Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN BATANG >> BP3K Batang

Peran Mekanisasi Pertanian di Wilayah Perkotaan

Sumber Gambar: dokumen pribadi

Peran Mekanisasi Pertanian di Wilayah Perkotaan

Perkembangan dunia pertanian daerah perkotaan dewasa ini dihadapakan pada permasalah yang berkaitan dengan meluasnya industrialisasi serta kebutuhan lahan untuk pemukiman bagi pekerja dan warga disekitar lokasi industri. Diperlukan kebijakan pemerintah dalam mengelola lahan produktif untuk menopang ketahan pangan agar lahan pertanian tetap terjaga. Hal tersebut diperparah dengan tidak menariknya lagi sektor pertanian bagi generasi muda di daerah perkotaan akibat kendala disekitar dunia pertanian itu sendiri maupun faktor eksternal yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi terbatasnya tenaga kerja di sektor pertanian. Pemerintah sendiri sudah dapat melihat fenomena tersebut dengan menyiapkan paket teknologi baik teknis budidaya maupun mekanisasinya. Dalam rangka meningkatkan efisiensi usahatani, penggunaan mekanisasi pertanian terbukti meningkatkan penurunan masukan tenaga, waktu dan modal untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. Posisi strategis mekanisasi pertanian memiliki makna yang sangat kompleks bagi Indonesia karena mengandung banyak manfaat mulai dari peningkatan produksi, mengurangi losses dalam proses panen, menekan biaya usahatani, serta memperluas dan meningkatkan intensitas tanam ( BPP Mektan 2016 )
Mekanisasi pertanian diartikan sebagai pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi pertanian. Bantuan yang bersifat mekanis tersebut termasuk semua jenis alat yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, motor bakar motor listrik, angin, air dan sumber energi lainnya. Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktivitas, kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja petani baik alat untuk proses olah tanah, tanam maupun panen.
Wilayah perkotaan yang umumnya terletak di daerah pantai utara memiliki kontur tanah berupa hamparan tanah yang luas, dimana produktivitas lahan didukung oleh adanya perangkat infrastruktur pertanian yang memadai. Kondisi yang strategis bagi lahan sawah tersebut tidak didukung dengan adanya tanaga kerja yang mencukupi, sehingga petani terpaksa harus mendatangkan dari luar wilayah terutam dari desa – desa didaerah dataran menengah sekitar kecamatan kota terutama untuk tenaga tanam dan panen. Dengan adanya masukan mekanisasi pertanian di lahan pertanian, bagi petani wilayah perkotaan berpengaruh banyak dalam meningkatkan efisiensi biaya, tenaga dan waktu dibandingkan dengan tenaga manusia.
Dari tabel pada lampiran dapat kita lihat manfaat penggunaan alsintan dapat menurunkan biaya serta masukan tenaga yang dibutuhkan, sehingga cocok untuk diterapkan pada wilayah perkotaan yang saat ini sudah kekurangan tenaga kerja sektor pertanian. Aplikasi alsintan ini tidak serta merta dapat berjalan tanpa kendala, mulai dari kondisi lahan sawah yang dekat pantai kadang terjadi genangan maupun rob air laut serta secara teknis pelaksanaan butuh ketelatenan petani terutama membuat pesemaian dapog yang khusus pada tanam menggunakan mesin tanam/ rice transplanter.
Penggunaan alsintan di wilayah perkotaan seiring berjalannya waktu akan sangat dibutuhkan oleh petani, seiring dengan berkurangnya tenaga kerja tanpa adanya regenerasi yang mencukupi kebutuhan di sektor pertanian. Diharapkan juga dengan berkembangnya modernisasi alsintan akan menarik minat generasi muda terjun ke dunia pertanian mengingat adanya masukan teknologi modern serta peluang usaha pertanian masih terbuka dan berkelanjutan. Hasil akhirnya adalah dengan masuknya pertanian modern yaitu berkurangnya biaya usahatani dan bertambahnya pendapatan petani seperti dalam kajian dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tahun 2015 pada lokasi pecontohan pertanian modern di daerah Soppeng sulawesi selatan, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Blora Jawa Tengah dan Kabupaten Cilacap jawa Tengah terjadi penurunan biaya usahatani rata – rata 20-25% dan peningkatan keuntungan sekitar 50%.

Daftar Pustaka
1. https://pse.litbang.pertanian.go.id
2. BPP Mektan 2016. Laporan akhir.telah strategis mekanisasi pertanian dalam pembangunan pertanian berwawasan agribisnis.Balai Besar Pengembengan mekanisasi Pertanian

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran :

Tanggal Artikel : 08-06-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait