Materi Lokalita >> BALI >> KABUPATEN BULELENG >> BP3K Gerokgak

Rekording(Pencatatan )Dan Teknis Pengukuran Ternak

Sumber Gambar: dok.pribadi

Pengertian
Pencatatan (Rekording )Ternak adalah pencatatan yang dilakukan secara sistematis dan kronologis terhadap ternak.
Manfaat kegiatan recording diataranya adalah:
a. Sebagai bahan bagi manajemen Usaha untuk mengambil keputusan.
b. Sebagai bahan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan usaha berkaitan Produktifitas, menguntungkan dan bermutu.
c. Sebagai bahan untuk melakukan pengendalian usaha.
Dalam Melaksanakan kegiatan rekording, dilakukan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1) Sistematis ; Buku Diisi Menurut Cara-Cara Tertentu Sesuai Dengan Jenis Bukunya
2) Kronologis; Menurut Urutan Waktu. Pencatatan (Pengisian Blangko/ Format) Menurut Waktu
3) Infor Matif; Memberikan Informasi Yang Dapat Dipahami/Dimengerti Oleh Orang Lain
4) Auditable ; Dapat diperiksa dengan mudah
Dengan Langkah Langkah Yang dilakukan adalah:
a. Melakukan Identifikasi Peternak dan Ternak.
b. Melakukan pencatatan seluruh perkembangan ternak.
Jenis Data Rekording Ternak Sapi

a) Peternak dan Silsilah Ternak
b) Produktifitas ternak
• Reproduksi ( Kawin –Bunting)
• Produksi (Kelahiran- Perkembangan Ternak)
• Kesehatan Hewan
Adapun Contoh recording ternak antara lain:
1. Berat Badan
2. Lingkar Dada
3. Panjang Badan
4. Tinggi Badan/Gumba

? Pengukuran Lingkar Dada
Pengukuran lingkar dada diukur pada tulang rusuk paling depan persis pada belakang kaki depan
? Pengukuran Panjang Badan
Panjang badan adalah panjang dari titik bahu ke tulang duduk (pin bone)
? Pengukuran Tinggi Gumba
Tinggi Gumba adalah jarak tegak lurus dari tanah sampai dengan puncak gumba atau di belakang punuk untuk sapi Hisar dan Ongole.\
Dalam melakanakan rekording. Sarana Dan Prasarana Yang Perlu Disiapkan:
• Kandang Jepit
• Timbangan (Duduk dan Elektrik)
• Tongkat dan Pita Ukur
• Eartag, Tag pen dan Aplikator eartag
• Kartu Ternak
• Form Isian Pengumpulan data dan Pelaporan
File Buku kontrol

Mengetahui Umur Ternak, dapat dilakukan dari tanduknya atau gigi, seperti dilihat dalam tabel:
No Lingkar Tanduk Beranak Ke- Umur (thn)

1 Tidak Ada 0 0 s/d 2
2 1 1 2 s/d 3
3 2 2 3 s/d 4
4 3 3 4 s/d 5
5 4 4 5 s/d 6
6 5 5 6 s/d 7
7 6 6 7 s/d 8
dst
Perkembangan gigi sapi yang digunakan sebagai patokan bagi petani ternak sapi menentukan umur sapi. Pengamatan perkembangan gigi sapi dapat dilihat mulai sapi baru lahir sampai umur sapi 1 bulan, umur sapi 24 bulan atau 2 tahun, umur sapi 2,5 – 3,5 tahun, sapi umur 4,5 tahun, sapi umur 5-6 tahun dan sapi umur 7-10 tahun
1. Gigi sapi umur 1 bulan, Pada anak sapi yang baru lahir sampai umur 1 bulan gigi anak sapi dimulai dengan tumbuhnya sepasang gigi seri bagian depan dan berkembang menjadi 4 pasang gigi seri sementara yang pendek, lebar dengan penampilan warna gigi kuning gading.
2. Gigi sapi umur 2 tahun,Sapi umur 24 bulan atau 2 tahun gigi sapi mengalami perubahan dengan susunan penampilan gigi seri sementara didepan digantikan dengan gigi seri permanen . Gigi seri permanen akan tumbuh menguat yang dapat dilihat pada sapi katagori sapi muda
3. Gigi sapi umur 2,5 – 3,5 tahun, tidak bedanya dengan sapi umur 2 tahun yang juga akan mengalami pergantian gigi seri permanen menjadi gigi permanen. Fungsi gigi permanen untuk mengunyah dan menimbulkan gesekan antara gigi.
4. Gigi sapi umur 4,5 tahun, Pada sapi umur 4,5 tahun sudah termasuk pada golongan sapi dewasa. Dan akan terjadi pergantian gigi seri sementara dengan gigi permanen di bagian belakang tengah
5. Pada sapi umur 5-6 tahun, Tidak berbeda dengan umur sapi sebelumnya yaitu akan terjadi pergantian gigi seri belakang dengan gigi permanen dan itu artinya gigi sapi sudah sampai ditahap gigi permamen. Dan umur sapi 7-10 tahun gigi permanen sapi akan terjadi peregangan, hal ini disebabkan sering terjadinya pergesekan antar gigi pada saat proses pengunyahan makanan.
Dibuat oleh: Ir. Nyoman suarda, BPP KEC. Gerokgak
Sumber: Drh. Slamet Harono, Bahan Bintek Spr.

 

Tanggal Artikel : 15-11-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait