Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN BATANG >> BP3K Bandar

BUDIDAYA PISANG AMBON

Sumber Gambar: BPP Bandar

BUDIDAYA PISANG AMBON
(Musa paradisiaca sapientium L)


Oleh :
Tim Penyuluh BP3K Bandar

BALAI PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN (BP3K) KEC.BANDAR
2018


I PENDAHULUAN

Pisang ambon (Musa paradisiaca sapientium L) memiliki nilai ekonomi tinggi karena memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut sehingga pisang ambon sering digunakan sebagai buah meja/ pencuci mulut setelah makan. Pisang ambon memiliki beberapa varian diantaranya : Pisang ambon putih, Pisang ambon lumut, pisang ambon rayungan dll.

II TEKNIS BUDIDAYA

Pisang ambon dapat tumbuh ideal dengan syarat tumbuh ; 1) Ketinggian tempat antara 200 – 600 mdpl, 2) Tanah gembur. 3) Tidak ternaungi. 4) Ketersediaan air cukup dan tidak tergenang. 5) Unsur hara makro dan mikro cukup tersedia. 6) P H tanah agak asam sampai agak basa (6,5 – 7,5).

2.1 Pembibitan
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara vegetatif menggunakan tunas anakan. Anakan untuk bibit yang akan ditanam di lahan minimal memiliki tinggi 1-1,5 m dengan diameter umbi 15-20 cm, anakan diambil dari pohon yang sehat tidak terserang penyakit dan berbuah baik. Bibit yang baik dipisahkan dari induknya saat daun uda masih menggulung.


Untuk mendapatkan bibit yang banyak bisa menggunakan teknik kultur jaringan atau dengan memisahkan bonggol tanaaman yang baru dipanen dan dibenamkan dalam media tanam untuk mendapatkan tunas yang lebih banyak kemudian dipisahkan dan dirawat dalam polybag.

2.2 Pola Tanam
Karena jarak pisang ambon cukup lebar maka dpat dimanfaatkan untuk tumpang sari dengan tanaman lain baik tanaman semusim maupun tanaman tahunan (contoh: Cabai, sawi, jagung, ketela pohon, talas, kelapa, kopi, kakao).


2.3 Cara Tanam
Lubang tanam dibuat 50x50x50 pada tanah berat dan 30x30x30 pada tanah yang gembur, Jarak tanam 3x3 m, penanaman dilakukan menjelang musim hujan, sebelum tanam lubang diisi dengan pupuk organik ± 20 kg


2.4 Pemeliharaan tanaman
a) Penjarangan
Untuk mendapatkan kualitas buah yang baik satu rumpun dipelihara 3-4 batang tanaman, pengambilan anakan/ penjarangan dilakukan sehingga diperoleh dalam satu rumpun terdapat anakan dengan umur yang berbeda beda. Setelah bonggol pisang dalam satu rumpun sudah naik kepermukaan dengan kualitas buah yang sudah menurun ± 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti bibit yang baru.

b) Penyiangan
Gulma disekitar pohon disiangi untuk mencegah persaingan penyerapan unsur hara, penyiangan dilakukan 2 bulan sekali dengan memperhatikan kondisi gulma yang ada, gulma hasil penyiangan dapat ditimbunkan pada pangkal tanaman pisang sebagai pupuk hijau dan mulsa organik.

c) Perempelan
Perempelan dilakukan pada daun yang sudah menguning dan mengering dipangkas untuk menjaga sanitasi lingkungan pertanaman.

d) Pemupukan
Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan 207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium dan mempertahankan PH tanah supaya tidak asam. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun).

e) Pengairan
Pisang ambon membutuhkan air lebih banyak daripada jenis pisang yang lain sehingga akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang pada musim kemarau untuk mencegah stagnasi pertumbuhan dan menjamin kontinuitas produksi.

f) Pemeliharaan buah
Jantung pisang dipangkas setelah sisir pisang berjumlah 8 – 11 buah dengan mempertimbangkan perkembangan bakal buah, apabila masih terdapat bakal buah yang tidak berkembang dipangkas lagi dan setelah sisir pisang mengembang sempurna tandan pisang dibungkus dengan plastik bening yang diberi lobang atau menggunakan karung kertas bekas semen. Untuk mencegah robohnya batang pisang karena beban buah diberikan penyangga dari bambu baik pada batang atau tangkai buah.

g) Pengendalian hama penyakit
Hama yang sering tanaman pisang ambon yakni ; Ulat daun, Uret kumbang, Nematoda, Ulat bunga dan buah. Penyakit yang bisa menyerang tanaman pisang ambon yakni; Penyakit darah oleh fusarium, dan penyakit firus.
Pengendalian hama dan penyakit pada dasarnya disarankan dengan menggunakan teknik pengendalian yang aman, tepat sasaran, aplikatif dan ekonomis. Pada langkah awal pengendailan hama yaitu dengan melakukan budidaya tanaman sehingga diperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal dan pengamatan tanaman secara kontinue sehingga dapat mencegah serangan hama penyakit, apabila dalam pengamatan ditemui gejala serangan HPT pengendalian awal dengan fisik, mekanis, biologis apabila belum terkendali bisa dengan menggunakan pestisida nabati, organik sintetis dan kimia sintetis secara bijaksana sesuai jasat sasaran. Untuk pengendalian penyakit fusarium dengan pemusnahan tanaman terserang, sterilisasi alat yang digunakan, menjaga PH tanah tetap netral, mengurangi dosis pupuk N, mencegah genangan air, aplikasi inokulan biferia basiana. penyakit akibat inveksi virus ditandai terjadinya klorosis pada daun dan sebelum vase generatif tanaman sudah mati. Penyakit ini hanya bisa dikendalikan dengan memusnahkan tanaman terserang agar busuk sampai keakar akarnya dan menjaga alat pertanian bersih dan mengganti tanaman baru yang sehat karena virus hanya dapat menular dari jasat hidup ke jasat hidup melalui penularan saat perempelan daun pisang dari tanamn terserng ke tanaman sehat. Pengalaman di lapangan aplikasi ZPT yang bisa memacu pertumbuhan dapat mengurangi terjadinya serangan virus.

III. PUSTAKA
- Daryanto.Drs, Bercocok tanam Buah-buahan. Aneka ilmu. Semarang. 1997
- Tipspetani.blogspot.com. Cara moderen menanam pisang ambon. diakses 19 Juli 2016
- www.ruangtani.com. Budidaya Buah. Diakses 19 Juli 2016

 

Tanggal Artikel : 12-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait