Materi Lokalita >> JAWA TIMUR >> KABUPATEN TULUNGAGUNG >> BP3K Kauman

Wereng Batang Coklat - BPP Kauman Tulungagung

Sumber Gambar: BPP Kauman....p. ni

PENGENDALIAN WERENG COKLAT
SECARA KIMIAWI PADA TANAMAN PADI

Disusun oleh:
BPP Kauman

BALAI PENYULUHAN PERTANIAN
KECAMATAN KAUMAN
2017

PENGENDALIAN WERENG COKLAT
I. Latar Belakang
Wereng coklat merupakan hama global bukan saja menyerang pertanaman padi di Indonesia, tetapi juga menyerang pertanaman padi di Cina, Thailand, Vietnam, India, Bangladesh, Malaysia, Filipina, Jepang, dan Korea.Wereng coklat merusak tanaman padi dengan cara menghisap cairan tanaman sehingga tanaman menjadi kering seperti terbakar dan biasa disebut hopperburn. Wereng coklat merupakan hama strategis; dapat berkembang biak dengan cepat, dan cepat menemukan habitatnya serta mudah beradaptasi dengan membentuk biotipe baru. Selain itu, hama ini menularkan juga penyakit virus kerdil hampa (VKH), virus kerdil rumput tipe 1 (VKRT-I) dan virus kerdil rumput tipe 2 (VKRT-2). Pada saat vegetatif VKH menyebabkan daun rombeng, tercabik, koyak, atau bergerigi, terkadang berwarna putih. tumbuh kerdil dengan tinggi 23,8-66,9% tertekan, keluar malai diperpanjang sampai 10 hari. Saat keluar malai tidak normal (tidak keluar penuh), daun bendera terjadi distorsi. Saat pematangan buah tidak mengisi dan menjadi hampa.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mengikuti pembelajaran peserta terampil melakukan Pengendalian Pengendalian Wereng Coklat Secara Kimiawi Pada Tanaman PadiWereng Coklat

III. Tempat dan waktu
BPP KAUMAN


IV. Alat dan Bahan
Alat :
- Ember
- Pengaduk
- Takaran
- Sprayer
- Masker
- Sarung tangan Bahan :
- Insektisida
- Air

Langkah Kerja
No UraianKegiatan Alat bantu / Gambar
1 Siapkan alat dan bahan yang akan di gunakan, timba ; gelas ukur , kayu pengaduk,corong, Hand sprayer.

2 Tentukan Jenis Pestisida yang digunakan
Penggunaan insektisida yang selektif, jangan sekali-kali menggunakan insektisida dari golongan piretroid sintetik ( fastac, matador, decis, sidametrin,dll ) karena justru akan meledakan populasi.
Kalau saya boleh merekomendasikan silahkangunakan yang mempunyai cara kerja sistemik sebagai contoh : b.a = fipromil ( regent ) danb.a = imidaklopit ( imidagolp, winder dll ).
Bisa juga gunakan yang cara kerjanya UNIK yaitu menghambat proses gantikulit, contohnya : - applaud. Jangan lupa dalam mengaplikasinya semprotkan pada pangkal batang tan padi dg dosis & konsentrasi yang tepat.

2 Lakukan pencampuran insektisida Applaoud dengan air dilakukan dalam timba, aduk dg rata dengan takaran yang telah di tentukan.( 2cc/l), Kemudian masukan ke tangki/hand sprayer

3 Pelaksanaan penyemprotan
- Pagi hari dilakukan setelah embun kering dan sore hari.
- pelaksanaan penyemprotan harus searah dengan arah angin.
- Jalan pada waktu penyemprotan tidak boleh terlalu cepat.

 VI. Informasi
a. Cara pengendalian Wereng coklat secara kimia
? Pengendalian kimia dilakukan apabila cara-cara lain tidak mungkin lagi dan populasi WBC sudah berada diatas ambang ekonomi. Ambang ekonomi yang telah ditetapkan adalah rata-rata 10 ekor per rumpun untuk tanaman padi kurang dari 40 hst, atau rata-rata 20 ekor per rumpun untuk tanaman padi lebih dari 40 hst. Penggunaan pestisida diusahakan sedemikian rupa sehingga efektif,efisien dan aman bagi lingkungan.
- Pada varietas tahan tidak perlu di gunakan insektisida kecuali kalau ketahanannya Keringkan tanaman padi sebelum aplikasi insektisida baik yang disemprot atau butiran.
- Aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada, yaitu antara pukul 08:00 pagi sampai pukul 11:00, dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang pagi.
- Tepat dosis dan jenis yaitu berbahan aktif buprofezin,BMPC,fipronil dan imidakloprid.
- Tepat air pelarut 400-500 liter air per hektar.
Strategi Pengendalian WBC dan Virus Kerdil
1. Tanam Padi Secara Serentak
? Tanam padi secara serentak dalam areal yang luas tidak dibatasi oleh batas administrasi. Wereng coklat imigran terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atau lautan. Bila suatu daerah panen atau puso maka wereng makroptera (bersayap panjang) akan terbang bermigrasi mencari tanaman muda dalam populasi tinggi, hinggap (landing) dan berkembang biak pada tanaman padi muda. Bila areal tempat migrasi sempit, maka populasi imigran akan padat.
2. Penggunaan Varietas Tahan
? Penggunaan varietas tahan disesuaikan dengan keberadaan biotipe wereng coklat yang ada di lapangan. Saat ini, biotipe wereng coklat yang berkembang di lapang didominasi oleh biotipe 3 dan dibeberapa tempat telah ada biotipe 4 sehingga memerlukan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki ketahanan terhadap biotipe tersebut. Badan Litbang Pertanian telah menyediakan beberapa VUB yang tahan terhadap biotipe tersebut, yaitu Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33.
3. Perangkap Lampu (Light traps)
? Wereng yang pertama kali datang dipesemaian atau pertanaman adalah wereng makroptera betina/jantan imigran. Pasang lampu perangkap (Gb.2) sebagai alat untuk menentukan kapan datangnya wereng imigran. Alat ini penting untuk mengetahui kehadiran wereng imigran dan dapat menangkap wereng dalam jumlah besar.
? Lampu perangkap dipasang pada ketinggian 150-250 cm dari permukaan tanah.Hasil tangkapan dengan lampu 100 watt dapat mencapai 400.000 ekor/malam. Keputusan yang diambil setelah ada wereng pada perangkap lampu:
• Wereng-wereng yang tertangkap dikubur
• Keringkan pertanaman padi sampai retak
• Segera setelah dikeringkan, kendalikan wereng pada tanaman padi dengan insektisida yang direkomendasi

4. Waktu Pesemaian Padi
? Penetapan waktu pesemaian ditentukan oleh kapan puncak wereng imigran yang tertangkap lampu perangkap. Bila datangnya wereng imigran tidak tumpang tindih antara generasi maka pesemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran.
? Bila datangnya wereng dari generasi yang tumpang tindih, maka akan terjadi bimodal (dua puncak). Pesemaian hendaknya dilakukan pada 15 hari setelah puncak imigran ke-2.
5. Tuntaskan Pengendalian Pada Generasi 1
? Catat waktu puncak populasi imigran awal sebagai generasi nol (G0), maka pada 25-30 hari kemudian akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-1, pda 25-30 hari kemudian akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-2, pada 25-30 hari kemudian akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-3.
Pengendalian wereng yang baik yaitu:
• Pada saat ada imigran makroptera generasi nol (G0) dan saat generasi ke 1 (G1) yaitu nimfa-nimfa yang muncul dari wereng imigran
• Gunakan insektisida dengan bahan aktif, pymetrozine, dinotefuran, sebaiknya satu jenis insektisida tidak digunakan terus menerus dalam jangka waktu lama.
• Pengendalian wereng harus selesai pada generasi ke 1 atau paling lambat pada generasi ke 2.
• Pengendalian saat generasi ke 3 tidak akan berhasil.
6. Pengamatan Wereng Coklat di Pertanaman
? Pengamatan atau Monitoring wereng coklat pada 1-2 minggu sekali. Ambil contoh 20 rumpun arah diagonal. Hitung jumlah wereng coklat pada minggu ke- i (Ai) dan musuh alami laba-laba + Paederus +Ophionea+Coccinella pada minggu ke-i (Bi) dan Cyrtorhinus pada minggu ke-i (Ci).

7. Penggunaan Insektisida
Penggunaan insektisida harus memperhatikan berbagai factor, antara lain:
• Keringkan area sawah sebelum aplikasi insektisida baik yang semprotan atau butiran
• Aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00, dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang padi.
• Tepat dosis dan jenisnya yaitu yang berbahan aktif Pymetrozine, dinotefuran.
8. Pengendalian Double Cover
Bila insektisida semprotan yang digunakan tidak atau kurang manjur maka pengendalian wereng coklat perlu didobel dengan memberikan insektisida sistemik melalui akar.

Dari berbagai sumber

Disusun oleh Tim BPP Kauman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanggal Artikel : 14-01-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait