Materi Lokalita >> SUMATERA UTARA >> KABUPATEN BATU BARA

PUTS Efisiensi Pupuk An organik

Sumber Gambar: Dokumentasi BPP Air Putih

Pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang sangat vital peranannya dalam mendukung peningkatan produksi padi nasional. Pada saat ini , sebagian besar petani telah menanam padi varitas unggul baru yang sangat respon terhadap pemupukan. Oleh karena itu ketergantungan petani terhadap pupuk an organic seperti urea, SP-36 dan KCL atau NPK menjadi besar.
Perangkat uji tanah sawah (PUTS) merupakan Alat untuk melakukan analisis tanah dengan cepat di lapangan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan N, P, dan K dalam rangka percepatan implementasi Program Pemupukan Berimbang. Pengukuran kadar hara dalam tanah ditetapkan dengan metode kolorimetri dan hasilnya bersifat kualitatif yang dapat digolongkan ke dalam kelas rendah (R), sedang (S), dan tinggi (T). Penggunaan PUTS untuk menetapkan kandungan unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) dan pH dalam tanah.
Hal yang sangat penting diketahui sebelum melakukan pengujian tanah dengan PUTS adalah cara mengambil sampel tanah, karena tepat tidaknya hasil dosis rekomendasi sangat ditentukan tingkat kebenaran cara pengambilan sampel. Pengambilan contoh tanah komposit dilakukan pada kondisi lahan yang sama (homogen) baik keadaan topografi, tekstur, warna tanah, kondisi tanaman, penggunaan tanah. Satu contoh tanah komposit dapat mewakili 3-5 Ha lahan sawah. Menentukan tempat pengambilan contoh tanah individu, terdapat dua cara yaitu cara sistematik diagonal, zigzag dan cara acak. Contoh tanah individu diambil menggunakan bor tanah atau cangkul dan sekop. Pengambilan contoh dengan bor tanah dilakukan pada kedalaman 20 cm atau lapisan olah. Sedangkan menggunakan cangkul dan sekop dilakukan sedalam lapisan olah (membentuk huruf V), kemudian tanah pada sisi yang tercangkul diambil setebal 1,5 cm. Kemudian sampel tanah yang terkumpul dicampur dan diaduk merata dalam ember plastik, lalu dibersihkan dari sisa tanaman atau akar. Ambil kira-kira 1 kg contoh tanah komposit dan masukkan kedalam kantong plastic diberi label (Keterangan) di bagian luar dan dalam. Label dibungkus dengan plastik dan dimasukkan diantara plastik pembungkus supaya tulisan tidak kotor atau basah.
Pengujian analisis tanah dilakukan mulai dari penentuan N tanah, P, K dan pH tanah dengan mengikuti prosedur petunjuk penggunaan PUTS (versi 1.1). Dari salah satu contoh hasil pengujian sampel tanah di kelompoktani Sekata Desa Tanjung Kubah dapat diketahui kandungan unsur N dalam tanah sangat tinggi (Bagan warna status hara N tanah) dengan target hasil 6 GKG maka direkomendasikan pupuk urea sebesar 250 kg/Ha,dengan rincian diberikan pada saat pemupukan dasar 1/3 bagian (90 kg) pada umur 0-10 Hst, 1/3 bagian (80 kg) pada saat berumur 20-30 hst dan 1/3 bagian (80 kg) pada saat berumur 40-45 hst.
Kandungan unsur P dalam tanah tinggi, maka direkomendasikan pupuk SP-36 sebesar 75 kg/ha (target 6 ton GKG/ha) , diberikan semua pada saat pemupukan dasar ( 0-10 hst). Sementara kandungan K dalam tanah diketahui berukuran sedang sesuai bagan warna status hara K tanah, maka direkomendasikan penggunaan pupuk KCL sebesar 75 kg/ha (tanpa mengembalikan jerami dalam tanah) dengan rincian pemberian KCL pada saat berumur > 10 hst ½ bagian dan ½ bagian lagi pada saat pemupukan susulan I.
Sedangkan hasil pengukuran pH tanah diketahui berada pada kisaran 5-6 (agak masam) maka direkomendasikan pemberian pupuk N dalam bentuk urea dan sistem draenase konvensional.
Peningkatan produksi dan produktivitas padi sawah sangat ditentukan beberapa komponen teknologi baik komponen utama maupun pilihan oleh karena itu budidaya padi sawah yang sehat secara Good Agriculture Practice (GAP) sangat diperlukan guna mempertahankan dan meningkatkan produksi dan produktifitas.

penulis : Kennedi,S.ST


Sumber: Buku Petunjuk Penggunaan PUTS Badan Penelitian dan pengembangan Pertanian Tahun 2013

 

Tanggal Artikel : 14-02-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait