Materi Lokalita >> KALIMANTAN SELATAN >> KABUPATEN TABALONG

HAMA YANG SELALU MENGINTAI PADI : Q DAN A HAMA WERENG BAGIAN II

Sumber Gambar: IRRI Knowledgebank (diakses 2018)

Rabu, 14 Maret 2018


(Question) : Bagaimana cara wereng merusak padi?
(Answer) : Hama wereng merusak dengan mengisap cairan tanaman padi. Wereng cokelat adalah serangga pencucuk dan pengisap, terutama mengisap getah floem, mengurangi klorofil dan kandungan protein daun, serta mengurangi laju fotosintesis (Watanabe dan Kitagawa 2000 dalam Baehaki SE. dan I Made Jana Mejaya, 2014). Kumpulan imago dan nimfa hama wereng cokelat akan mengisap cairan tanaman, yang mengakibatkan tanaman menjadi merana, tumbuh kedil, daun mulai kuning, layu dan akhirnya menimbulkan gejala serangan wereng cokelat yang disebut hopperburn atau mati kering (Baehaki SE. dan I Made Jana Mejaya, 2014).
Selain wereng cokelat, hama yang menjadi kendala dalam produksi tanaman padi ialah wereng punggung putih. Hama ini mampu membentuk populasi besar dalam waktu singkat dan merusak tanaman pada fase pertumbuhan (Herlinda, dkk., 2008 dalam Kesek, Magdalena M. ; Janjte Pelealu; Noni N. Wanta; Juliet M. E. Mamahit; ----). S. furcifera merupakan hama yang merusak batang tanaman padi dengan cara menggerek dan menghisap batang padi yang menyebabkan pembentukan anakan tertunda, pembentukan butir-butir padi berkurang, tanaman terlihat seperti terbakar, dan akhirnya mati karena cairan tanaman dihisap (Sjakoer, 2010 dalam Kesek, Magdalena M. ; Janjte Pelealu; Noni N. Wanta; Juliet M. E. Mamahit; ----).
Nah, yang membuat wereng menjadi hama yang tambah berbahaya adalah karena selain ia merusak tanaman padidengan cara mengisap hama wereng juga menjadi vektor penyebab penyakit yang menyebabkan tanaman padi dapat mengalami puso.
Wereng cokelat merupakan vektor virus, sehingga pada saat mencucuk dapat menularkan penyakit virus kerdil rumput (rice grassy stunt virus = VKR) dan virus kerdil hampa (rice ragged stunt virus = VKH). (Baehaki SE. dan I Made Jana Mejaya, 2014).
Selain wereng cokelat wereng hijau juga merupakan salah satu hama utama yang sering menyebabkan kerusakan pada tanaman padi, karena hama tersebut dapat menularkan (vektor) penyakit tungro. Kerusakan yang diakibatkan oleh wereng hijau dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung karena kemampuan wereng hijau menghisap cairan sel tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman terhambat dan secara tidak langsung dapat menjadi vektor penyakit tungro (Meidiwarman, 2008 ; Mariati, 1999 dalam Kesek, Magdalena M. ; Janjte Pelealu; Noni N. Wanta; Juliet M. E. Mamahit; ----).
Di Indonesia terdapat empat spesies wereng hijau, yaitu Nephotettix virescens, N. nigropictus, N. malayanus, dan N. parvus. Di antara empat spesies tersebut, N. virescens merupakan vektor yang paling efisien dalam menularkan kompleks virus penyebab penyakit tungro (Widiarta, 2005 dalam Kesek, Magdalena M. ; Janjte Pelealu; Noni N. Wanta; Juliet M. E. Mamahit; ----).
Gejala serangan penyakit virus tungro pada tanaman padi tergantung ketahanan tanaman dan umur tanaman sewaktu terinfeksi. Secara garis besar gejala-gejala tersebut adalah sebagai berikut (Departemen Pertanian, 1986):
1. Daun-daun menjadi berwarna kuning oranye atau jingga dan daun-daun muda yang baru keluar memendek dan menggulung.
2. Pertumbuhan tanaman terhambat atau kerdil.
3. Anakan berkurang.
4. Bila serangan telah terjadi, sejak di pesemaian atau pada tanaman muda yang berumur kurang dari satu bulan, bulir yang dihasilkan relatif lebih kecil, bahkan bila serangan berat, tanaman tidak menghasilkan bulir sama sekali.
5. Namun bila infeksi terjadi setelah tanaman berbunga atau berumur kira-kira 60 hari, hasil tanaman tidak berpengaruh.

Gejala penyakit kerdil rumput (BPTP Jawa Barat, 2010) :
Tanaman padi yang sa kit akibat tertular virus kerdil rumput dapat sama sekali tidak menghasilkan gabah. Tanaman yang sakit kerdil rumput umumnya mempunyai banyak anakan, tumbuh kerdil, dan tegak seperti rumput. Daun-daun memendek dan sempit, bewarna hijau kekuningan dan penuh dengan bercak coklat seperti karat
Selain gejala umum tadi akhir -akhir ini juga ditemukan gejala penyakit kerdil rumput tipe - 2 berupa tanaman agak kerdil, daun kaku berwarna kuning jingga, dan anakan sedikit.

Gejala penyakit kerdil hampa (BPTP Jawa Barat, 2010) :
Tanaman padi yang sakit kerdil hampa menjadi kerdil, daun melintir, tepi daun bergerigi, terdapat garis-garis berwarna putih pada pelepah, anakan bercabang, dan warna daun menjadi hijau tua. Pada suatu hamparan, pertanaman yang tertular berat oleh kerdil hampa tampak tidak tumbuh merata,karena tinggi tanaman tidak seragam. Malai yang terbentuk dari tanaman sakit tidak keluar sempurna, sehingga gabah yang dihasilkan hampa.

Dihimpun dari berbagai sumber oleh : Eka Rismawina, SP (Admin cyber extention Kabupaten Tabalong dan Penyuluh Pertanian Pertama pada Balai Penyuluhan Pertanian Kelua)


Materi penyuluhan ini juga disampaikan pada siaran Radio Suara Tabalong gelombang 95,4 FM dengan topik Hama Wereng di Musim tanam padi 2017-2018, hari Senin tanggal 05 Maret 2018


Materi ini bersambung ke HAMA YANG SELALU MENGINTAI PADI : Q DAN A HAMA WERENG BAGIAN III (SELESAI).

Tanggal Artikel : 14-03-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait