur panen adalah 90-100 hari atau pada saat masak fisiologis dimana tanda-tandanya adalah : kulit polong mengeras, berserat, bagian dalam berwarna coklat, jika ditekan polong mudah pecah. Cara panen dilakukan secara manual (dicabut), sebelum panen tanah perlu dibasahi dengan diari agar tidak banyak polong yang tertinggal di dalam tanah.

Penulis : Yuyun Tri Wahyuni (PPL BPP Tlogowungu)

Tanggal Artikel : 14-09-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait