Materi Lokalita >> JAWA TIMUR >> KABUPATEN PASURUAN

PEMANFAATAN TANAMAN REFUGIA UNTUK MENGENDALIKAN HAMA TANAMAN PADI

Sumber Gambar: BPP Kec. Beji - Kab. Pasuruan

Pengendalian hama serangga pada tanaman padi atau sayuran tak selamanya harus melakukan penyemprotan pestisida, pengendalian secara alami dengan memanfaatkan serangga musuh alami terkadang lebih efektif, effisien dan ekonomis serta berdampak lingkungan yang lebih baik. Serangga musuh alami pada tanaman padi dan sayuran secara alamiah sebetulnya sudah ada namun karena lingkungan yang tidak memadai, maka terjadi ketidakseimbangan perkembangan serangga musuh alami dan hama tanaman. Lambatnya perkembangan serangga musuh alami berdampak terjadi ledakan hama yang membutuhkan perlakukan penyemprotan menggunakan pestisida kimia, nabati maupun hayati.

 

Penggunaan serangga musuh alami untuk mengendalikan hama tanaman saat ini sedang gencar dianjurkan. Serangga musuh alami hama tanaman maupun hama tanaman itu sendiri secara naluri menyenangi tanaman yang mengeluarkan nectar. Bau nectar akan menarik serangga musuh alami maupun hama tanaman sehingga pada tanaman yang mengeluarkan nectar akan berkumpul serangga musuh alami maupun hama tanaman yang berakibat serangga musuh alami tersebut memakan hama tanaman. Pada tanaman yang mengeluarkan nectar tersebut terjadi pengendalian hama tanaman secara alamiah sehingga terjadi keseimbangan lingkungan.

 

Refugia adalah tanaman yang memiliki fungsi sebagai microhabitat dari serangga musuh alami dan penarik hama tanaman. Tanaman yang termasuk refugia memiliki bunga, seperti jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, kenikir, dan bunga kertas. Bunga pada tanaman refugia ini berfungsi sebagai penghasil nectar yang baunya menarik serangga serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman. Serangga musuh alami akan memakan hama pada saat berkompetisi mendapatkan nectar. Pada tanaman berbunga inilah terjadi pengendalian hama tanaman secara alami sehingga mendukung keseimbangan lingkungan.

 

Menanam tanaman refugia di sekitar lahan terbukti dapat mengundang musuh alami hama serangga.

 

Musuh alami, predator Coccinella (kepik), Andrallus spinidens (kepik predator), Vespidae (tawon), semut, Odonata (capung), Mantidae (belalang sembah), Oxyopes sp. (laba-laba bermata jalang), Conocephalus longipennis (belalang), Asilidae (lalat perampok), Reduviidae (kepik pembunuh), Rhynochoris sp., Paedorus (tomcat) dan beberapa jenis laba-laba lain serta 9 parasitoidyaitu: Antrocephalus sp., Sympiesis sp., Anastatus sp., Telenomous sp., Gonatecurus sp (lalat peri), Brachymeria sp. (tawon parasitoid), Tachinidae Tetrastichus sp. (lalat uzi), dan Isotima sp. berfungsi lebih tinggi pada pertanaman dibandingkan dengan pertanaman yang disemprot insektisida setiap minggu.

 

Beberapa jenis tanaman refugia yang biasa dipakai adalah bunga matahari, bunga pukul empat, kenikir, bunga kertas, bunga tapak dara, kacang panjang dll. Tanaman yang dapat digunakan sebagai tanaman refugia sebaiknya memilki karakteristik berbunga dan berdaun lebar, karena dapat memancing predator alami dengan nektar bunga sekaligus sebagai tempat perlindungan.

 

Beberapa jenis tanaman gulma juga bisa dijadikan refugia. Beberapa jenis laba-laba menjadikan rumput liar sebagai tempat perlindungan mereka. Semakin tersedianya refugia bagi tempat perlindungan dan pembiakan musuh-musuh alami, khususnya gulma-gulma berdaun lebar.

 

Berbeda dengan insektisida yang hasilnya bisa dilihat hanya dalam kurun waktu sehari hingga dua hari, efek dari menanam tanaman refugia baru bisa dilihat dalam beberapa hari hingga minggu.

 

Namun efek refugia akan berlangsung sepanjang tahun. Sedangkan aplikasi pestisida harus dilakukan secara berkala sesuai situasi perkembangan hama di lahan. Terlebih penggunaan refugia lebih ramah lingkungan, tidak merusak tanah, dan pastinya lebih murah.

 

Bagaimana cara penanaman refugia?

 

Cara penanaman refugia pada tanaman padi diusahakan pada saat pembuatangaleng selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga padi sudah mulai tumbuh dan dapat terhindar dari hama tanaman. Untuk tanaman hortikultura penanaman refugia bisa dilakukan sebelum pengolahan lahan selesai sehingga pada saat tanaman hortikultura sudah besar, tanaman refugia sudah memulai berbunga dan mampu mengendalikan serangga hama.

 

Tanaman yang berpotensi besar sebagai refugia adalah tanaman bunga matahari, tanaman kenikir dan tanaman bunga kertas (zinnia). Ketiga tanaman ini mempunyai bunga yang mencolok dan dan mempunyai warna yang diminati musuh alami.

 

Tanaman kacang panjang juga ternyata sangat cocok digunakan untuk usaha konservasi musuh alami. Tanaman kacang panjang ini bisa diambil manfaat secara langsung (kacang dan lembayung) dan secara tidak langsung (sebagai refugia).

 

Kelebihan bunga kertas, selalu mekar dan bunganya beraneka warna sehingga banyak dikunjungi serangga dari berbagai jenis kupu-kupu, semut, kumbang, laba-laba dan lebah. Kelebihan lain tanaman ini mudah ditanam (cepat tumbuh), bibit mudah diperoleh, regenerasi tanaman tergolong cepat dan kontinyu.

 

Ada jenis gulma yang dapat digunakan sebagai refugia asteraceae (keluarga aster). Gulma ini ditata pada jalur khusus Jenis gulma berbunga ini akan menarik serangga musuh alami, pengaruh gulma terhadap tanaman pokok tidak terlalu berarti, bahkan meningkatkan stabilitas ekologi pertanian.

 

Selain gulma, tumbuhan liar yang berbunga disekitar lahan pertanian juga berpotensi menjadi refugia, yaitu antara lain jenisS'ynedrella nodiflora, Centella asiatica, Setaria, Borreria repens, dan Arachis pentoi.

 

Hal yang perlu diperhatikan dalam menanam tanaman refugia adalah jangan terlalu dekat dengan komoditas utama agar tidak berebut undur hara dan air. Selain itu, penyemprotan hanya saat populasi hama sudah tinggi. Diharapkan agar serangga menguntungkan yang sudah ada di lahan tidak ikut terbunuh saat penyemprotan.

 

Pada musim tanam ini di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan Jawa Timur ada beberapa lokasi kelompoktani yang menanam tanaman refugia: Bunga kertas, kenikir serta bunga matahari diantaranya di Kelompoktani Podomoro I Kelurahan Glanggang; Kelompoktani Makmur Jaya dan Sumur Watu Desa Gunungsari.

 

 

Sumber : BPP Kec. Beji - Kab. Pasuruan

Tanggal Artikel : 12-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait