Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN GUNUNG KIDUL >> BP3K Purwosari

PEMELIHARAAN AYAM BURAS

PEMELIHARAAN AYAM BURAS (KAMPUNG)

 Ayam buras merupakan hewan yang telah dibudidayakan oleh manusia sejak jaman dahulu, maka tidak asing lagi bagi kita untuk memelihara ternak tersebut.
Ada beberapa permasalahan yang terjadi pada pemeliharaan ayam buras sperti karena bentuk ternaknya kecil serta harganya yang murah maka peternak tidak merasa rugi bila ternaknya mati, peternak tidak merasa memelihara tetapi hanya merasa memiliki, sistim budidaya masih tradisional dan berskalakecil, masih sering timbulnya wabah penyakit yang mematikan.
Pemeliharaan ayam buras dimaksudkan untuk mendapatkan manfaat berupa daging, telur dan sebagai sampingannya adalah kotorannya untuk menyuburkan tanaman atau dijual. Dengan kata lain kita memelihara ayam buras untuk menambah penghasilan keluarga sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Pada saat sekarang ini cara-cara pemeliharaan ayam buras berdasarkan tujuan akhir yaitu hasil yang akan didapatkan, ada beberapa kegiatan misal untuk menghasilkan telur (petelur), untuk menghasilkan daging (pembesaran), atau untuk menghasilkan kuthuk (pembibitan). Cara pemeliharaan tersebut akan berpengaruh pada bagaimana bentuk perkandangan dan peralatan yang digunakan, bibit yang akan digunakan, pakan yang digunakan, cara pemeliharaannya serta bagaimana pemasaran hasilnya.
Dibawah ini kita akan membahas satu kegiatan saja yaitu sistim pemeliharaan dengan cara pembesaran secara singkat adalah dengan memelihara kuthuk (DOC) atau ayam umur 1 hari, dengan pemberian pakan, obat-obatan dan suplement secara intensif agar pertumbuhan cepat dan ayamnya tetap sehat, dalam waktu yang singkat untuk mendapatkan keuntungan yang optimal.

 

 

 

 

PEMBESARAN AYAM BURAS (KAMPUNG)
PEDAGING

MAKSUD /TUJUAN
Pemeliharaan ayam buras (ayam kampung) secara intensif untuk diambil manfaat dagingnya dengan harapan dapat menambah penghasilan /pendapatan peternak.

SYARAT BETERNAK AYAM BURAS
1. Bibit
- Ayam sehat tidak cacat, mata cerah /bersih
- Jengger kemerah-merahan
- Kaki basah, gilig
- Bulu normal /kering
- Tidak terdapat bagian placenta (usus) yang kering menempel pada perut kuthuk.
2. Kandang
Ada dua macam kandang yang harus dipersiapkan oleh peternak yaitu kandang untuk DOC atau indukan dan kandang untuk pembesaran.
Letak kandang sebaiknya lebih tinggi dari tanah sekitar, bersih, kering (tidak becek).
Ventilasi cukup sehingga pertukaran udara bisa lancar.
Lantai kandang agak tinggi dari sekitar terbuat dari bahan yang mudah didapat tetapi cukup kuat.
Bentuk dan ukuran kandang
a. Kandang DOC sampai umur 25 hari ayam dipelihara pada kandang box dengan ukuran 100 Cm X 100 Cm dengan tinggi -+ 60 Cm. Kandang box ukuran 1 m2 ini bisa untuk memelihara ayam DOC sebanyak 100 ekor.
Sedangkan untuk perlengkapan kandang box yaitu
-Lampu balon 60 wat
-Tempat minum
-Tempat pakan
Penempatan lampu diatas kepala DOC dan berfungsi sebagai pemanas.
b. Kandang pembesaran
Untuk ayam umur 25 hari sampai dipanen dipelihara pada kandang pembeseran dengan sistim liter, yaitu lantai kandang diberi alas sekam dengan ketebalan -+5Cm, bisa juga dicampur dengan kapur dan tidak perlu diganti sampai dengan ayam dipanen.
Ukuran kandang sesuai dengan jumlah ayam yang akan dipelihara, yaitu tiap meter persegi memuat 14 – 16 ekor.
Peralatan yang harus ada dalam kandang pembesaran yaitu tempat pakan, tempat minun, tempat bertengger.
Tempat pakan bisa dibuat sendiri dari bambu, pralon, plastik atau bisa beli di Poultry Shop. Yang penting tempat pakan tidak mudah berkarat dan diletakkan agar tidak mudah tumpah dan dijaga selalu bersih.
3. Pakan
Pakan yang diberikan pada umur 1 hari sampai dipanen adalah BR I produk Comefeed. Bisa ditambah dengan jagung giling bila harga pakan mahal, diberikan pada ayam umur 1 bulan lebih.
Jumlah dan waktu pemberian pakan.
Untuk DOC yang baru datang /baru masuk kandang box yaitu dengan menyebar pakan pada lantai, dengan maksud agar ayam mengenal dulu pakan yang diberikan. Perlakuan ini ayam pada umur 1 sampai 3 hari. Setelah umur 4 hari ke atas pakan disediakan pada wadah pakan tersendiri.
4. Air Minum
Air minum harus selalu ada tersedia.
Umur 1 – 25 hari disediakan pada tempat khusus dan umur 25 hari keatas dengan tempat minun gantung. Bila perlu tambahkan vitamin, seperti vitachik per minggu 1 s/d 2 kali pemberian.
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
- Kebersihan, sanitasi dan ketenangan kandang harus dijaga.
- Mengatur ventilasi udara dan cahaya dengan baik
- Menjaga kandang tetap kering
- Tersedianya pakan dan minuman sesuai kebutuhan
- Dinding kandang ditutup sampai dengan umur 33 hari.

TATA LAKSANA PEMELIHARAAN
Sebelum ayam datang /masuk kandang, perlu dilakukan persiapan kandang yaitu :
- Melakukan disinfeksi kandang menggunakan desinfektan, seperti antisep, rodalon,biocid, formalyn dan lain-lain. Atau bisa juga dengan minyak tanah, dengan cara menyemprotkan semua bagian kandang, dengan maksud membunuh kuman /mikroorganisme yang bisa menyebabkan penyakit pada ayam.
- Menyiapkan lampu pemanas, tempat minum. Dan ayam siap masuk kandang box.
- Pengendalian penyakit
Untuk mencegah timbulnya penyakit, terutama pada penyakit yang sangat merugikan peternak seperti ND (New Castle Disease) dan gumboro, perlu dilakukan pencegahan penyakit dengan vaksinasi.
- Untuk vaksinasi ND dilakukan dengan cara tetes mata /mulut pada umur 1 -4 hari menggunakan vaksin ND B 1.
- Untuk mencegah gumboro menggunakan vaksin gumboro A atau Gumboro B melalui air minum, diberikan pada umur 10 -11 hari.
Seperti terlihat pada tabel di bawah ini :
UMUR VAKSIN CARA
1 – 4 Hari
10 – 11 hari
21 hari ND B 1
Gumboro A /B
ND Lasota Tetes mata
Air minum
Air minum

Yang perlu diperhatikan :
- Untuk pemberian vaksin ND harus habis dalam 2 jam
- Untuk vaksin Gumboro A,B juga harus habis dalam 2 jam
Karena bila lebih lama dari waktu tersebut maka pemberian vaksin tidak akan efektif atau bisa gagal.
- Ayam harus dipuasakan selama 2 jam sebelum maupun sesudah pemberian vaksin melalui air minum. Hal ini agar ayam merasa haus sehingga vaksin bisa diminum ayam sampai habis.
Air yang untuk campuran vaksin harus bebas dari bahan kimia dan tidak boleh tempat air minum kena sinar matahari langsung.
Setelah semua perlakuan tersebut dilakukan kita harus memperhatikan masa kritis dalam pemeliharaan yaitu pada saat ayam berumur 21 -33 hari. Pada periode ini penyakit ayam sering menginfeksi ayam buras pada umumnya penyakit Gumboro dengan gejala penyakit sebagai berikut :
Bulu berdiri /kusam, mengantuk, tidur dengan paruh diletakkan di lantai, menggigil, diare berlendir dan terganggu keseimbangannya.
Angka kematian bila terserang gumboro bervariasi dari 5% - 80%.

Untuk tindakan pencegahan selain dengan vaksinasi bisa diberikan obat therapy atau Trymizyn, pemberian pada siang hari. Bila ayam timbul gejala penyakit, maka lakukan pengendalian menggunakan sorbitol atau gula pasir diberikan dengan air minum dan diberikan sampai tanda-tanda penyakit ayam hilang /sehat. Setelah masa kritis berlalu yaitu diatas umur 33 hari, pemeliharaannya tinggal pemberian pakan dan minum secara rutin dan menjaga keadaan kandang tetap tenang dan sirkulasi udara dan kebersihannya baik.

Kepala Bidang Penyuluhan Penyluh Pertanian

 


Oneng Windu Wardana . Ssi. M.SI
NIP: 19710909 199603 1 005

 

 


ASMUDI. SST

 

 

 

 

 

Lampiran :

Tanggal Artikel : 15-04-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait