Materi Lokalita >> KALIMANTAN SELATAN >> KOTA BANJAR BARU >> BP3K Landasan Ulin

Sayur Segar...Tubuh Bugar

Sumber Gambar: admin_ldsulin

Oleh : Wita Wulan Sari, SP
Penyuluh Pertanian UPT BPP Landasan Ulin

Residu kimia pada sayuran merupakan salah satu efek samping dari penggunaan pestisida kimia yang berlebih. Ciri-ciri daun sayur yang banyak mengandung residu pestisida antara lain :
1. Daun sayur warnanya lebih menarik, hijau tua dan terlihat segar.
2. Daun terlihat lebih tebal dan lebih kaku.
3. Daun mulus tidak ada lubang bekas gigitan hama.

Sedangkan ciri-ciri daun sayur yang tidak mengandung residu kimia adalah :
1. Daun sayur memiliki warna yang kurang menarik/tidak terlalu hijau.
2. Daun sayur tidak kaku.
3. Daun sayur tidak mulus karena terdapat lubang bekas gigitan hama.

Residu kimia terhadap sayuran paling cepat hilang 7 hari setelah aplikasi pada saat musim hujan dan 14 hari setelah aplikasi di saat musim kemarau. Batas toleransi kandungan residu kimia yang ditetapkan adalah 0,018 ppm untuk dapat masuk ke pasar bebas/ke luar negeri.

Efek samping penggunaan pestisida kimia
a. Efek terhadap serangga
• Terjadinya kekebalan pada hama.
• Terjadinya ledakan serangan OPT.
• Terjadinya alih fungsi serangga.
• Matinya serangga penyeimbang.
b. Efek terhadap lingkungan
• Matinya mikroba dalam tanah.
• Rusaknya rumah kaca.
• Tercemarnya air pertanian dan air tanah.
c. Efek terhadap manusia, lebih bersifat pada efek meracun bagi tubuh manusia dan berakibat timbulnya penyakit-penyakit yang menyerang tubuh dalam jangka waktu yang agak panjang.

Teknologi pengendalian ramah lingkungan
A. Pengendalaian dengan pestisida nabati
1. Ekstrak daun sirsak sebagai insektisida.
2. Ekstrak daun nimba sebagai insektisida dan fungisida.
3. Ekstrak tegari sebagai rhodentisida.
B. Pengendalian dengan agensi hayati
1. Trichoderma dan Gliocladium untuk mengendalikan penyakit layu fusarium dan diplodia.
2. Beauveria dan Metarazium untuk mengatasi serangan walang sangit, wereng, dan kepik.
3. PGPR untuk mengatasi penyakit layu bakteri.
Baik pestisida nabati maupun agensi hayati, keduanya dimanfaatkan sebagai bahan pengendali yang bersifat preventif.

Tanggal Artikel : 12-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait