Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN PEMALANG

INDIGOFERA HIJAUAN DUKUNG SIWAB

Sumber Gambar:

Indigefera merupakan hijauan pakan pakan ternak jenis leguminose. Selain memiliki nutrisi yang tinggi seperti fosfor, kalsiun dan nitrogen sehingga merupakan pakan ternak yang baik. Saat memelihara dan menjalankan usaha ternak sapi yang dilakukan secara intensif, pakan hijauan ternak adalah salah satu hal bagian yang sangat menentukan keberhasilan usaha secara keuangan. Salah satu yang menjadi kendala utama dalam hal untuk meningkatkan produktivitas peternakan di nusantara mutu dan jumlah pakan yang tidak menentu khususnya pada saat musim kemarau yang berakibat menurunnya tingkat produktivitas ternak seperti tingginya angka kematian dan rendahnya tingkat pertumbuhan ternak. Banyak orang sekarang ingin mengetahui ciri-ciri tanaman indigofera sebagai bahan pakan.
Ciri- Ciri Tanaman Indigofera Sp:
• Tanaman Indigofera sp tergolong leguminosa adalah tanaman dari kelompok kacangan dengan genus Indigofera yang mempunyai bentuk pohon dengan ukuransedang.
• Tumbuh tegak, jumlah cabang banyak, akar bisa menembus tanah cukup dalam.
• Ciri khas tanaman ini adalah warna daun hijau terang pada bagian permukaan dan umur 12 bulan sudah berbunga dengan bunga berwarna unggu.
• Pada umur 12 bulan tinggi tanaman bisa mencapai 2 meter dengan diameter batang 18-20 cm.
• Bisa tumbuh dengan baik pada daerah sampai ketinggian 1200 m dari permukaan laut, pada tanah yang kurang subur dan tahan terhadap musim kemarau yang panjang.
Cara Perbanyakan penanamannya
Tanaman Indigofera sp bisa dikembangkan dengan menggunakan biji, tidak bisa diperbanyak dengan memakai steak (batang). Biji disemaikan lebih dahulu di dalam polybag selama 60 hari kemudian sesudah tumbuh lalu ditanam. Tingkat pertumbuhan penanaman dengan biji sekitar 80%. Produksi Indigofera sp pada saat tanaman berumur satu tahun dengan jarak tanam 1 x 0,5 meter dapat menghasilkan produksi bahan kering 33,25 ton/ha/thn dengan interval pemotongan 3 bulan sekali dengan tinggi pemotongan 1,5 m di atas permukaan tanah. Setelah pemangkasan 1,5 meter setiap pohon rata-rata tumbuh 28 tunas dengan rasio/perbandingan daun dengan batang 0.72.
Perawatan tananam indogofera
Setelah itu lakukan penyiraman setiap hari namun tidak perlu menggunakan air yang terlalu banyak dan harus dijaga agar tidak muncul genangan. Air yang menimbulkan genangan akan membuat biji atau batang tanaman indogofera cepat membusuk.
Untuk pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang saja, jangan memakai pupuk kimia. Melalui akarnya tanaman ini mampu mengambil nitrogen sendiri dari udara, sehingga tidak membutuhkan pupuk kimia.
Setelah tumbuh berusia antara 2 sampai 3 bulan, bibit tanaman nila tersebut bisa dipindah ke lahan permanen. Tetapi sebelumnya harus dibuatkan gundukan dahulu di lahan tersebut untuk berjaga-jaga agar akar dan batangnya tidak kena genangan air saat turun hujan.
Saat Pemanenan
Budidaya nila atau indigofera sudah bisa mulai diambil panennya saat berusia 3 atau 4 bulan setelah di tanam di lahan. Untuk selanjutnya bisa dipanen lagi setiap 90 hari dan berlangsung terus hingga tanaman sudah tidak produktif lagi atau usianya mencapai kurang lebih 3 tahun.
Adapun teknik pemanenannya dilakukan dengan membabat daun beserta batangnya. Adapun waktu terbaik untuk mengambil panen hasil budidaya tanaman indigofera ini yaitu antara jam 4 hingga 6 pagi. Namun aturan ini hanya berlaku pada panenan yang bertujuan memproduksi pewarna kain alami. Jadi jika tujuannya berbeda, bisa dilakukan pada sore hari.
Pakan meruapakan biaya tertinggi dalam usaha peternakan.
Ketersediaan pakan merupakan faktor uatama dalam usaha peternakan yang harus disiapkan oleh setiap peternak. Kontonuitas katersediaan pakan sangat menentukan keberhasilan peternak dalam usaha peternakan, maka tanaman indogofera merupakan alternatif dalam penyediaan pakan yang kontinue dan murah.
Penulis :
Nurul Ashar ( PP Madya pada KJF Dispertan Kab. Pemalang)
Sumber
Anonimus, (2018) Tanaman Indigofera sebagai Pakan Ternak. peternakankita.com
Sariati I (2018). Indogofera, Hojauan Pakan Ternak untuk Mendukung Siwab. Sinar Tani.

Tanggal Artikel : 16-05-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait