Materi Lokalita >> JAWA TENGAH >> KABUPATEN BATANG

PERSIAPAN LAHAN UNTUK TANAMAN CABE

Sumber Gambar: Dokumentasi SL Cabe -BPP Kandeman-Batang

(Materi SL Cabe Klp. Saji Legok Ds. Lawangaji, BPP Kandeman)

 

I. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS (TPK)

 

Setelah selesai pembelajaran peserta/kelompok tani dapat :(1). Mengetahui jenis dan fungsi media tanam cabe .(2). Mengetahui tujuaan dan prosedur persiapan lahan

 

II. POKOK BAHASAN

 

(1). Mengetahui jenis dan fungsi media tanam cabe. (2). Mengetahui cara pengolahan tanah dan pembuatan bedengan

 

III. MATERI PEMBELAJARAN

 

(1) Jenis dan fungsi media tanam

Media tanam biasanya berupa tanah maupun campuran tanah dengan pupuk organik /pupuk kandang, baik yang diletakkan pada wadah berupa pot, plastik (Polybag) yang berfungsi sebagi tempat tegak, hidup dan tumbuh tanaman .Media tanam disini juga berfungsi sebagai penyedia hara yang diburuhkan oleh tanaman, sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik baiknya. Media yang baik harus seuai dengan persyaratan tumbuh tanaman seperti, pH tanah yang baik antara 4,5 – 7. Apabila kurang dari standar pH( terlalu asam) perlu adanya penambahan calsium carbonat/ kapur pertanian (dolomit), dan apabila pHnya terlalu tinggi perlu adanya penambahan sulfur (belerang).

 

(2). Prosedur Persiapan lahan

 

A. Definisi

Kegiatan persiapan lahan adalah kegiatan mempersiapkan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman, meliputi kegiatan persiapan/pengolahan lahan, pemupukan dasar dan pemasangan mulsa plastik.

 

B. Tujuan

Mempersiapkan lahan dengan sebaik-baiknya agar pertumbuhan tanaman optimal.

 

C. Alat dan Bahan.

1. Bambu/golok/pisau/palu besar. 2. Kertas/alat tulis/penggaris.3. Cangkul/sekop/garpu. 4. Mulsa plastik. 5. Pelubang mulsa plastik. 6. Tali rafia/tambang plastik. 7. Pupuk kandang. 8. Dolomit/kapur pertanian. 9. Pupuk anorganik (Urea, ZA, SP36 dan KCl). 10. Gembor

 

D. Fungsi

1. Bambu/golok/pisau/palu besar, digunakan sebagai bahan dan alat membuat ajir dan pasak penjepit mulsa. 2. Cangkul/sekop/garpu digunakan sebagai alat dalam proses pengolahan tanah yaitu membersihkan sisa?sisa perakaran tanaman, menggemburkan, menghaluskan/meratakan tanah dan membuat guludan/bedengan. 3. Mulsa plastik untuk menutup permukaan atas bedengan yang bermanfaat untuk merangsang perkembangan akar, memperbaiki tekstur dan struktur, mempertahankan suhu dan kelembaban tanah, mencegah erosi tanah, menekan pertumbuhan gulma, meningkatkan proses fotosintesa, dan mengurangi penguapan air dan pupuk. 4. Alat pelubang mulsa plastik berdiameter 10 cm yang dipanaskan, digunakan untuk membuat lubang tanam pada mulsa plastik dengan jarak tanam yang sudah ditentukan. 5. Pupuk kandang diberikan untuk memperbaiki sifat fisik tanah (tekstur dan struktur tanah) sehingga meningkatkan ketersediaan unsur?unsur hara yang diperlukan tanaman. 6. Dolomit/kapur pertanian diberikan untuk meningkatkan pH pada tanah masam hingga mendekati pH normal (diberikan 1 bulan sebelum tanam). 8. Pupuk anorganik (Urea, ZA, SP?36, KCl) untuk pupuk tunggal atau pupuk NPK untuk pupuk majemuk.

 

E. Prosedur Pelaksanaan

1. Pengolahan Tanah. a. Lakukan pembersihan lahan dari sisa tanaman dan sampah.b. Lakukan penggemburan lahan dengan cara mencangkul sampai kedalaman 30 – 40 cm, kemudian lahan dibiarkan terkena sinar matahari selama 2 (dua) minggu.c. Pada lahan kering/tegalan:1) Buat bedengan dengan lebar 1 – 1,2 m, tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 50 cm dan panjang bedengan disesuaikan dengan panjang lahan yang dikehendaki. (2) Buat garitan?garitan dan lubang?lubang tanam dengan jarak (50-60 cm) x (50-70 cm), pada tiap bedengan terdapat 2 baris tanam. d. Pada Lahan Sawah .(1) Buat bedengan dengan lebar 1,5 m dan antar bedengan dibuat parit sedalam 60 cm dan lebar 50 cm. (2) Cangkul tanah diatas bedengan sampai gembur. (3) Buat llubang?lubang tanam dengan jarak tanam sesuai dengan varietas (50-60 cm) x (50-70 cm)e. Pemberian kapur tanah. Lakukan pemberian kapur tanah dengan kaptan/dolomit sebanyak 1,5 ton/ha yang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah (apabila kondisi pH tanah kurang dari 5,5).f. Pemupukan dasar. Berikan pupuk dasar dalam bentuk pupuk kandang yang sudah matang sekitar 2 minggu sebelum tanam. Pupuk anorganik N, P, K diberikan 5 hari sebelum tanam dengan cara ditebar, disiram dan ditutup mulsa. Jumlah dan jenis pupuk disesuaikan dengan rekomendasi spesifik lokasi.

2. Pemasangan mulsaa. Gunakan mulsa plastik hitam perak dengan lebar 100 – 125 cm, bagian plastik berwarna perak menghadap ke atas dan yang berwarna hitam menghadap ke tanah/bawah.b. Tarik ujung mulsa, kaitkan pasak penjepit (terbuat dari bambu) pada sisi?sisi mulsa dengan bedengan agar mulsa tidak mudah lepas.

3. Pembuatan Lubang Tanama. Setelah mulsa terpasang lanjutkan pembuatan lubang tanam pada mulsa dengan menggunakan alat pelubang mulsa. b. Buat lubang tanam menurut sistem zigzag (segitiga) atau 2 baris berhadapan. c. Buat Lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yaitu ( 50-60 cm) x (50-70 cm).

 

Oleh : Adhi Susilo

BPP Kandeman-Batang

Tanggal Artikel : 12-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait