Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN KULON PROGO >> BP3K Nanggulan

BUDI DAYA KEDELAI

Sumber Gambar: Data Pribadi

Dilahan sawah , kedelai ditanam pada musim kemarau , setelah padi .
Sedangkan dilahan kering ( tegalan ) Kedelai umumnya ditanam pada musim hujan.
Kedelai dapat tumbuh denagan baik dan memberikan hasil yang cukup tinggi dilahan.

Persiapan yang dilakukan dalam penanaman Kedelai meliputi :

A. PENGOLAHAN TANAH

Untuk pengolahan tanah dalam penanaman kedelai ada dua cara yaitu : tanpa olah tanah (TOT) dan Minimal olah tanah (MT)

B. PEMBUATAN BEDENGAN ( GOT) dan DRAINASE

Bedengan/ gugulan dibuat dengan lebar ± 1-1,2 meter, Drainase/ got dibuat dengan kedalaman ± 30 cm lebar 25 – 30 cm, Got malang, got membujur dan got keliling.

fungsi dari pembuatan bedengan untuk memudahkan dalam pengairan saat membutuhkan air dan penuntasan air saat kelebihan air.

C. PENGGUNAAN BIBIT UNGGUL

 Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi (>90%), Sebelum ditanam di lakukan perlakuan dengan risobium terutama untuk lahan yang belum pernah ditanami kedelai, diusahakan menggunakan benih yang baru dan bersertifikat ( berlabel)

D. CARA TANAM

Cara tanam dapat dengan di tugal / diponjo dengan kedalaman tugal ± 2 cm, untuk lokasi yang dapat dikeringkan,Untuk daerah yang sulit dalam pengeringan dapat diletakkan pada bekas batang padi, Jarak tanam 40 X 10 – 15 cm , tiap lubang diisi 2 - 3 butir kedelai kemudian lubang ditutup dengan pupuk organik.

E. MULSA

Setelah selesai penanaman lahan ditutup dengan mulsa. 

Keuntungan penutupan mulsa jerami: Mencegah penguapan air, menjaga kelembaban, Melindungi tanah dan benih dari terpaan air hujan secara langsung, Menekan pertumbuhan gulma, Mengurangi serangan lalat bibit pada awal pertumbuhan tanaman, Menambah unsur hara tanaman, Menambah pasokan bahan organik, Mulsa ini dapat dari jerami padi

F. PEMUPUKAN

Pupuk yang digunakan pupuk organik sebagai penutup lubang tugal dengan pupuk NPK sesuai dengan dosis anjuran dan dapat juga dengan sistem pengocoran.

G. PENGAIRAN

Pengairan / air sangat dibutuhkan pada beberapa fase antara lain : Saat tanam, Fase berbunga, Saat kepek dan Pengisian polong.

H. PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN.

Pengendalian hama sesuai prinsip PHT dan diusahakan menggunaan pestisida hayati yang ramah terhadap lingkungan.

I. PENYIANGAN

Penyiangan dilakukan: 2-3 Kali/musim tanam disesuaikan dengan kondisi lahan

Tujuan penyiangan: Untuk mencegah terjadinya kompetisi antara tanaman dan gulma, Menghilangkan inang hama atau penyakit, menggemburkan tanah dan memperbaiki aerasi tanah.

J. PEMANENAN

Kriteria Panen: Umur tanaman sesuai varietas, Polong berwarna coklat tua dan keras, Daun sudah menguning dan SEBAGIAN rontok, Pemanenan dilakukan pada pagi hari, Pemanenan menggunakan alat pemotong (Sabit).

 

 Oleh : Suwarto, S.Pt

Sumber :

https://bibit-unggul-online.blogspot.com/.../teknik-budidaya-kedelai-lahan-

Tanggal Artikel : 08-06-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait