Materi Lokalita >> SUMATERA UTARA >> KABUPATEN BATU BARA

TEKNIK TANAM PADI DENGAN TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) 2 : 1

Sumber Gambar: Kelompok tani Sri Langgeng Desa Aras Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara SUMUT

Tanam benih langsung ( tabela ) pada padi sawah di Indonesia termasuk teknologi yang sudah lama dikenal oleh petani – petani kita terutama untuk budidaya padi gogo atau gogo rancah. Ketika penerapan Tabela di Indonesia kurang banyak digunakan, pengembangan Tabela pada lahan sawah telah banyak dilakukan oleh negara tetengga seperti Philipina dan Malaysia.

Di Desa Aras Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara sudah lama mempergunakan teknik tanam padi dengan tanam benih langsung (TABELA). Dengan alat yang sangat sederhana.

Teknologi ini memiliki beberapa keuntungan :
1. Penggunaan benih yang sedikit. Kebutuhan benih 0,8 kg / rante
2. Biaya tanam yang lebih kecil di banding cara tanam yang lain. Rp 15.000 / rante.
3. Memperpendek umur panen dan dapat meningkatkan hasil panen.

Agar teknologi ini dapat berhasil dengan baik, perlu diperhatikan beberapa faktor penting.

A. Sistem Tanam Benih Langsung.

Ada 3 ( tiga ) macam cara tanam benih langsung yang biasa dilakukan, yaitu :
a. Sistem sebar rata
b. Sistem sebar dalam alur / barisan ( tabela jarak tanam satu arah )
c. Sistem tegel ( tabela dengan jarak tanam 2 arah )

B. Pelaksanaan TABELA
Pada prinsipnya Tabela sama dengan sistem tanam pindah ( transplanting ) yang telah biasa dilakukan petani. Akan tetapi beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Pengolahan Tanah
• Pengolahan tanah harus dilakuka sempurna ( seperti persemaian / hingga melumpur )
• Permukaan tanah harus rata, sehingga tidak ada genangan air.
• Dibuat palir – palir ( saluran ); tergantung kondisi lahan, semakin buruk drainase, jarak antar saluran semakin rapat.
2. Persemaian Benih
• Sebelum tanam, benih direndam selama 24 jam dan dilakukan seed tredment. Benih yang mengambang dibuang.
• Setelah 24 jam, benih ditiriskan selama 12 jam, pada tempat yang teduh, atau ditutup karung.
• Tanda benih siap tanam jika telah sedikt keluar calon akar.
• Benih yang dibutuhkan 20 – 22 kg / ha.
3. Tanam
• Sebelum tanam, tanah harus pada kondisi yang macak – macak.
• Tanam dapat dilakukan dengan alat tanam benih langsung ( ATABELA / Seeder ) atau secara manual dengan menggunakan alat bantu caplak untuk membuat alur.
4. Perawatan Setelah Tanam
• Diusahakan kondisi air setelah tanam hingga umur 7 hari tetap macak – macak, jangan sampai kering. Atau dengan pengaturan pengairan. Maksudnya, bila pagi ini benih ditanam, subuh keesokan hari nya, sawah diairi, kemudian sekitar pukul 13.00 air dikeluarkan. Subuh berikutnya diairi kembali, siang dikeringkan. Demikian terus selama 7 hari. Cara ini ternyata dapat menekan tumbuhnya gulma.
Setelah umur kurang lebih 2 minggu perawatan sama seperti pada tanaman pindah.

penulis : Rita eviana Nasution,SP

 

Tanggal Artikel : 14-02-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait