Materi Lokalita >> SUMATERA UTARA >> KABUPATEN BATU BARA

Pemupukan Spesifik Lokasi

Sumber Gambar: Dokumentasi Kegiatan SL Kelompoktani Ladang Baru WKPP Pasar Lapan Kec. Air Putih

Pupuk adalah bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara tanaman yang jika diberikan ke pertanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Sedangkan pemupukan adalah penambahan satu atau beberapa hara tanaman yang tersedia atau dapat tersedia ke dalam tanah/tanaman untuk dan atau mempertahankan kesuburan tanah yang ada yang ditujukan untuk mencapai hasil/produksi yang tinggi. Terdapat 2 jenis pupuk yaitu pupuk anorganik (pupuk buatan) dan pupuk organik. Untuk mendapatkan hasil gabah yang tinggi dengan tetap mempertahankan kesuburan tanah,maka perlu dilakukan kombinasi pemupukan antara pupuk an organik dengan pupuk organik. Keuntungan dari aplikasi kombinasi kedua jenis pupuk tersebut adalah kekurangan sifat pupuk organik dipenuhi oleh pupuk an organik, sebaliknya kekurangan dari pupuk an organik dipenuhi oleh pupuk organik.
Pemupukan spesifik lokasi dapat diperoleh melalui berbagai teknologi, diantaranya; melalui Bagan Warna Daun (BWD), Petak Omisi, Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), Memanfaatkan Peta Status Hara, Memanfaatkan Rekomendasi Pemupukan Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 40 Tahun 2007, menggunakan Sofware Perangkat (PuPS), tergantung ketersedian dan kesiapan di lokasi masing-masing.
Dilokasi kegiatan SL padi sawah Tahun 2017 di Kelompoktani Ladang Baru Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih dalam mentukan kebutuhan pupuk an-organik untuk tanaman padi sawah menggunakan PUTS. Setelah dilakukan pengujian analisis tanah diperoleh hasil pengukurannya, untuk kandungan unsur hara N (Nitrogen) dalam tanah dengan kategori sangat tinggi, kandungan P (Fosfor) tinggi, kandungan K (Kalium) tinggi sedangkan tingkat keasaman tanah pH 5-6 (agak masam).
Dari hasil pengujian di atas dapat ditetapkan rekomendasi pupuk tunggalnya dengan capaian target hasil 6 GKG adalah sebagai berikut: kebutuhan N (Urea) sebanyak 250 kg/ha, kebutuhan P (SP36) sebanyak 75 kg/ha dan kebutuhan K (KCL) sebanyak 75 kg/ha,sedangkan untuk menaikan pH tanah cukup dengan menerapkan system draenase secara konvensional dan pemberian pupuk N dalam bentuk Urea.
Selain ketepatan dosis juga waktu pemberian pupuk pada tanaman sangat menentukan perkembangan tanaman untuk tumbuh optimal. Pemberian pupuk dasar (0-3 hst) pupuk P diberikan keseluruhan dan pupuk Urea 1/3 bagian, Pupuk susulan I (21-30 hst) Urea sebanyak 1/3 bagian dan pupuk K ½ bagian dan Pupuk susulan II (35- 45 hst) Urea 1/3 bagian dan pupuk K ½ bagian.
Selain menggunakan PUTS dalam menenukan kebutuhan pupuk N dapat juga menggunakan bagan warna daun (BWD). Penggunaan BWD berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, berikan 50-75 kg urea/ha sebagai pemupukan dasar atau pemupukan N pertama, sebelum tanaman berumur 14 HST. Pada saat ini BWD belum diperlukan. Pada saat pemupukan susulan 2 dan 3 bandingkan skala warna daun dengan BWD. Bila warna daun berada pada skala 3 atau kurang, berikan 75 kg urea/ha, bila target hasil adalah 5 ton/ha GKG. Tambah 25 kg urea setiap kenaikan target hasil 1 ton/ha. Bila warna daun mendekati skala 4, berikan 50 kg urea/ha pada target hasil 5 ton/ha GKG dan tambahkan urea 25 kg urea/ha untuk setiap kenaikan target hasil 1 ton/ha. Bila warna daun pada skala 4 atau mendekati 5 tanaman tidak perlu dipupuk untuk target hasil 5-6 ton/ha. Tambahkan urea 50 kg/ha untuk target hasil diatas 6 ton/ha.

Dengan penggunaan alat PUTS maupun BWD dalam menentukan kebutuhan pupuk tiap jenisnya dapat mengurangi jumlah yang biasa dipakai oleh petani, sehingga biaya produksi dalam pengadaan kebutuhan pupuk dapat di turunkan . Dengan demikian perbandingan B/C rationya akan semakin tinggi dan harga pokok produksi tiap kilogramnya semakin rendah.

penulis : Kennedi,S.ST

Sumber: Buku Bahan Ajar Penanaman Padi Sistem Jajar Legowo Lembang

 

Tanggal Artikel : 14-02-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait