Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN KULON PROGO >> BP3K Nanggulan

PANEN DAN PASCA PANEN KEDELAI

Sumber Gambar: Pribadi

Sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia dipasok dari tanaman kedelai ini yang telah dipanen biji kacang kedelainya. Untuk mendapatkan kacang kedelai yang baik dalam kualitas dan kuantitasnya maka diperlukan proses pemanenan dan pasca panen yang baik. Sering kali kacang kedelai berkurang kualitas dan kuantitasnya karena pengolahan pasca panen yang kurang baik. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain saat dan umur panen, penjemuran, pembijian, pembersihan biji, dan penyimpanan.

 

PANEN

1. PANEN

Tanaman Kedelai yang siap panen mempunyai cirri ‚Äď ciri :

Sudah matangnya tanaman kedelai (Hal ini berdasarkan jenis varietas kedelai) yaitu sedikitnya 95% polong pada batang utama telah berwarna kuning kecoklatan (Warna polong yang sudah masak), Batang tanaman sudah mengering dan daunnya sudah rontok, Kadar air kacang kedelai sekitar 25 % dan kulit polongnya mudah terkelupas, Proses panen yang baik biasanya dilakukan saat matahari bersinar (cerah dan tidak hujan) biasanya dimulai pada jam 9 pagi, Alat panen yang biasa digunakan disini adalah Sabit bergerigi, Sabit Biasa tapi tajam, Untuk dijadikan benih kedelai dipetik bila biji sudah masak sempurna.

Proses pemanenan dapat dilakukan dengan mencabut untuk daerah yang lahan tanah ringan/ berpasir tetapi untuk daerah yang tidak bias dicabut dapat dipotong dengan sabit bergarigi / tajam.

 

PASCA PANEN

2. PENGERINGAN

 Setelah pemungutan selesai segera dijemur. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar, anyaman bambu, atau di lantai semen selama 3 hari. Sesudah kering sempurna dan merata, polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. Agar kedelai kering sempurna, pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali.. Untuk perbenihan kedelai dijemur antara jam 09.00 wib sampai pukul 11.00 wib.

3. PERONTOKAN

Perontokan ini dapat dilakukan menggunakan tongkat pemukul (batang pelepah kelapa dan rotan), selain itu juga bisa dilakukan dengan menginjak ‚Äď injaknya.¬†Selain dengan cara tradisional, perontokan ini juga dapat dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser. Perontokan yang dilakukan menggunakan mesin perontok atau power threser ini memiliki berbagai keunggulan seperti : Akan mengefisienkan tenaga, waktu dan biaya, Tingkat kotoran rendah hanya 5 % dan Susut tercecer rendah hanya 5 %

4. PENYORTIRAN

 Setelah biji terpisah, brangkasan disingkirkan. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18,2 %. 

5. PENYIMPANAN dan PENGEMASAN :

 Sebagai tanaman pangan, kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama, maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %.

 

Oleh : Suwarto, S.Pt dan Sugimin

Sumber :

1. www.anakagronomy.com/.../panen-dan-pascapanen-tanaman-kedelai.html

2. https://amtast.id/proses-panen-dan-pasca-panen-kedelai

Tanggal Artikel : 08-06-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait