Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN BANTUL >> BP3K Imogiri

EKOLOGI TANAH PERTANIAN PADA TANAMAN PADI

PEMAHAMAN EKOLOGI TANAH PERTANIAN
Oleh : SUKAMTA AM.d
PADA SL UPSUS KEBONAGUNG IMOGIRI

1. ALIRAN ENERGI DAN SIKLUS NUTRISI

 

 


Proses fotosintesis
tanaman

 

ISI TANAH : mineral tanah (liat,debu,pasir,kerikil :44%)
: Gas :25%
: Air : 25%
: bahan organik : 5%
: mikro organisme tanah : 1%

 

 

 

 


2. SIFAT TANAH :
? SIFAT FISIK - tekstur/susunan/lapisan tanah
-Kedalaman olah tanah
-penyerapan dan kemampuan menahan air tanah
-keremahan tanah
? SIFAT KIMIA – Daya ikat nutrisi tanah
-kandungan nutrisi tanah
-pH tanah/tingkat keasaman
? SIFA BIOLOGI -Populasi biota tanah
-kandungan bahan organic dan proses dekomposer
Untuk mempercepat dan mempermudah dalam pemahaman di masyarakat kami membuat dan menggunakan alat bantu/alat peraga secara sederhana yang kami buat sendiri untuk pemahaman materi dasar tentang EKOLOGI TANAH antara lain:
1. Untuk mengetahui sifat fisik tanah tentang lapisannya/teksturnya tanah dengan alat yang sederhana sebagai berikut:


Petani dapat mengambil sampel tanah di lahan pertanian dengan kedalaman 10-15cm dan memasukkan kedalam gelas aqua dan di tambah air setempat lalu aduk sampai rata diamkan minimal 1,5jam secara otomatis tanah di dalam gelas tersebut akan menyusun sendiri membentuk lapisan yang sesuai dengan keadaan tanah yang ada di lahan/ petaan tersebut ,lalu di amati lapisan tanah tersebut apakah unsurnya masih sesuai dengan lapisan tanah yang normal atau standard (terdiri dari unsure air,bahan organik,liat,debu,pasir,kerikil) dengan begitu petani akan mengetahui bagian unsur mana yang kurang ataupun kelebihan sehingga dapat memberikan bahan tambahan untuk mengembalikan kerusakaan lapisan tanah tersebut.

 

 

2. Untuk mengetahui sifat kimia tanah tentang kandungan nutrisi/ daya ikat nutrisi pada tanah.

Kita dapat menggunakan lampu (seprti dalam gambar di atas) cara kerjaa latinia dalah sebagai berikut:
Tanah yang adadalamgelas yang di ambildari sampellahan dapat di ukurseberapatingkatkandungan nutrisinya(tinggi rendahnya) denganalat lampu tersebut caranya:
Salurkan atau colokkan ke stop kontak listrik dan kabel bagian bawah lampu masukkan ketanah yang ada dalam gelas,lampu akan menyala jika sinar lampu redup menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada tanah tersebut rendah sebaliknya jika sinar lampu terang menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada tanah tersebut tinggi dengan begitu para petani dapat mengetahui tinggi rendahnya nutrisi pada tanah sehingga tindakan yang di lakukan dalampemberian pupuk dapat sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

3. Untuk mengetahui tingkat keasaman (pH) tanah petani dapatm enggunakan alatsebagai berikut:

 

 


KERTAS LAKMUS
Cara penggunaannya masukkan kertas lakmus kedalam gelas yang berisi tanah selama 1 menit,angkat dan keringanginkan,dar iwarna asli akan berubah sesuai dengan tingkat keasaman tanah tersebut,lalu cocokkan dengan table gambar yang ada,akan menunjukka nangka, dan angka itulah yang menunjukkan pH tanah tersebut (tetapialatinimahal)

 

 


4. BUNGA SEPATU SEBAGAI PENGGANTI KERTAS LAKMUS
Caranya ambilbunga sepatu yang berwarna merah gosokkan padakertas buram,hasil kertas yang di gosok bunga sepatu dapat untuk mengukur tingkat keasaman tanah.
Cara penggunaan: sobek bagi dua kertas hasil gosokkan bunga sepatu, yang satu celupkan pada gelas yang beris i tanah selama 1 menit lalu angkat dan keringanginkan,setelah itu bandingkan dengan kertas yang tidak dicelupkan,(1) jikakertas yang di celupkan berubah warna menjad iterang dar iwarna aslinya menunjukkan bahwa tanah tersebut asam,(2) jika kertas yang di celupkan tidak berubah warna tetap sama dengan warna aslinya tanah tersebut normal/netral,(3)jikakertas yang di celupkan berubah warnamenjadi gelap dariwarna aslinya tanah tersebut basa.

 

 

 

5. pH METER
Alat ini sebetulnya untuk mengukur tegangan voltase pada arus listrik ,kam irubah untukmengukur tingkat keasaman tanah (pH).
Cara menggunakan alatini cukup dengan menancapkan kelahan/tanah langsung dengan kedalaman 10-15cm,jarum akan bergerak kegaris warna yang ada pada alat ini jika:
a) Jarum menunjukkan ke garis warna hitam tanah itu asam (antara pH 0-5)
b) Jarum menunjukkan kegaris warna hijau tanah itu netral/normal (antara pH 6-7)
c) Jarum menunjukkan kegarus warna merah tanah itu basa (antara pH 8-14)
Setelah tanah itu di ukurakan ketemu hasilnya berapa tingkat keasamannya (pH), bagaimana langkah yang harus di lakukan oleh para petani jika:
a) Hasil tanah nya asam
- Langkah yang harus di tempuh dengan pemberian kapur/gamping/dolomite pada waktu olahl ahan dengan dosis di sesuaikan dengan tingkat keasamannya.
b) Hasil tanahnya netral/normal
- Langkah yang harus di tempuh dengan pemberian bahan organic pada waktu olah lahan (kompos,dedaunan,kotoranternak,limbahpertaniandan lain-lain)
c) Hasil tanahnya basa
- Langkah yang harus di tempuh dengan pemberian belerang,abu dapur atau dapat juga dengan daun bamboo baik kering maupun basah untuk tanah sawah.
Dengan begitu para petani dapat mengetahui tingkat keasaman tanah (pH) dan dapat menjaga tingkat kesuburan tanah sehingga perkembang biakkan mikro organisme tanah dapat terpelihara terus sebagai dasar untuk budidaya tanaman sehat.

 

Tanggal Artikel : 19-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait