Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN PATI >> BP3K Gunungwungkal

PENINGKATAN PRODUKSI UBI KAYU DENGAN STEK PANGKAL BAWAH POTONG DATAR

Sumber Gambar: Koleksi Foto Pribadi

Ubi kayu atau biasa disebut ketela pohon atau singkong merupakan salah satu jenis tanaman penghasil umbi-umbian yang cukup dikenal di Indonesia. Tingginya kandungan karbohidrat yang terdapat didalamnya dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi sebagai bahan makanan pokok atau bahan pembuatan tepung.
Petani di Kabupaten Pati, khususnya Kecamatan Gunungwungkal banyak yang membudidayakan tanaman ubi kayu varietas UJ 5 dan Adira 4 untuk tujuan bahan baku pembuatan tepung dan pati. Luas panen ubi kayu di Kecamatan Gunungwungkal pada Tahun 2016 sekitar 1.971 ha dengan produksi 843.548,58 kwintal (Sumber : Programa PP BPP Kec. Gunungwungkal). Menurut penyuluh, produksi ubi kayu ini dapat ditingkatkan dengan perbaikan teknik budidaya yakni penanaman dengan cara stek potong datar/horizontal.
Sebagaimana diketahui, saat ini banyak petani ubi kayu yang menanam stek ubi kayu dengan cara pangkal bawah potong miring. Petani beralasan dengan pemotongan pangkal miring pada stek akan menghemat waktu penanaman karena tinggal dipotong dengan pisau dan langsung ditancapin ke tanah. 

Menurut salah satu peneliti Balitkabi Malang, pemotongan stek pangkal bawah secara mendatar akan membuat perakaran ubi kayu sempurna sehingga ubi akan membesar optimal di semua sisi. Sedangkan stek pangkal bawah yang dipotong miring maka perakaran tidak sempurna sehingga ubi akan membesar di satu sisi sedangkan sisi yang lain ubi cenderung kecil.
Agar didapatkan stek dengan posisi horizontal/datar, pemotongan stek ubi kayu dapat menggunakan gergaji. Supaya lebih efektif, pemotongan stek dengan ukuran panjang 20 cm dapat dilakukan secara bersamaan 3-4 batang. Setelah dipotong, stek dapat dicelupkan ke dalam larutan hormon penumbuh akar (rootone) agar pertumbuhan akar lebih cepat.
Pengolahan lahan penanaman ubi kayu sebaiknya dilakukan secara optimal, sehingga tanah tidak keras. Untuk lebih meningkatkan produksi, tanah dapat ditambahkan pupuk organik agar perakaran stek yang baru keluar langsung dapat menyerap unsur hara. Tanah yang telah ditambahkan pupuk organik tersebut kemudian dibuat guludan atau bedengan. Pada saat penanaman posisi stek ubi kayu hendaknya tegak lurus keatas (vertikal) sehingga perakaran dapat tumbuh optimal. (MN)

Lampiran :

Tanggal Artikel : 16-05-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait