Materi Lokalita >> SUMATERA UTARA >> KABUPATEN BATU BARA

Pengendalian Hama dengan Penggunaan Pestisida yang Bijaksana

Sumber Gambar: Desa Tanjung Harapan

Pendahuluan
Pengendalian hama terpadu ( PHT ) adalah suatu konsep pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ) atau hama dan penyakit dengan pendekatan ekologi yang bersifat multi disiplin untuk mengelolah populasi hama dan penyakit dengan memanfaatkan beragam taktik pengendalian yang kompatible dalam suatu kesatuan koordinasi pengelolaan ( Smith, 1978 )
Ada beberapa factor yang mendorong penerapan PHT secara nasional, terutama dalam rangka program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, yaitu terjadinya kegagalan pengendalian hama dan pemyakit, kesadaran akan keamanan pangan dan kebijakan pemerintah.
Dalam penerapan PHT beberapa factor pengendalian dipadukan untuk menekan populasi OPT untuk memperkecil kerusakan tanaman dan menyelamatkan hasil panen. Secara prinsip, PHT berbeda dengan konsep pengendalian secara konvensional yang sangat tergantung pada penggunaan pestisida.Namun demikian PHT bukan lah konsepsi yang anti pestisida. Apabila benar-benar sangat diperlukan, pestisida yang selektif dan aman dapat digunakan ketika populasi OPT sudah mencapai ambang pengendaliannya dan sepanjang tidak mengganggu factor penegndalian lain atau interaksinya.
PESTISIDA
Pestisida secara harpia dapat diartikan pembunuh hama dan penyakit, karena pestisida berasal dari kata pest yang artinya hama ( artian luas juga penyakit ) dan cide yang artinya pembunuh.
Untuk pelaksanaan PTH dengan tepat dan bijaksana penggunaan pestisida harus berdasarkan pada enam tepat yaitu ( 1 ) tepat sasaran ( 2 ), tepat mutu ( 3 ), tepat jenis pestisida ( 4 ), tepat waktu ( 5 ), tepat dosis ( 6 ), tepat cara penggunaan
Penggunaan pestisida hampir 75% dilakukan dengan cara disemprotkan. Ketidak efektifan pestisida terhadap OPT sasran salah satunya disebabkan oleh kesalahan teknik penyemprotan. Dilapangan masih terlihat beberapa kesalahanteknis mulai dari pembuatan larutan, penggunaan peralatan semprot, waktu penyemprotan dan lainnya.
Oleh karena itu untuk keberhasilanpenyemprotan pestisida , beberapa hal yang harus diperhatikan adalah
1. Pembuatan Larutan
Untuk melarutkan pestisida harus digunakan air bersih. Air kotor yang berasal dari selokan atau perit pada umumnya mengandung logam berat yang akan bereaksi dengan bahan aktif pestisida yang akan menyebabkan efikasi pestisida menurun. Mungkin juga air kotor tercemar dengan pathogen penyakit yang akan membahayakan bagi tananam yang dibudidayakan.
Larutan semprot hendaknya dibuat didalam wadah yang terpisah dari alat semprot.
2. Pencampuran pestisida
Pencampuran lebih dari tidak efektif karena pencampuran yang dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan efek entagonistik ( saling mengalahkan ) atau netral, akibatnya efikasi pestisidamenurun
3. Pemilihan jenis nozzle ( spuyer 0
Pemilihan jenis nozzle perlu mendapat perhatian karena jenis spuyer menentukan ukuran butiran yang akan berpengaruh terhadap penyemprotan. Dengan penggunaan spuyer yang tepat akan menghasilkan butiran semprot dengan ukuran yang tepat pula.
4. Tekanan air semprot
Peralatan semprot harus mempunyai tekanan. Untuk penyemprot punggung tekana optimumnya 3 bar. Jika tekanan semprot kurang dari ketentuan maka butiran yang dihasilkan terlalu besar sehingga sulit menempel pada permukaan tanaman, dan bila tekanan lebih besar dari ketentuan akan menghasilkan butiran semprot yang terlalu kecil sehinga mudah tertiup angina
Pengelolaa Resistensi OPT terhadap Pestisida
Salah satu dampak penggunaan pestisida adalah kekebalan ( resisten ) OPT yang terjadi setelah adanya seleksi yang berlangsung selama beberapa generasi.Akibat terjadinya resistensi terhadap pestisida maka semakin sedikit OPT yang rentan dan akan meninggalkan individu-individu yang resisten. Individu ini akan berkembang biak dan menurunkan sifat resistensi tersebut kepada turunannya.
Untuk mengatasi hal diatas perlu dilakukan beberapa hal yaitu 1. Pergiliran pestisida, 2. Penggunaan pestisida selektif. 3. Pencampuran Pestisida dan 4. Evaluasi penggunaan pestisida.

penulis : Sukinem,SP

Sumber : Buku Penggunaan Pestisida berdasarkan Konsepsi PHT. KaranganTonny.K Moekasan dan Laksminiwati Prabaningrum

Tanggal Artikel : 14-02-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait