Materi Lokalita >> JAWA TIMUR >> KOTA PROBOLINGGO

KEUNTUNGAN ASURANSI USAHATANI PADI BAGI PETANI

Sumber Gambar: Kementan

Swasembada pangan merupakan tekad kementerian pertanian yang harus disukseskan. Salah satu upaya pemerintah dalam mengsukseskan swasembada pangan adalah pelaksanaan Upaya Khusus (UPSUS) swasembada padi mulai tahun 2015. Usahatani padi tentu tidak lepas dari resiko ketidakpastian sebagai akibat dampak negatif perubahan iklim yang merugikan petani. Berkenaan dengan hal tersebut, maka pemerintah membantu mengupayakan perlindungan usahatani dalam bentuk asuransi pertanian. 

Kota Probolinggo menindak lanjuti dari Program Pemerintah dengan menganjurkan kepada semua kelompok tani dikota Probolinngo untuk mengikuti AUTP, yang nantinya Kelompoktani mensosialisasikan kepada anggotanya untuk ikut Asuransi tersebut, itupun berlangsung sampai sekarang dan memang tidak semua yang mengikutinya. Petani juga sudah pernah mengklaimkan polisnya yang dikarenakan adanya serangan hama wereng, kerdil kuning dan banjir sehingga tidak ada rugi bagi petani Kota Probolinggo untuk mengkuti Asuransi tersebut dan sudah dirasakan manfaatnya.

Asuransi pertanian merupakan pengalihan resiko yang dapat memberikan ganti rugi akibat kerugian usahatani sehingga kebelangsungan usahatani dapat terjamin. Salah satu jenis asuransi pertanian adalah Asuransi Usahatani Padi (AUTP). Asuransi Usaha Tani Padi memberikan jaminan terhadap kerusakan tanaman akibat banjir, kekeringan serta serangan hama dan penyakit tumbuhan atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Maksud penyelenggaraan AUTP adalah melindungi kerugian nilai ekonomi usahatani padi akibat gagal panen, sehingga petani memiliki modal kerja untuk pertanaman berikutnya. Manfaat yang dapat diberikan petani melalui AUTP :
1. Memperoleh ganti rugi keuangan yang akan digunakan sebagai modal kerja usahatani untuk pertanaman berikutnya;
2. Meningkatkan aksesbilitas petani terhadap sumber-sumber pembiayaan;
3. Mendorong petani untuk menggunakan input produksi sesuai usahatani yang baik.


Kriteria pemilihan calon peserta AUTP adalah:
1. Petani yang memiliki lahan sawah dan melakukan usaha budidaya tanaman padi pada lahan paling luas 2 (dua) hektar;
2. Petani menggarap yang tidak memiliki lahan usahatani dan menggarap lahan sawah paling luas 2 (dua) hektar.

Lokasi AUTP dilaksanakan pada sawah irigasi (irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi desa/sederhana, dan lahan rawa pasang surut/lebak yang telah memiliki sitem tata air yang berfungsi) dan lahan sawah tadah hujan yang tersedia sumber-sumber air (air permukaan dan air sawah), diprioritaskan pada :
1. Wilayah sentra produksi padi dan atau wilayah penyelenggaraan UPSUS padi;
2. Lokasi terletak dalam satu hamparan.

AUTP memberikan jaminan atas kerusakan pada tanaman yang diasuransikan yang diakibatkan oleh banjir, kekeringan, dan serangan OPT dengan batasan-batasan berikut:
1. Banjir adalah tergenangnya lahan pertanian selama periode pertumbuhan tanaman dengan kedalaman dan jangka waktu tertentu sehingga menurunkan tingkat produksi tanaman;
2. Kekeringan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan air tanaman selama periode pertumbuhan tanaman yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak optimal, sehingga menurunkan tingkat produksi tanaman;
3. Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah organisme yang dapat mengganggu dan merusak kehidupan tanaman atau menyebabkan kematian pada tanaman pangan, termasuk di dalamnya ;
1) Hama tanaman: penggerek batang, wereng batang coklat, walang sangit, tikus, dan ulat grayak dan keong mas;
2) Penyakit tanaman: blast, bercak coklat, tungro, busuk batang, kerdil hampa, kerdi rumput/kerdil kuning dan kresek.
Ganti rugi diberikan kepada peserta AUTP apabila terjadi banjir, kekeringan, dan serangan OPT yang mengakibatkan kerusakan tanaman padi yang dipertanggungkan dengan kondisi persyaratan:
1. Umur padi sudah melewati 10 hari (10 hari setelah tanam/HST);
2. Umur padi sudah melewati 30 hari (teknologi tabela);
3. Intensitas kerusakan mencapai ?75% dan luas kerusakan mencapai ?75% pada setiap petak alami.
Dalam AUTP, harga pertanggungan ditetapkan sebesar Rp 6.000.000,- per hektar per musim tanam. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan batas maksimal ganti rugi. Adapun premi asuransi yang dibayarkan sebesar Rp 180.000,-/ha/MT dengan perincian sebesar Rp 144.000,-/ha/MT merupakan bantuan pemerintah dan sisanya swadaya petani sebesar Rp 36.000,-/ha/MT. Jika luas lahan kurang dari 1 ha, maka besarnya premi dan ganti rugi dihitung secara proporsional.

Syarat pengajuan klaim AUTP adalah:
1. Gagal panen akibat banjir, kekeringan atau OPT dengan persentase intensitas kerusakan ? 75 %
2. Premi telah dibayar
3. Kerugian diperiksa POPT-PHP, dan melapor kepada perusahaan asuransi
4. Perusahaan asuransi memutuskan besarnya kerugian
5. Pembayaran Klaim AUTP dilakukan 14 hari sesudah persetujuan jumlah kerugian dan klaim dibayarkan ke rekening petani/Poktan.

Asuransi usahatani padi diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, dan serangan OPT, mengalihkan kerugian kepada pihak lain melalui pertanggungan asuransi, serta mampu memberikan pendidikan kepada petani dalam mengelola risiko dan sistem usahatani yang baik.
Untuk mendorong kesejahteraan petani, diperlukan perlindungan terhadap risiko yang biasa dihadapi petani seperti perubahan iklim yang menyebabkan banjir, kekeringan, dan serangan hama.
Maka itu, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) diharapkan mampu memitigasi risiko agar daya saing usaha petani padi menjadi semakin baik.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, perlindungan petani merupakan amanat yang tertuang dalam Undang Undang (UU) nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, khususnya pelaksanaan strategi perlindungan petani melalui asuransi pertanian.
"Petani yang mengasuransikan tanaman padinya akan mencegah ketergantungan mereka terhadap tengkulak. Dengan itu, kesejahteraan bisa tercapai dan produktivitas pertanian akan meningkat," ujar Amran di Jakarta, Kamis (22/9/2016).
Program AUTP sendiri telah diterapkan dalam skala nasional yang dimulai 13 Oktober 2015 melalui perjanjian kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).
AUTP diharapkan mampu melindungi petani dari risiko kerugian nilai ekonomi usaha tani padi akibat gagal panen, sehingga petani tetap memiliki modal kerja untuk pertanaman berikutnya.
Secara teknis, ganti rugi AUTP diberikan kepada peserta yang umur padinya sudah melewati 10 hari, intensitas kerusakan mencapai lebih dari 75 persen dan luas kerusakan mencapai lebih dari 75 persen pada setiap luas petak alami. Sedangkan besarnya ganti rugi Rp 6.000.000 per hektar per musim tanam.

Jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari satu hektar, maka besarnya ganti rugi dihitung secara proporsional.
Premi asuransi per hektar sebesar Rp 180.000 dengan catatan bahwa jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari satu hektar maka besarnya premi dihitung secara proporsional.
Kementerian Pertanian sendiri memberikan bantuan subsidi premi secara khusus sebesar 80 persen dari premi keseluruhan, sehingga premi asuransi yang dibayar oleh petani hanya sebesar Rp 36.000.

Ditulis : Amilia Juniarti, SP/penyuluh Pertanian Muda

Tanggal Artikel : 17-05-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait