Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN SLEMAN >> BP3K UPT BP3K Godean

PENGAMANAN TANAMAN PEKARANGAN DENGAN SI CANTIK REFUGIA

Sumber Gambar: UPT BP3K WILAYAH II GODEAN

PENGAMANAN TANAMAN PEKARANGAN DENGAN SI CANTIK REFUGIA
APA ITU PEKARANGAN..? Areal tanah yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan suatu bangunan / atau terkait dengan suatu kepemilikan dalam suatu persil , tanah tersebut memiliki multi fungsi. Komponen dalam pekarangan membentuk suatu ekosistem yaitu ekosistem pekarangan. Sedangkan pengertian Ekologi berasal dari kata yunani oikos (habitat) dan logos ilmu. Ekosystem eco/oikos ( rumah/tempat tinggal/ habitat) dan system berarti penyatuan bagian2 yang menjalankan fungsi bersama sebagai suatu kesatuan. Ekologi diartikan sbg ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya .
Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan seadanya saja. Padahal bila pekarangan dimanfaatkan seoptimal mungkin dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Pemanfaatan pekarangan juga bisa sebagai :
* Penambah estetika rumah/hunian
* Penambah penghasilan keluarga ( rural farming : ternak , ikan, tanaman, dll )
* Berbagai cara pemanfaatan pekarangan dengan :
- Budidaya organik
- Daur ulang (dekomposisi )
- Vertikulture
- Tabulampot
Dalam pemanfaatan pekarangan menjadi taman sayuran, aspek budidaya dari tanaman tetap harus diperhatikan . Dengan demikian tujuan dari pemanfaatan pekarangan berapapun luasannya akan memberikan hasil yang optimal. Pilihlah jenis tanaman yang bermanfaat bagi keperluan rumah tangga baik untuk obat atau kesehatan ( jahe, kunyit, temulawak, mengkudu) dan keperluan dapur (cabe,tomat,bawang merah,sereh,sayuran) serta pelengkap gizi keluarga (pepaya, pisang, jeruk,dll). Tanaman sayuran merupakan tanaman yang multifungsi, disatu sisi tampilannya cukup memberikan kesan dan ketika dipanen dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, bahkan bila jumlahnya cukup banyak bisa dijual yang akan memberikan keuntungan ekonomis. Upayakan menanam beragam jenis tanaman dengan maksud untuk mencegah adanya serangan hama dan pentakit pada tanaman. Dalam budidaya tanaman tentunya tidak lepas dari hama dan penyakit tanaman. Gangguan dalam pertumbuhan tanaman pekarangan biasanya disebabkan karena gangguan fisiologis dan atau OPT. OPT (Organisme Tanaman Penganggu) dibedakan menjadi 3 :
? Hama
? Penyakit patogenik
? Gulma
BERDASARKAN KERUGIAN YANG DIAKIBATKAN OPT DIBAGI MENJADI 2 :
? OPT Utama
? OPT Potensial
Pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman dapat dikendalikan dengan meanfaat tanaman yang ada disekitar kita. Selama ini petani cenderung menggunakan pestisida sintetis secara berlebihan, berharap serangan OPT segera berkurang atau musnah. Usaha pengendalian hama tersebut semata-mata hanya ditujukan untuk memusnahkan OPT , tanpa memperhatikan kaidah-kaidah ekologi seperti keseimbangan dan kesetabilan ekosistem. Teknik pengendalian OPT yang berbasis lingkungan diharapkan tetap menjaga kelestarian agroekosistem di lapangan, dengan merunut kepada prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Pengendalian hama dengan dengan cara bercocok tanam seperti pemanfaatan tanaman penggir atau tanaman perangkap dapat mendorong stabilitas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dddan berada dalam keseimbanganya. Jenis tanaman pinggir yang dipilih harus mempunyai fungsi ganda yaitu disamping sebagai penghalang masuknya hama ke tanaman pokok, juga sebagai tanaman Refugia yang berfungsi untuk berlindung sementara dan penyedia tepung sari untuk makanan alternatif predator, jika mangsa utama populasinya rendah atau tidak ada di pertanaman pokok. Teknik bercocok tanam seperti penanaman tanaman pinggir dapat mendorong konservasi musuh alami seperti predator.
Jenis – jenis tanaman yang berpotensi sebagai refugia adalah :
1. Tanaman Hias : tanaman yang berpotensi sebagai refugia antara lain bunga matahari (Helianthus annuus), bunga kertas zinnia (Zinnia peruviana), (Zinnia acerosa),( Zinnia bicolor), (Zinnia grandiflora), (Zinnia elegans), kenikir (Cosmos caudatus), (Mary gold).
2. Gulma : gulma yang selama ini terkesan sebagai tanaman penganggu ternyata bisa dijadikan refugia. Terutama dari famili asteraceae seperti babadotan (Ageratum conyzoides),Ajeran (Bidens pilosa L.), bunga tahi ayam (Tagetes arecta).
3. Tumbuhan liar yang ditanam atau tumbuh sendiri di areal pertanaman, antara lain bunga legetan (Synedrella nodiflora), pegagan (Centella asiatica), rumput setaria (Setaria sp), rumput kancing ungu (Borreria repens).

Oleh: Utami, SP (THLTBPP UPT BP4 Wil II Godean)

Tanggal Artikel : 11-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait