Materi Lokalita >> JAWA TIMUR >> KABUPATEN TULUNGAGUNG >> BP3K Pakel

PENGENDALIAN HAMA BURUNG DENGAN PENYEMPROTAN AIR KAPUR

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi

Tanaman padi merupakan komoditas tanaman pangan unggulan yang ada di wilayah Kecamatan Pakel, karena luasan areal lahan untuk komoditas ini bisa mencapai 2.400 Ha dalam satu kali musim tanam. Sehingga bisa dikatakan wilayah Kecamatan Pakel ini adalah salah satu kecamatan penyumbang padi terbesar di Kabupaten Tulungagung. Budidaya tanaman padi di wilayah Kecamatan Pakel rata-rata dilakukan dua kali tanam yaitu MT-1 bulan Januari – April, dan MT-2 bulan Mei – Agustus. Namun ada juga sebagian kecil bisa menanam padi tiga kali, walaupun dibantu dengan pengairan pompa, seperti lahan sawah Desa Bono Kecamatan Pakel.

Namun akhir-akhir inni petani banyak yang mengeluhkan dalam budidaya padi karena saat ini banyak terjadi serangan OPT yang meningkat. Salah satu OPT yang dikeluhkan petani dari hama yaitu burung. Di wilayah Kecamatan Pakel burung yang memakan tanaman padi ini dikenal dengan nama burung emprit. Burung ini sangat meresahkan petani karena bisa menyebabkan kegagalan panen 60-80%, hal ini bisa

sangat merugikan petani. Berbagai upaya sudah dilakukan petani dalam pengendalian hama burung ini seperti upaya memasang orang-orangan sawah, memasang tali plastik mengkilap, memasang kincir angin yang bunyi berisik pengusir burung, memasang perangkap jaring, bahkan mengusir burunng dengan cara manual yaitu mengusir burung yang memakan tanaman padi dari pagi hari sampai sore hari. Karena pengendalian tersebut juga belum bisa maksimal dalam mengatasi serangan burung, bahkan petani mengkombinasikan pengendalian serangan burung emprit ini dari berbagai cara di atas.

Selain dari kombinasi pengendalian hama burung tersebut saat ini petani juga melakukan pengendalian dengan cara penyemprotan dengan pestisida. Hal ini tentunya sangat berbahaya karena penyemprotan pestisida pada tanaman padi saat pengisian hingga menjelang panen akan meninggalkan residu pestisida yang banyak, selain itu penyemprotan pestisida untuk pengendalian burung tentunya menggunakan dosis yang sangat tinggi, hal ini sangat membahayakan nantinya setelah padi itu dipanen.

Petani diwilayah pakel saat ini dalam menanggulangi serangan burung emprit selain dari beberapa cara di atas telah menemukan alternatif lain dalam pengendalian burung emprit ini. Cara ini cukup signifikan dalam pengendalian hama burung emprit, selain biaya murah, mudah, aplikasinya juga sangat mudah tentunya cara ini sangat aman dan tidak berbahaya. Cara ini yaitu pengendalian hama burung dengan penyemprotan air kapur.

Adapun hal perlu disiapkan yaitu sebagai berikut :

a. Siapkan alat dan bahan
1. Alat; handspreyer, ember, pengaduk, saringan
2. Bahan; batu kapur bangunan yang baru 0,5 kg, air secukupnya
b. Caranya :
1. Masukkan batu kapur dalam ember tuangkan air + 5 liter, tungggu hingga kapur meleleh sempurna, tambahkan air dan aduk-aduk.
2. Tuangkan air kapur tersebut kedalam handspreyer sambil disaring
3. Tambahkan air hingga penuh kedalam handspreyer
4. Lakukan penyemprotan secara merata pada tanaman padi pada pagi hari atau sore hari.

 

Eko Santoso, SST

Tanggal Artikel : 10-08-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait