Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN GUNUNG KIDUL >> BP3K Semanu

PENGATURAN JARAK TANAM DENGAN SISTEM TAJARWO PADA BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

PENGATURAN JARAK TANAM DENGAN SISTEM TAJARWO PADA BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan jarak tanam, antara lain adalah kondisi tanah, musim dan varietas. Pada tanah yang subur jarak tanam pada umumnya semakin lebar. Hal ini karena pertumbuhan jagung juga semakin subur sehingga kemungkinan tanaman saling menutupi. Sedangkan pada tanah yang kurang subur jarak tanam dapat dipersempit. Pada musim hujan kecukupan akan air lebih terjamin sehingga pertumbuhan tanaman semakin baik. Oleh karena itu, pada musim hujan jarak tanam diperlebar, sedangkan pada musim kemarau jarak tanam dapat dipersempit. Terdapat beberapa varietas yang pertumbuhannya cepat dengan batang dan daun-daun yang tumbuh lebih besar dibandingkan dengan varietas lain. Untuk varietas seperti ini jarak tanam dibuat lebih lebar.

Jarak tanam menentukan populasi tanaman. Semakin rapat jarak tanamnya semakin banyak populasinya. Pada kondisi seperti ini kemungkinan terjadinya persaingan semakin besar dalam hal mendapatkan faktor-faktor tumbuh yaitu CO2, cahaya, air dan unsur hara. Akan tetapi, dengan jarak tanam yang lebar populasinya semakin sedikit, tidak efisien dalam pemanfaatan lahan, terjadi radiasi cahaya matahari, tanah terbuka sehingga memacu pertumbuhan gulma terutama gulma berdaun sempit. Oleh karena itu, jarak tanam harus diatur untuk mendapatkan populasi yang optimum sehingga diperoleh hasil yang maksimal.

Pada umumnya untuk mendapatkan populasi yang optimum (66.000 – 75.000 tanaman per hektar), jarak tanam dapat dibuat 75 cm x 20 cm (1 tanaman per lubang) atau 75 cm x 40 cm (2 tanaman per lubang) untuk tanah-tanah subur atau tanaman di musim hujan. Jarak tanam 70 cm x 20 cm (1 tanaman per lubang) atau 70 cm x 40 cm (2 tanaman per lubang) untuk tanah-tanah kurang subur atau tanaman di musim kemarau. Penanaman 2 biji dalam satu lubang kemungkinan terjadinya persaingan antar tanaman lebih besar.
Sistem tanam jajar legowo dapat juga dilakukan dengan pengaturan jarak tanam (100 cm – 40 cm) x 20 cm. Pada sistem tanam jajar legowo ini mempunyai banyak keuntungan antara lain :
a. Tidak mengurangi jumlah populasi tanaman
Populasi tanaman jagung yang menggunakan tajarwo jumlahnya sama dengan populasi tanaman jagung yang menggunakan jarak tanam larikan biasa 75 x 20 cm yaitu 66.666 tanaman per hektar
b. Memaksimalkan faktor eksternal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Penetrasi cahaya matahari, air dan udara pada tanaman dapat maksimal sehingga dapat meningkatkan laju fotosintesis pada tanaman
c. Mengurangi tenaga kerja pada saat pemeliharaan tanaman
Berdasarkan penelitian, untuk pemeliharaan tanaman seluas satu hektar bisa mengurangi tenaga kerja sebanyak 13,32 HOK
d. Memudahkan dalam perawatan tanaman
Adanya jarak antar baris yang cukup lebar sangat menguntungkan dalam perawatan tanaman baik itu pada waktu pemupukan, pengairan maupun penyiangan karena tidak bersentuhan dengan tanaman.
e. Mengurangi resiko OPT
Jarak antar baris yang cukup lebar dapat mengurangi ancaman hama penyakit tanaman terutama serangan jamur yang biasanya banyak menyerang pada saat musim penghujan.

 

 

Tanggal Artikel : 11-07-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait

  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani
  • e-Petani