Materi Lokalita >> JAWA TIMUR >> KABUPATEN TULUNGAGUNG >> BP3K Kauman

PEMUPUKAN PADI - BPP Kauman Tulungagung

Sumber Gambar:

PENGAWALAN PEMUPUKAN NITROGEN TANAMAN PADI DENGAN BWD

Oleh: BPP KAUMAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN KAUMAN 2017

PEMUPUKAN TANAMAN PADI

I. LATAR BELAKANG Pemupukan padi adalah kegiatan penambahan nutrisi tanaman sesuai kebutuhan dan target hasil yang realistis

II. TUJUAN Setelah melakukan kursus peserta diharapkan mengetahui dosis pemupukan nitrogen untuk kebutuhan tanaman padi menggunakan bagan warna daun. III. ALAT DAN BAHAN 1. Peralatan : BWD, buku dan alat tulis 2. Bahan : Tanaman padi IV. TEMPAT DAN WAKTU Tempat : - Waktu : 2 JP (@ 45 menit) V. LANGKAH KERJA NO KEGIATAN GAMBAR 1 Persiapan - Menyiapkan alat dan bahan : Alat : BWD, buku dan alat tulis Bahan : Tanaman padi berumur 21 – 28 hari 2 Pelaksanaan • Amati tanaman dengan BWD pada umur 21-28 untuk pemupukan susulan I, umur 38-42 untuk pemupukan susulan II dan khusus hibrida pada saat tanaman berbunga • Pilih daun termuda yang telah kembang sempurna dan sehat dari suatu tanaman untuk pengukuran warna daun. • Dari tiap lahan, pilih 10 daun dari 10 tanaman yang dipilih secara random (lebih banyak lebih baik) dan mewakili daerah penanaman. • Pastikan memilih tanaman dalam suatu area dimana populasi tanaman seragam. • Ukur warna dari tiap daun yang terpilih dengan memegang BWD dan menempatkan bagian tengah daun di atas standar warna untuk dibandingkan. • Selama pengukuran, tutupi daun yang sedang diukur dengan badan karena pembacaan warna daun dipengaruhi oleh sudut matahari dan intensitas cahaya matahari. • Jangan memotong ataupun merusak daun, dan bila mungkin sebaiknya pengukuran dilakukan oleh orang yang sama pada waktu yang sama di hari-hari pengamatan. • Bila warna daun nampaknya berada diantara dua standar warna, ambil rata-rata dari keduanya sebagai pembacaan warna daun. Contoh; bila warna suatu daun padi terletak antara No. 3 dan No. 4, maka bacaan warna daun adalah 3,5. • Hitung rata-rata dari 10 pembacaan BWD. Bila nilai rata-rata pembacaan warna daun lebih rendah dari batas kritis yang sudah ditetapkan, • Lakukan sesuai contoh berikut, apabila target hasil 5 ton/ha dan pembacaan warna daun adalah 3,5 maka perlu ditambahkan 50 kg urea. IV. INFORMASI Dosis pupuk padi adalah kebutuhan pupuk yang diperlukan dalam satu musim tanam padi. Penentuan dosis pupuk untuk tanaman padi dapat dilakukan dengan berbagai cara, menggunakan BWD khusus untuk Nitrogen, menggunakan PUTS untuk menentukan dosis N, P dan K, menggunakan internet dengan memasukkan riwayat lahan, menggunakan omission plot, menggunakan analisa abu dsb. Dalam kontek ini akan dijelaskan tentang penentuan dosis pemupukan dengan menggunakan BWD dan PUTS. Pemupukan untuk tanaman padi bergantung pada : 1. Status hara atau suplai hara tanah 2. Kebutuhan tanaman akan hara 3. Kandungan hara dalam pupuk. 1. Beberapa gejala defisiensi Gejala defisiensi / kekurangan Nitrogen (N) 1) Tanaman kerdil, daun kekuningan (klorosis) terutama daun tua 2) Anakan sedikit dengan daun kecil-kecil 3) Jumlah gabah sedikit Gejala Defisiensi N Pada Tanaman Padi . Pupuk dan Pemupukan – Pupuk mengandung berbagai macam unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Masing – masing dari unsur hara memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda bagi tanaman. Tanaman dalam kelangsungan hidupnya memerlukan hara atau nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Misalnya saat masa pertumbuhan vegetaif (pertumbuhan daun, tunas dan batang) tanaman memerlukan unsur nitrogen. Dan saat memasuki masa pertumbuhan generatif (pembentukan bunga dan buah) tanaman memerlukan unsur fosfor (P) dan potasium (K). Jenis – Jenis Pupuk Berdasarkan Sumber Hara 1. Pupuk Sumber Nitrogen Nitrogen adalah unsur hara yang disimbolkan dengan huruf N. Pupuk nitrogen memiliki sifat mudah diserap oleh tanaman, juga mudah menguap keudara. Tanaman pada umumnya dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium. Amonium yang ditaburkan pada tanah akan diubah menjadi nitrat oleh organisme tanah. Kecuali pada tanaman padi dan tanaman tembakau. Pada tanaman padi sawah dianjurkan menggunakan pupuk berbentuk amonium (NH4+) karena pada tanah yang tergenang nitrogen mudah berubah menjadi gas N2. Sedangkan tembakau tidak mampu mentolelir jumlah amonium yang tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan nitrogen pada tanaman tembakau sebaiknya menggunakan pupuk berbentuk nitrat (NO3) dengan kandungan nitrogen minimal 50%. Penggunaan pupuk nitrogen harus berhati-hati, karena nitrogen dapat membakar tanaman. a. Amonium Nitrat Adalah pupuk dengan kandungan nitrogen yang cukup tinggi. Amonium nitrat bersifat mudah mencair (higroskopis) sehingga tidak bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama. Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah bersuhu panas maupun daerah dingin. Frekuensi penggunaan pupuk ini harus lebih sering, karena mudah diserap tanaman dan cepat habis. b. Amonium Sulfat (NH4)2 SO4 Pupuk amonium sulfat ini kita kenal dengan pupuk ZA. Pupuk ZA berbentuk kristal dan bersifat kurang higroskopis (tidak terlalu mudah mencair). Kandungan pupuk ini adalah nitrogen 21% dan sulfur (belerang) 26%. Karena reaksinya yang agak lambat, pupuk ZA sangat cocok digunakan sebagai pupuk dasar. Selain sumber nitrogen, pupuk ZA juga sebagai sumber sulfur (belerang). Pupuk ini cocok digunakan didaerah panas, dan tidak cocok digunakan pada tanah dengan pH rendah. Karena reaksinya bersifat asam. VI. HASIL Hasil yang diharapkan adalah peserta kursus dapat mengetahui kebutuhan pupuk nitrogen untuk tanaman padi menggunakan BWD VII. EVALUASI Evaluasi dilakukan untuk mengukur keterampilan dari peserta pelatihan terhadap cara mengaplikasikan BWD untuk menentukan dosis/kebutuhan pupuk nitrogen. Evaluasi menggunakan instrument yang tertuang dalam kuisioner. Setelah dilakukan evaluasi, hasil evaluasi ditabulasi dan dituangkan dalam tabel.

Disalin dari berbagai sumber

Di susun oleh Tim BPP Kauman

Tanggal Artikel : 14-01-2018

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait