Materi Lokalita >> BALI >> KABUPATEN TABANAN

PENGENDALIAN SEMUT HITAM PADA TANAMAN KOPI

Sumber Gambar: Dok. Widiada

Kabupaten Tabanan yang terletak sekitar 0 - 800 m dari permukaan laut, merupakan daerah yang didominasi oleh sektor pertanian dalam arti luas. Salah satu komoditas unggulan di bidang perkebunan adalah kopi robusta, terutama di daerah Kecamatan Pupuan yang telah dibudidayakan bertahun-tahun secara turun temurun, dengan luas areal mencapai lebih dari 4.000 hektar. Produksi tanaman kopi didaerah ini sangat bervariasi tergantung keadaan iklim dan teknik dalam pemeliharaan tanaman sehingga bisa menghasilkan 700 kg – 2.500 kg/ ha. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi petani kopi adalah pada saat melaksanakan panen, banyaknya semut hitam yang bersarang pada buah-buah kopi yang mau dipanen, sehingga pemanenan menjadi tidak optimal, karena masih banyak buah-buah kopi yang masih tersisa pada tangkai tanaman kopi. Kondisi ini tentu akan berpengaruh terhadap produksi yang diperoleh petani, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menghindari gangguan semut hitam pada saat panen. Semut hitam Dolichoderus thoracicus Smith, merupakan spesies semut yang daerah penyebarannya tersebar luas di Asia Tenggara, terutama di daerah dengan ketinggian kurang dari 1.300 meter di atas permukaan laut. Semut hitam banyak dijumpai pada tanaman jeruk, kakao, kopi, dan mangga. Sarang semut hitam biasanya berada di atas permukaan tanah (tumpukan seresah daun kering) dan juga pelepah daun kelapa (jika kakao ditanam bersama dengan kelapa) atau di tempat-tempat lain yang kering dan gelap serta tidak jauh dari sumber makanan. Semut hitam biasanya keluar dari sarangnya pada waktu pagi dan sore hari ketika suhu tidak terlalu panas. Semut akan menuju pucuk- pucuk tanaman untuk mendapatkan cahaya matahari sambil menjalankan aktivitasnya. Akan tetapi pada siang hari ketika suhu udara panas, semut akan bersembunyi pada tempat-tempat yang terlindung dari sengatan sinar matahari secara langsung, seperti di dalam sarang, di balik dedaunan, di tanah, dan lain-lain. Semut hitam hidup dalam organisasi sosial yang terdiri dari sejumlah individu dan membentuk suatu masyarakat yang disebut koloni. Koloni semut terdiri dari kelompok-kelompok yang disebut kasta. Semut hitam terdiri dari beberapa kasta, yaitu: ratu, pejantan, dan pekerja serta prajurit. Kasta-kasta semut mempunyai tugas yang berbeda-beda, akan tetapi tetap saling berinteraksi dan bekerja sama demi kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu dalam satu koloni semut bisa terdiri dari ribuan atau lebih. Pada tanaman kopi semut sering membuat koloni pada daun-daun kopi, biasanya pada daun sisi bagian bawah. Kadang-kadang daun tergulung dan didalamnya membentuk koloni. Namun yang sering menjadi masalah adalah koloni-koloni semut itu terjadi pada dompolan buah-buah kopi. Koloni yang terjadi pada buah-buah kopi inilah sangat mengganggu sekali pada saat panen buah kopi, karena begitu kopi dipetik maka semut akan berhamburan menggerayangi tangan, lalu ke bagian tubuh lainnya, dan tentu akan menghambat proses pemanen buah kopi, yaitu panen menjadi terhambat dan juga dompolan buah-buah yang ada koloni semutnya sering tidak dipanen. Hal ini tentu akan berdampak pada tingkat produktivitas yang diperoleh saat panen. Salah satu metode yang dilakukan oleh petani yang ada di daerah Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan adalah dengan membuatkan sarang koloni semut tersebut, dengan cara sebagai berikut : (1) Siapkan 1 ruas bambu dengan panjang + 60 – 70 cm, dengan salah satu ujungnya tertutup. (2) di dalam bambu tersebut diisi bahan sarang berupa daun-daunan seperti dauan kelapa kering, daun pisang kering dan sebagai umpannya diisi " kepala ikan", kepal ikan ini merupakan pengumpan yang sangat baik untuk menarik semut agar mau berkoloni pada sarang buatan tersebut. Bahan pengumpan lain yang bisa digunakan seperti gula, susu kental manis dll. (3) bila sarang telah selesai dibuat, maka sarang tersebut ditaruh secara melintang pada cabang-cabang ranting tanaman kopi. Setelah beberapa waktu maka semut yang ada disekitar tanaman kopi tersebut akan pindah ke sarang tersebut. (4) pada saat kita melakukan panen kopi, maka sarang tersebut dipindahkan sementara ke tempat lain atau ditaruh di tanah, lebih baik ditaruh pada tempat yang agak terang, agar dia tidak keluar dari sarang dan tetap ada di dalam sarang. (5) selanjutnya kita melakukan panen seperti biasa (6) selesai panen sarang kita letakkan kembali di tempat semula. Hal penting yang perlu pula dilakukan dalam pengendalian semut hitam ini adalah melakukan pemangkasan secara teratur, baik pada tanaman kopi maupun pada tanaman pelindung. Bila pemangkasan sudah baik, serta, sinar matahari cukup masuk dalam kebun, maka biasanya semut tidak dapat berkembang dengan baik. Begitu sebaliknya semut ini banyak dijumpai pada tempat-tempat yang rimbun serta kurang dilakukan pemangkasan ( I Made Widiada, Dinas Pertanian, Kab.Tabanan, Bali).

Tanggal Artikel : 13-06-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait