Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN BATANG >> BP3K Batang

Persemaian Menggunakan Dapog

Sumber Gambar: BPTP Jateng

PERSEMAIAN MENGGUNAKAN DAPOG ( BAKI /TRAY )
untuk Rice Transplanter


Salah satu titik kritis tanam bibit padi menggunakan mesin tanam pindah bibit padi (Rice Transplanter) adalah pembuatan persemaian, karena memerlukan bibit khusus agar bibit dapat diaplikasikan dalam mesin dengan baik.. Cara pembuatan persemaian berbeda dengan persemaian yang biasa dilakukan saat ini (konvensional).
Persemaian dibuat dalam dapog (k otak persemaian) dengan media campuran tanah dan pupuk organik contoh dengan perbandingan 4:1 (disesuaikan dengan kondisi tanah). Media dapat juga campuran tanah dengan pupuk NPK 3 gram/dapog. Campuran media tersebut harus diayak dengan ayakan pasir agar media terbebas dari kerikil dan kotoran yang dapat mengganggu kinerja mesin pada saat tanam.
Dapog dapat dibuat dari kotak plastik/kayu yang disesuaikan dengan merek dan tipe Rice Transplanter. Rice transplanter Kubota SPW48C atau Yanmar, ukuran bagian dalam lebar 28 cm, panjang 58 cm, dan tinggi 2,5 cm. Jarwo transplanter dengan ukuran 58 x 18 x 2,5 cm Dapog buatan pabrik pada umumnya terbuat dari plastik dengan harga relatif mahal
Sistem persemaian
1. Persemaian sistem kering di luar lahan sawah (tanah darat atau pekarangan rumah)
2. Persemaian sistem basah di lahan sawah
3. Persemaian sistem kering dan basah. Tahap awal dilakukan di darat setelah benih tumbuh dapog dipindah dipelihara di sawah

Persyaratan Bibit untuk rice transplanter
1. Tinggi 12-18 cm,
2. Umur 12-18 hari
3. Kerapatan merata 2 s/d 3 bibit/cm2
4. Merata dan datar seragam
5. Ketebalan tanah 2,0-2,5 cm

Pembuatan Persemaian

1. Dapog diberi alas koran dan diberi media, diratakan dengan ketebalan 2,5 cm
2. Penaburan benih padi yang telah direndam dan diperam tapi belum berkecambah. 120?150g benih (padi non hibrida), atau 80?100g benih (padi hibrida) per kotak bibit.
3. Untuk menjamin kemerataan, benih tersebut dibagi menjadi 3 bagian, ditaburkan setiap bagian sampai merata
4. Setelah ditabur benih , tutuplah dengan tanah halus 0,3?0,5cm tebalnya, sehingga tidak dimakan burung dan tidak terkena sinar matahari langsung
5. Bila dilakukan di darat, penyiraman dilakukan pada hari ke-4 setelah penyebaran benih. Penyiraman dilakukan setiap hari di pagi hari
6. Bibit siap tanam bila merata, seragam, perakaran rapat dan tinggi bibit maksimal 20 cm.
7. Bibit diambil/dipisahkan dari tray dengan cara digulung agar mudah dalam distribusi

 

Lampiran :

Tanggal Artikel : 08-06-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait