Materi Lokalita >> DI YOGYAKARTA >> KABUPATEN GUNUNG KIDUL >> BP3K Semin

PENGENDALIAN PENYAKIT MOLER / LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN AGENS HAYATI

Sumber Gambar:

PENGENDALIAN PENYAKIT MOLER / LAYU FUSARIUM
PADA TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN AGENS HAYATI
Oleh : Astaria Kismaryati, AMd
BPP Kecamatan Semin, Kab Gunungkidul, DIY


Penyakit yang sering menyerang dalam budidaya bawang merah dan merupakan momok bagi petani adalah penyakit Moler/ Layu fusarium. Karena penyakit ini berkembangbiak cepat sekali bahkan dapat mengakibatkan gagal panen.
Penyakit layu fusarium atau sering disebut moler pada bawang merah disebabkan oleh jamur/ cendawan. Timbulnya penyakit Layu fusarium ini dapat disebabkan karena bawaan dari benih, atau berasal dari tanah.
Layu fusarium yang berasal dari benih biasanya gejala awal terlihat pada awal pertumbuhan (5-10 HST), sedangkan yang berasal dari tanah gejala terlihat pada umur 21 HST.
Gejala serangan penyakit layu fusarium antara lain :
? Daun menguning dan bentuknya melengkung seperti moler, akar mudah dicabut.
? Pada umbi terdapat jamur berwarna keputih-putihan dan jika umbi dipotong membujur tampak ada pembusukan.
? Tanaman yang terserang daunnya mati dari ujung dengan cepat.
Pengendalian;
a. Menanam benih sehat
b. Menggunakan agens hayati seperti Trichoderma sp dan Gliocladium sp dalam kompos yang diberikan dalam lubang tanam pada saat penanaman.
c. Pemberian dolomit yang ditebarkan pada bedengan sebelum tanam.
d. Aplikasi agent hayati Paeni Bacillus Polimyxa caranya:
? Untuk perlakuan benih dengan perendaman selama 10 menit
? Penyemprotan pada tanaman dilakukan secara interval 7-10 hari sekali dengan dosis 250 ml/ tangki air . Penyemprotan optimal dilakukan pada sore hari setelah jam 15.00 WIB
e. Penyemprotan dengan air setiap pagi hari sebelum terkena sinar matahari untuk menghilangkan embun tepung, karena embun tepung dapat menyebabkan tanaman bawang merah mudah terserang penyakit.
f. Eradikasi selektif terhadap tanaman yang terserang.

 

 

Lampiran :

Tanggal Artikel : 10-10-2017

Dibaca: x

Printer-friendly Version

Artikel Terkait